MAUREN

MAUREN
Insiden


__ADS_3

Devand yang sudah mendapati informasi tentang kekasih hatinya dari Nicky yang menyatakan bahwa Diona tengah berada di sebuah bar, membuatnya tergesa untuk menghampirinya, hingga ia tidak sadar menghampiri Diona dengan pakaian pengantin serba putih yang belum di lepasnya.


Sesampainya di tempat tujuan, Devand segera menyusuri tempat yang di hiasi suara degupan musik tersebut untuk mencari posisi keberadaan kekasih hatinya.


Pandangan dan langkahnya terhenti ketika melihat kekasihnya tengah bercumbu dengan seorang aktor figuran di sebuah sofa yang tempatnya agak jauh darinya.


Meskipun baru tiba di tempat tujuan, Devand yang sudah mendapati pemandangan yang tidak di inginkannya. Ia kembali melangkahkan kakinya untuk segera meninggalkan tempat yang sudah membuat hatinya teriris tersebut.


Kendaraan lamborgini merahnya melesat mencahar jalanan yang belum di ketahui arah tujuannya. Emosinya tidak dapat terlampiaskan hanya dengan memacu lamborgini di jalanan menjadi pelepas emosinya sekarang.


Devand kembali ke rumah mewahnya setelah berputar-putar menyusuri jalanan kosong yang berlangsung selama 60 menit.


Pemandangan pertama yang di lihatnya ketika ia berjalan menyusuri lantai rumah mewahnya untuk menuju ke ruang tidurnya yang harus melewati ruang keluarga sebelum tiba di kamar tidurnya. Ia melihat Mauren yang sudah tertidur pulas di atas sofa ruang tamunya.

__ADS_1


Devand yang masih merasakan emosi meledak dalam benaknya segera membawa Mauren dalam pangkuannya dengan cara kasarnya, meletakan tubuh Mauren di atas sebelah pundaknya bak karung beras.


“Lepasin Devand kamu mau ngapain?” Mauren yang sudah pasti terkejut dengan tingkah suaminya mencoba berontak dengan menggerakan kedua kakinya, tangannya memukul punggung suaminya.


“Kamu istriku sekarang, jangan lupa itu” ancam Devand dengan bengisnya.


Mauren tertegun mendapati perkataan suaminya meski di rasanya sungguh membuatnya jengah, namun mau bagaimanapun ia harus mengakui statusnya.


Devand melempar tubuh Mauren ke atas ranjang tidurnya hingga posisi Mauren terlentang tanpa arahan.


Devand segera meluncurkan tubuhnya di atas tubuh Mauren dengan mengangkangi perut Mauren. Kedua tangan Mauren kini berhasil di kunci di atas kepala Mauren sendiri oleh satu genggaman tangannya.


Kembali lagi keadaan semula terulang ketika ia mengalami kejadian naas di sebuah kamar hotel. Devand mencumbu bibir Mauren dengan kasarnya, masih sama seperti sebelumnya Mauren mengunci rapat giginya agar tidak terbuka, namun kali ini tubuh dan tangannya tidak di gerakannya untuk berontak karna ia tau bahwa tenaga Devand sungguh kuat hingga tidak akan membuahkan hasil baginya.

__ADS_1


Merasa frustasi tidak mendapatkan celah dari Mauren, Devand merubah posisi cumbuannya menuju leher Mauren, ia melumati serta menghisap keras leher jenjang Mauren dan rupanya berhasil membuat satu tanda merah pada leher Mauren.


Mauren yang semakin ingin menahan serangan suaminya karna ia sudah menebak bahwa suaminya telah meluapkan amarah kepadanya namun entah apa sebabnya tidak di ketahuinya, ia semakin mengeratkan giginya namun kali ini bukan sekedar menahan cumbuan suaminya melainkan menahan emosi dari kelakuan biadab suaminya, kedua tangannya di kepalkannya meski Devand memegangi pergelangannya.


Merasa mendapatkan ide dari posisi yang di dapatinya, Mauren segera mendaratkan tendangan kakinya pada ************ Devand dengan sekuat tenaganya kakinya menusuk kelemahan Devand dengan sempurna.


“Sial, beraninya dia” gumam benak Devand seraya merasakan kesakitan yang tiada duanya dari balik ****** ********.


Devand bangkit dengan kedua kaki yang masih merengkuh, ia memegangi selangkangannya dengan tangan kanannya yang rupanya biji kejantanannya merasakan sakit yang luar biasa akibat tendangan kuat sang istri, sedang tangan kiri Devand menutup kedua matanya untuk menahan air matanya yang dirasanya akan mengalir membasahi raut wajah tampannya.


***


bersambung

__ADS_1


__ADS_2