MATREALISTIC GIRL

MATREALISTIC GIRL
Bab 55


__ADS_3

Apple Knox 55


"Bagaimana dia tahu nomer teleponku? Hanya Lea dan kau saja yang tahu. Bahkan ibuku saja tak tahu," ucap Apple yang kini duduk di tepi ranjangnya.


"Aku akan menyelidiki hal ini," jawab Knox.


"Apakah dia sudah tiba di apartemenku? Itu artinya dia sudah bertemu dengan Lea," sahut Apple yang kembali khawatir.


"Aku akan menelepon Julian," jawab Knox.


Apple mengangguk dan dia juga menelepon Lea.


"Halo, Julian. Kau di mana?" tanya Knox.


"Aku di perusahaan dan tak mengganti bajuku karena kau mengunci pintunya semalam," sahut Julian.


"Apakah tadi ada yang mendatangi Lea di apartemen?" tanya Knox.


"Tidak ada. Aku pulang setelah makan pagi dan Lea masih ada di sana," kata Julian.


"Ada apa, Knox?" tanya Julian.


"Bisakah kau ke apartemennya lagi sekarang. Dan cepatlah ke sana," jawab Knox.


"Hei, ada apa? Kau membuatku bertanya tanya," sahut Julian.


"Nanti akan kuceritakan. Sekarang cepatlah ke sana," ucap Knox lalu menutup ponselnya.


"Aku tak bisa menghubungi Lea. Apakah Lea baik baik saja?" tanya Apple yang kemudian beranjak berdiri.


"Julian sedang ke apartemen dan aku akan menyuruh anak buahku menyelidiki tentang Jorge Marine," jawab Knoox.

__ADS_1


"Kita ke sana sekarang," ucap Apple keluar dari kamarnya.


Knox menarik tangan Apple.


"Kau di sini dan anak buahku yang akan menyelesaikannya," sahut Knox.


"Tapi Lea ... Aku tak bisa tenang sebelum tahu kabarnya," ucap Apple.


"Kita tunggu kabar dari Julian, oke?" sahut Knox.


"NO!! Aku harus ke apartemen sekarang juga!!" bentak Apple.


"Tidak, kau di sini saja," jawab Knox menenangkannya.


"Bagaimana jika terjadi sesuatu yang buruk padanya?" tanya Apple.


"Tidak akan. Targetnya bukan dia," jawab Knox.


"Bagaimana?" tanya Knox pada anak buahnya.


"Kami sudah memeriksa CCTV nya dan memang benar dia ada di apartemen tadi. Pria itu mendatangi unit apartemen milik Nona Lea dan setelah itu pergi. Dia menyamar menjadi petugas cleaning service," jawab anak buah itu.


"Bagaimana dengan Lea?" tanya Knox.


"Dia sempat diserang tapi kemudian pergi. Sekarang Tuan Julian sudah ada di sini dan ke atas menemui Nona Lea," jawab pria di seberang telepon.


"Cari pria itu dan langsung bawa ke Markas Bridge. Lalu kabari aku," perintah Knox.


"Baik, Tuan."


Knox menutup sambungan teleponnya dan Apple melihat ke arahnya.

__ADS_1


"Lea baik - baik saja dan Julian menjaganya," kata Knox.


Apple mengangguk dan menghela nafas lega.


"Aku akan pergi dan kau akan tetap aman di sini," lanjut Knox.


Apple kembali mengangguk.


"Aku akan membereskannya," ucap Knox dan memeluknya lagi lalu mengecup keningnya.


"Thank you," jawab Apple lirih.


Knox tersenyum dan kemudian pergi dari sana.


Apple hanya bisa memandang kepergiannya dan wanita itu duduk kembali di tepi ranjangnya dengan perasaan yang tak menentu.


*


*


"Dia mencekikmu?" tanya Julian sembari melihat leher Lea.


"Aku tak apa apa. Yang kukhawatirkan justru Apple saat ini," jawab Lea yang mamegang kain terisi es di kepalanya.


"Apple sangat aman di dalam lindungan Knox," jawab Julian.


"Di mana kotak obatnya?" tanya Julian.


"Aku baik baik saja," jawab Lea.


"Kepala dan lehermu lecet," sahut Julian.

__ADS_1


Julian berdiri dan mencari kotak obat yang akhirnya menemukannya tergantung di dinding dekat kamar mandi.


__ADS_2