
Jeffrey tertawa terbahak mendengar pernyataan terakhir dari adik bungsunya, tawanya membuat seluruh penghuni membisu.
“Kamu tau dari mana tubuhnya udh di sentuh org lain? Jangan-jangan kamu yang nyentuhnya” senggal Jeffrey.
“Dia bilang dia ga pernah di sentuh abang, tapi aku pernah liat tanda merah di lehernya” Garvin mengutarakan isi hatinya yang sudah 1 bulan ini di pendamnya hingga membuatnya bersikap dingin terhadap kakak iparnya.
Jeffrey terperanjat dalam kejutan hingga membuatnya berfikir sesuatu untuk memaknai perkataan adik bungsunya.
“Kapan? Sebulan yang lalu kah?” Senggal Jeffrey
“Dari mana kamu tau sebulan yang lalu? Jangan-jangan kamu yang nyentuhnya” Garvin memutar balik perkataan kakak pertamanya.
Akhirnya Jeffrey mencoba menceritakannya kepada adiknya kejadian tentang curhatan Mauren yang menyatakan bahwa ia pernah di sentuh lehernya oleh suaminya namun tidak sempat berhubungan intim karna Mauren yang sudah menyerang suaminya. Penjelasan Jeffrey membuat kedua orang tuanya tertawa, lain dengan Garvin yang menjanggal.
__ADS_1
“Apa benar kejadiannya gitu? Apa kamu udah tanya abang?” Garvin yang bersifat seperti Devand tidak mudah percaya dengan omongan orang lain sebelum mendapat bukti ia mengutarakan kejanggalannya.
“Bukan nanya lagi, besoknya abis kejadian itu aku yang nganter dia ke dokter kandungan” Jeffrey tertawa kecil di akhir kalimatnya mengingat kejadian saat membawa adik pertamanya ke sebuah rumah sakit ternama dengan meminta pihak bersangkutan menyembunyikan kejadian yang menimpa pada adik pertamanya.
Garvin tidak mampu berkata lagi setelah mengingat kedua abangnya yang berpapasan di sebuah rumah sakit satu bulan yang lalu, ia segera berlalu meninggalkan keluarganya tanpa pamit.
“Jadi aku udah Salah Menilai Angel?” Runtuk Garvin dalam benaknya seraya berjalan tergesa menuju kamar tidur nya dengan jantung yang berdegup kencang.
30 menit berlalu dengan penuh tawa bagi ketiga insan yang masih berbincang di sebuah ruang tamu mewah tersebut, datanglah Mauren menghampiri mereka.
Tanpa mengajak Mauren untuk melakukan sesuatu di rumah mewahnya, Nyonya Shaquile bergegas mengajak menantunya untuk segera mengunjungi tempat yang sudah di janjikannya karna waktu sudah menghimpit.
********
__ADS_1
Di sisi lain...
Sebuah restoran ternama yang memeiliki beberapa ruang VIP telah menjadi saksi pertemuan Devand dengan salah satu rekan bisnis rahasianya. Ketika ia akan bergegas meninggalkan tempat tersebut setelah selesai berbincang dan mendapat persetujuan dari perjanjian kontrak bersama rekannya, ia melihat kekasih hatinya berjalan dengan bergandengan tangan bersama Steven Richardmusuh bebuyutannya.
Devand menyembunyikan tubuhnya di balik tembok untuk melihat kelakuan kekasih hatinya selanjutnya, tidak lupa mengajak Nicky yang selalu menguntitnya bekerja untuk melakukan hal yang sama dengan dirinya.
Saat itu ia melihat Sisca dan Steven Richardmasuk ke salah satu ruang VIP yang terdapat pada rumah makan tersebut.
Karna antar ruang VIP tersebut hanya berbatas pemisah dengan dinding yang terbuat dari kayu pahatan yang di ukir dengan design bergambar bunga, Devand merasa ia akan dapat menguping perbincangan kekasihnya dari ruang sebelahnya.
Kembali lagi Devand memasuki ruang yang sebelumnya sudah menjadi pengantar makan siangnya bersama rekannya, kali ini ia bertujuan untuk menguping bukan untuk menyantap makan siangnya kembali. Devand mengajak Nicky ikut memasuki ruang tersebut untuk menjadi saksi hidup apabila ia mendapat sebuah bukti yqng menyatakan kekasihnya telah melakukan kesalahan kepadanya.
“””””””
__ADS_1