MAUREN

MAUREN
Pernikahan


__ADS_3

Pesta pernikahan yang di selenggarakan tidak begitu meriah dengan hanya menjalani pemberkatan di sebuah gereja yang terletak di kota terpencil berakhir dengan penuh kejanggalan karna acara tersebut terlaksana hanya untuk sebuah niat busuk semata.


Setelah janji suci terucap dari kedua mulut pasangan pengantin yang berdiri di hadapan altar, Pastor yang menuntun pemberkatan pernikahanpun mempersilahkan pasangan pengantin yang sudah syah tersebut untuk saling menyentuh.


Kedua pengantin hanya saling terdiam membisu setelah beberapa detik berlalu dari suara Pastor yang menyuruhnya melakukan sesuatu terucap dengan kebahagiaan mengiringi keadaan dua mempelai tersebut. Devand yang memiliki inisiatif, ia segera meraih tungkak kepala Mauren dengan tangan kirinya, sedang tangan kanannya merangkul tubuh ramping istri yang tidak di akuinya.


Bukan untuk melakukan perintah Pastor, Devand melakukan hal demikian, ia mendaratkan bibirnya tepat di telinga Mauren.


“Lakukan atau aku akan mempersulitmu” bisik ancaman Devand tepat di telinga Mauren.


Mauren hanya menghembuskan nafas kasarnya menyertai kejengahan atas ancaman lelaki yang berada di hadapannya.


Mendapati Mauren yang hanya terdiam, Devand segera meraih bibir istrinya dengan bibirnya, yang ia lakukan hanyalah menyentuh bibir Mauren dengan bibirnya tanpa ada cumbuan mesra. Demi memperlancar niat tersembunyinya, Mauren hanya terdiam meski kedua telapak tangannya menyentuh dada suaminya yang berusaha ingin berontak.

__ADS_1


Beberapa detik kecupan bibir Devand terlepas. Kembali lagi ia mendekatkan bibirnya pada telinga Mauren.


“Setelah ini, jangan harap bisa memiliki hati dan tubuhku” bisik ancaman kembali terlontar dari mulut jahanam Devand.


“Baiklah Tuan Lidant jangan khawatir, anda terlalu kuat, tidak pantas untuk saya mendampingi anda jika saja bukan karena kita memiliki musuh yang sama” tidak mau kalah kali ini Mauren mencoba mengungkapkan isi hatinya.


Devand hanya melontarkan senyuman iblisnya serta melepas rangkulan pada tubuh istri yang tidak di inginkannya.


***


Mauren yang saat itu masih termenung di ruang keluarga yang tersedia dengan pakaian pengantin yang belum terlepas dari balutan tubuhnya, ketika itu seseorang pelayan wanita datang menghampirinya.


“Nyonya apa butuh bantuan saya buat lepas pakaiannya?” Sapa pelayan wanita yang di perkirakan usianya lebih tua sedikit dari Mauren, bertutur dengan lembutnya.

__ADS_1


“Dengan senang hati, tapi aku tidak membawa pakaian ganti dan juga butuh kamarmu” ucap balasan Mauren dengan nada lembutnya.


Sang pelayan yang bernama Linapun tidak berkata, ia hanya dapat menuntun Mauren menuju ruang tidurnya. Ketika ia berjalan menyusuri lantai marmer rumah mewah tersebut, ia melihat Devand yang berjalan dengan tergesa menuju pintu rumah tersebut dengan pakaian serba putih yang di kenakan saat pernikahannya masih membalut tubuhnya.


Mauren hanya dapat melihat punggung Devand yang berjalan semakin menjauhinya dan hilang di balik pintu.


Mauren melanjutkan langkah kakinya dengan sang pelayan yang menuntunnya menuju ke kamar tidurnya untuk membantu Mauren mengganti pakaiannya dan juga meminjamkan pakaiannya.


***


Devand yang sudah mendapati informasi tentang kekasih hatinya dari Nicky yang menyatakan bahwa Sisca tengah berada di sebuah bar, membuatnya tergesa untuk menghampirinya, hingga ia tidak sadar menghampiri Sisca dengan pakaian pengantin serba putih yang belum di lepasnya.


***

__ADS_1


__ADS_2