MAUREN

MAUREN
My Name is Mauren


__ADS_3

Dalam dinginnya malam, Mauren yang sudah bersiap dengan pakaian pesta terbukanya menghadiri sebuah acara pesta ulang tahun seorang model yang tengah melejit namanya di sebuah landmark hotel bintang 5 milik pengusaha terkenal Barrent Shaquile.


Kehadiran Mauren adalah untuk menemani sang kekasih yang memiliki hubungan erat dengan model sang pemilik acara tersebut.


Karna pesta tersebut adalah pesta asing baginya, Mauren hanya dapat merangkul tangan kekasihnya serta membuntuti langkah sang kekasih. Hingga Mauren mendapati sahabatnya yang tengah berdiri dengan seorang pria cantik di sampingnya sedang berbincang dengan beberapa tamu undangan.


“Steven, di sana ada sahabat aku. Aku boleh ke sana kan?” Ucap lembut Mauren menunjuk keberadaan sahabatnya dengan arah pandangnya.


“Tentu sayang” tak kalah dengan Mauren, Steven berkata dengan nada lembutnya.


Steven segera menuntun langkah Mauren menuju tempat yang sudah di tunjukan Mauren.


“Hai Sisca, sudah lama tidak bertemu.” Ucap Steven ketika langkahnya berhenti di depan Sisca.


Seraya Steven berkata, pria cantik yang sudah menemani Sisca berbincang, segera undur pamit tanpa sapaan kepada Steven.


“Hai Tuan Richard kenapa anda bisa datang dengan sahabatku?” Sisca mencoba berpura-pura tidak mengenal dekat dengan kekasih sesungguhnya.

__ADS_1


“Dia kekasihku” ucap lembut Steven untuk menutupi keadaan sesungguhnya.


Baru kali ini Mauren mendengar pengakuan dari Steven Richard setelah 3 bulan mereka menjalin hubungan erat, meskipun Steven Richard terkenal di dunia entertaint sebagai pengusaha termuda, namun ia tidak pernah mempublikasikan hubungannya dengan Mauren.


“Mauren, ga nyangka kamu bisa merebut hati Tuan Richard” Sisca tersenyum manis di akhir kalimatnya.


“Steven!!” Di sela perbincangannya, seseorang memanggil Steven Richard.


“Bro kamu terlambat” ucap Steven menyambut rekannya “Sayang, aku ada urusan bentar, kamu di sini sama Sisca dulu ya ” izin Steven kepada kekasihnya.


Sisca memutar bola matanya melihat tingkah romantis kekasihnya terhadap sahabatnya.


Steven berlalu meninggalkan Mauren dan Sisca, sepasang sahabat yang rupanya sudah 1thn tidak bertemu karna kesibukan masing-masing.


“Mauren gimana sama kerjaan kamu? Apa masih kamu kerja jadi asistant Garvin Stanley ?” Sisca mencoba membuka pembicaraan


“Masih, apa lagi yang bisa aku kerjakan selain jadi asistant artis?” Mauren tersenyum di akhir kalimatnya

__ADS_1


Ketika itu seorang pelayan berjalan di pinggir Sisca yang akan melewati Mauren dengan beberapa minuman sampanye yang tertata rapih di atas nampan di genggamannya. Dengan sengaja Sisca mencoba membuat sang pelayan terjatuh dengan uluran kakinya di balik dress panjangnya. Minumanpun tertumpah tepat pada tubuh cantik nan molek Mauren.


“AKHHH!!!” Mauren terkejut ia segera mengibas-ngibaskan tangannya di atas tubuh yang terkena cairan beralkohol tersebut


“Mauren, kamu ga apa-apa kan?” Sisca meraih tubuh Mauren untuk menutupi keburukannya.


“Ga apa-apa cuma basah” Mauren mencoba menghindari kepanikannya di balik senyumannya.


“Di sini ada hotel biar aku bantu kamu ke hotel buat buka baju kamu yang basah” jelas Sisca berharap Mauren akan menyetujuinya.


“Ga usah ga apa-apa kok” senggal Mauren


“Aku akan suruh orang bawa baju ganti buat kamu, sementara kamu tunggu di kamar hotel dan buka bajumu biar kamu ga masuk angin” kembali lagi Sisca membujuk agar rencana busuk nya berhasil di laksanakan.


“Baiklah” Terasa perkataan Sisca masuk akal, tanpa curiga Mauren mengikuti perkataan Sisca.


🌻🌻🌻

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2