
“Apa dia akan selalu berada di sampingmu?” Seperti khawatir akan hatinya, sebenarnya Sisca merasa lega jika seorang wanita akan berada di samping kekasih palsunya untuk menggunakan kesempatannya menghindari kehadiran orang yang tidak di cintainya.
“Dia akan selalu berada di rumahku, tapi aku yang akan selalu menghindari rumahku” jelas Devand sedikit gelisah.
“Oke, demi reputasi dan perusahaan kamu. Aku cuma bisa bantu kasih kamu saran, sebaiknya kalo mau membuat permainan palsu, kamu harus membuatnya seperti nyata, jangan sering meninggalkannya karna penguntit akan selalu berada di sekitar kita” jelas Sisca panjang lebar sebagai bujukan agar Devand sudi menjauhinya.
“Kamu yang lebih tau babe karna kamu adalah artis, ” Devand tersenyum lega karna mendapati dukungan dari sang kekasih hati.
“Aku lebih tau sifat kamu sayang” merasa mendapati kemenangannya, Sisca melampiaskan kebahagiaannya dengan perkataan lembut kepada orang yang sudah di bencinya.
“Kamu memang paling mengerti aku,” Devand berusaha mengecup bibir kekasihnya yang duduk tepat di sampingnya.
Benak Sisca ingin sekali berontak, namun ia tidak dapat melakukan tindakan ceroboh yang akan membuat rencananya berantakan. Beruntung saat itu pelayan datang mengantarkan hidangan santapannya sehingga kegiatan cumbuanpun terhenti seketika.
***
__ADS_1
Hari ini rupanya Mauren sangat sibuk mempersiapkan pakaian untuk syuting sang aktris, seperti biasanya, Garvin Stanley Stanley Stane akan memepercayakan segala keperluannya kepada asistantnya.
Ketika Mauren tengah sibuk dengan pakaian sang acktor, rupanya sang actor tampan sendiri datang menghampirinya di sebuah ruangan tempat merias diri.
“Angel, apa yang udah kamu lakukan sama kakak ku?” Tanpa basa basi setelah Garvin Stanley memasuki ruang sepi di mana hanya berada Mauren seorang diri, ia mengutarakan keterkejutannya.
“Kakak kamu Hans Gio?” Bukan menjawab, Mauren malah melontarkan pertanyaan kembali dengan kening yang mengernyit dan tatapan menuju wajah Garvin Stanley yang sudah duduk di sampingnya.
“Bukan Hans Gio tapi Devand” jelas Garvin Stanley.
Garvin Stanley tidak menjawab pertanyaan wanita idamannya, ia hanya menyerahkan phone cellnya yang memperlihatkan sebuah berita heboh yang terdapat pada sebuah situs website.
Berita tersebut berisikan tentang dirinya dengan Devand ketika mendapati sebuah kejadian tragis di sebuah kamar hotel. Sungguh ia sangat terkejut ketika melihat dirinya yang hanya memakai pakaian dalam tertindih oleh lelaki yang hanya memakai handuk terekspose dan di publikasikan.
Sebuah video yang terpampang pada balik layar phone cell membuat Mauren mendapati kejutan hebat. Sekilas ia melihat deskripsi dari laporan berita yang di lihatnya.
__ADS_1
“Tuan Lidant berkencan dengan seorang wanita asing, siapakah itu?” Isi tulisan yang terbaca oleh Mauren.
“Mampus, aku udah tau pasti begini,” Mauren menepuk keningnya dengan kasarnya.
“Hei gadis imut, kenapa bisa kejadian kaya gitu?” Garvin Stanley tertawa kecil di akhir kalimatnya karna tidak akan mempercayai kelakuan Mauren yang terpampang pada layar phone cellnya.
Sekali lagi Mauren menceritakan tentang kejadian malam itu kepada orang lain dengan seksama tanpa mengurangi atau melebihinya.
“Tenanglah, kakakku pasti bisa mengurusnya. Aku harus pergi, kamu jangan nangis” Garvin Stanley mencoba menepis kegundahan gadis idamannya.
Tanpa menunggu jawaban Mauren, Garvin Stanley berlalu menjauhi Mauren yang termenung sendiri di dalam ruang yang penuh dengan peralatan drama actornya tersebut.
Mauren berdiri terpaku dengan pikirannya sendiri, memikirkan apa yang telah terjadi beberapa waktu lalu, mengapa seorang Sisca tega melakukan hak demikian kepadanya.
***
__ADS_1
Bersambung