MAUREN

MAUREN
Siasat Licik


__ADS_3

Sisca tersenyum simpul mendapati kemenangannya hingga ia bergegas menuntun Mauren menuju sebuah kamar hotel.


“Mauren kamu masuk dan lepas bajumu, aku tunggu di luar” jelas Sisca setelah berdiri di depan pintu kamar hotel yang sudah di tujunya.


“Oke” hanya satu kata yang terucap dari bibir manis berlapis lipstick pink Mauren.


Mauren masuk ke dalam dengan meninggalkan Sisca di luar ruangan. Setelah menutup pintu kamarnya kembali, Mauren segera melepaskan pakaian yang sudah di rasanya lengket di tubuhnya.


Mauren membuka pintu hanya sedikit dan ia berdiri di balik pintu untuk menutupi tubuhnya yang hanya memakai underwear, lalu menyodorkan tangannya yang menggenggam pakaian kotornya kepada Sisca.


Siscapun meraihnya lalu pergi meninggalkan Mauren sendiri di ruang asing tersebut.


Seperginya Sisca, Mauren mendapati kejutan dari seorang pria yang keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk di pinggangnya.


“Tuan Lidant?” Mauren menjanggal ketika melihat pria di hadapannya adalah seorang pria yang terkenal dengan ketampanan dan kekayaannya.


Devand tidak menghiraukan perkataan wanita yang berada di hadapannya, ia hanya melirik Mauren dari atas hingga ke bawah dengan tatapan birahinya ketika melihat Mauren yang duduk di atas ranjang tanpa pakaian luarnya.

__ADS_1


Mauren menyambut tatapan Devand dengan tatapan iblisnya, ia melihat wajah Devand sungguh berbeda dengan apa yang sering di lihatnya di dalam layar lebar karna kali ini Mauren melihat mata Devand yang sudah sayu dan juga raut wajah yang memerah.


Devand mendorong tubuh Mauren hingga terlentang di atas tempat tidur, tidak hanya dengan itu, Devand mengunci kedua tangan Mauren dengan tangan kanannya saja. Di simpannya kedua tangan Mauren di atas kepala Mauren sendiri. Kaki Devand mengangkangi tubuh Mauren yang sudah terlentang di bawahnya.


“Tuan Lidant apa yang anda lakumpppp” perkataan Mauren terpendam saat Devand membungkam mulut nya dengan bibirnya.


Mauren berusaha berontak untuk melepas tangannya dari genggaman Devand, namun usahanya nihil karna tenaga Devand lebih kuat darinya.


Tidak putus asa, Mauren mencoba menggerakan wajahnya agar bibirnya menjauh dari sentuhan bibir Devand. Memang berhasil, namun hanya sesaat Devand kembali membungkam mulutnya, mengurung bibirnya dalam bibir hangatnya.


Tangan kiri Devand meremas payudara Mauren yang masih terbalut bra, meski Mauren menggerakan tubuhnya, namun Devand masih berhasil menggenggam erat payudara Mauren.


Brakkkkkkk... Pintu ruang tersebut terbuka dengan kasarnya.


Datanglah sekerumunan orang dengan alat perekam video yang berada pada genggaman masing-masing tangannya.


Devand segera merungkup tubuh Mauren yang masih berada dalam kangkangannya, ia mencoba menutupi tubuh Mauren dengan tubuhnya dengan menindih tubuh Mauren. Karna keadaan mendesak, Devand tidak mampu menarik selimut yang sudah tertindih Mauren dan dirinya untuk melindungi tubuh mereka yang terekspose.

__ADS_1


Mauren hanya terdiam karna merasakan kejutan yang luar biasa hingga membuatnya merasakan ketakutan yang hebat. Karna saking takutnya Mauren, ia tidak sadar bahwa tubuhnya telah tertindih seorang pria yang hanya mengenakan handuk di pinggangnya saja.


“Tuan Lidant apakah dia kekasih anda?”


“Apa hubungan kalian?”


“Kenapa kalian bisa berada dalam satu kamar tanpa pakaian?”


“Apakah kalian menjalin asmara?”


“Bagaimana hubungan anda dengan Sisca Perche?”


"Apakah Anda sedang melakukan perselingkuhan?"


🌻🌻🌻


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2