MAUREN

MAUREN
Mauren


__ADS_3

Mauren sudah berada di sebuah lokasi syuting sang actor majikannya yang kini sudah menjadi adik iparnya. Saat itu Mauren tengah membantu sang actor merapihkan pakaian yang di kenakannya.


Karna posisi mereka sangat merekat, Garvin tidak sengaja melihat sebuah tanda merah pada leher wanita idamannya yang kini sudah menjadi kakak iparnya.


“Angel, apa kamu mencintainya?” Ucap lirih Garvin berharap bahwa yang di lihat pada leher wanita idamannya adalah sebuah kesalahfahamannya.


“Siapa? Kakak kamu?” Ucap lembut Mauren di akhiri tawa kecilnya


“Hmm” Garvin hanya berdengung.


“Entahlah, yang aku rasa kita cuma saling membutuhkan” ungkap Mauren sejujurnya.


“Apa kamu udah di sentuhnya?” Kembali lagi Garvin menjanggal.


“Mana mungkin dia nyentuh aku” masih saja Mauren terlampau jujur.


“Belum di sentuhnya? Tanda merah ini milik siapa?” Gumam batin Garvin.


Garvin terdiam membisu tanpa kata ataupun ucapan yang terlontar dari bibirnya karna merasakan pedih di hatinya mendengar pernyataan Mauren yang di kiranya bahwa Mauren sudah memberikan tubuhnya pada orang lain selain kakaknya. Ia segera meninggalkan Mauren masih tanpa kata.

__ADS_1


**********


Sementara keadaan perusahaan starvision. Devan duduk manis di sebuah sofa yang terdapat di ruang kerjanya di dampingi Nicky dan Jessy yang duduk besebrangan dengannya. Perbincangan yang mereka lakukan hanyalah seputaran tentang bisnisnya.


Di tengah perbincangan tegangnya Devand mendapati seorang wanita berwajah anggun dan cantik telah mengunjunginya.


Dia adalah kekasih hatinya yang sengaja datang untuk menemuinya hanya untuk menggali informasi tentang keinginan Jay Richard yang belum tercapai. Karna Jay Richard telah mengetahui rencana Devand, kini ia merencanakan sesuatu yang baru untuk di suguhkan kepada musuhnya.


Jessy yang bertugas membukakan pintu ruang kerja atasannya tanpa menunggu perintah segera mempersilahkan masuk tamu atasannya. Duduklah Sisca tepat di samping kanan Devand setelah Jessy menyambutnya.


“Kenapa mencariku? bukannya semalam udah ada yang memuaskanmu?” Sindir Devand meski bernada ketus namun tangannya meraih pinggang Sisca.


“Semalam?” Rupanya Sisca tidak mengetahui bahwa Devand sudah memergoki cumbuannya dengan actor figuran di sebuah club malam tempo hari.


“Oh__ itu sayang seseorang udah menjebakku, aku mabuk berat semalam memikirkan pernikahanmu” ucap fiksi Sisca terlontar dengan lancarnya karna ia telah terbiasa dengan kegiatan sandiwaranya, sesungguhnya kegiatan cumbuannya semalam hanyalah untuk menggoda Jay Richard yang enggan menyentuhnya.


“Begitu rupanya” Devand tersenyum lebar, bak terhipnotis oleh Sisca dia akan selalu mempercayai ucapan kekasih hatinya.


Perbincanganpun berlangsung hanya di hadiri Sisca dan Devand karna Devand sudah mengusir halus kedua karyawannya yang sedang berada dengannya sebelumnya.

__ADS_1


***


Sore hari yang cerah Devand masih merasakan ketidak nyamanan dari selangkangannya akibat ulah istrinya. Seraya duduk di atas kursi kebangsaannya setelah Sisca meninggalkannya, ia mencoba menghubungi kakak nya. Sebuah gengsi tengah di musnahkannya mengingat deritanya hanya kakaknya yang dapat membantunya.


Sebuah panggilan Phone Cell di lakukan Devand kepada kakaknya.


“Tumben kamu tlp, apa jangan-jangan Mauren kenapa-kenapa lagi?” sapa ketus Jeffrey setelah panggilan terhubung.


“Aku yang kenapa-kenapa, kamu punya temen dokter kandungan kan?” Senggal Devand sekaligus mengutarakan tujuannya.


“Kenapa emangnya?” Janggal Jeffrey mengira Mauren tengah terjamah oleh adiknya.


“Jangan banyak ngomong kamu bantu aja aku ke sana” ucap Devand.


“Harus jelas dulu keluhannya bodoh” ledek Jeffrey di balik tawa kecilnya.


Perbincangan tersendat sejenak karna Devand yang sukar untuk menjelaskannya.


“Masa depanku hancur” jelas Devand ragu-ragu.

__ADS_1


***


Bersambung


__ADS_2