
Apple Knox 52
Knox melihat Apple keluar dari kamarnya dengan penampilan yang sudah sangat rapi.
"Kau mau ke mana ?" tanya Knox.
"Kampus," jawab Apple.
"Mau kuantar?" tanya Knox.
"Kau tak ke perusahaan?" tanya Apple.
"Tidak jika kau membutuhkanku saat ini," jawab Knox.
"Kau manis sekali," sahut Apple mencubit gemas pipi Knox.
"Ya, aku memang kekasih yang manis," jawab Knox.
"Kita makan pagi dulu," kata Knox.
"Hmm," jawab Apple.
Mereka berdua makan bersama dengan suasana hati yang menyenangkan.
Setelah makan pagi selesai, mereka langsung pergi ke kampus Apple untuk mengurus beberapa urusan kuliahnya.
__ADS_1
*
Setibanya di kampus, Apple dan Knox turun dari mobil.
Mobil mewah Knox menjadi pusat perhatian di sana karena sangat mencolok dan berbeda dari mobil mobil yang parkir di sebelahnya.
Apple berjalan dengan pede-nya seperti biasa meskipun banyak mata yang memandang ke arahnya karena Apple sudah berganti pacar baru.
Knox menggandeng tangan Apple dan mereka berjalan menuju kantor fakultas.
"Lihatlah, ada pria bodoh lagi yang terjerat pada wanita matre itu, cih," celetuk salah satu mahasiswi yang tampak iri melihat Apple.
"Bodoh kau bilang? Dia Knox Romanov. Salah satu pewaris Romanov. Hati hati jika berbicara karena konon banyak bodyguard bayangan di sekitar mereka," jawab salah seorang mahasiswa yang kebetulan tahu dengan Knox karena orang tuanya bekerja di perusahaan milik Romanov Corp.
"Dia Knox Romanov? Ya Tuhan, bagaimana Apple bisa kenal dengan pria itu?" Sahut yang lainnya.
Siapa yang tak kenal Apple di kampus itu. Dia terkenal satu universitas karena kecantikan, kepintaran dan keramahannya serta image nya sebagai penyuka pria kaya.
Banyak mahasiswi di sana yang iri karena Apple bagaikan paket komplit dari seorang wanita idaman para pria.
Mereka pun tak bisa membenci Apple karena Apple selalu ramah dan tak pernah mencari masalah.
Bertemu dengan Apple justru kadang meningkatkan imun dan mood mereka karena mulut manis Apple yang selalu memuji mereka dan tak pernah merendahkan siapa pun kecuali yang memang sejak awal mencari masalah dengan Apple.
Jika itu terjadi, maka akan ada banyak yang membelanya apalagi para pria.
__ADS_1
Knox ikut masuk ke dalam kantor itu dan membuat beberapa dosen serta pegawai di sana melihat ke arahnya.
Ada sebagian yang kenal dengan Knox hingga mereka berdiri dan menundukkan kepalanya.
"T-tuan Knox?" Ucap salah satu dosen senior yang menghampiri Knox.
"Aku mengenalmu?" tanya Knox.
"T-tidak. Aku yang mengenal anda karena dulu aku sering ikut dalam seminar perusahaan anda," jawab dosen itu.
"Ah begitu ya," jawab Knox tersenyum dan membuka kacamata hitamnya.
"Honey, aku akan masuk ke ruangan itu dulu," kata Apple yang sudah terbiasa dengan panggilan itu pada Knox.
"Aku ikut," jawab Knox.
"Kami permisi dulu, Mr Evan," kata Apple pada dosen itu.
"Ya, silahkan. Maaf, apakah kalian ..."
"Ya, dia tunanganku," jawab Knox yang seakan tahu arah pertanyaan itu.
Evan tampak mengangguk saja tanda mengerti.
Apple tersenyum pada Evan dan menarik tangan Knox.
__ADS_1
Mereka berdua kemudian masuk ke dalam ruangan administrasi fakultas.