
“Nona bisa tolong ambilkan kami rokok xxx? Dan nona yang lain tolong tuangkan minuman ini” Ucap Briant salah satu penghuni ruang tersebut.
Jenny dan Mauren hanya saling menatap karna tidak tau siapa yang mendapat tugas menuangkan minuman dan siapa yang mendapat tugas mengambil sebungkus rokok.
“Nona-nona apa perkataanku kurang jelas?” Karna tidak mendapat pergerakan dari kedua pelayan, Briant kembali membuka suaranya.
Perkataan Brian masih tidak di tanggapi oleh Jenny maupun Mauren. Devand yang saat itu melihat Brian dan juga Louise memperhatikan wajah Mauren dengan tatapan birahinya, ia mencoba membuka suaranya.
“Mauren kamu tuangin minumannya” Devand kali ini membuka suaranya
Tanpa lontaran katanya, Jenny dan Mauren segera bergegas melakukan tugasnya masing-masing.
“Kamu kenal gadis cantik ini?” Janggal Briant seraya melihat wajah Mauren yang tengah tertunduk karna harus menuangkan minuman.
“Dia istriku” jelas Devand dengan nada dinginnya karna ingin mengintimidasi keadaan Mauren yang di rasanya kedua sahabatnya telah menyukai istrinya. Bukan karna cemburu ia melakukannya, melainkan ia tidak ingin Mauren memiliki perlindungan dari orang lain.
Pernyataan Devand membuat Sisca sang pasangan tertegun begitu pula dengan Jenny yang belum sepenuhnya meninggalkan ruangan, beda dengan yang lain. Tawa Briant beserta penghuni lainnya menggelegar mengisi ruangan yang masih tegang tersebut.
__ADS_1
“Baiklah dia istrimu, aku suami nya” canda Louise rekan yang lain yang masih berada di dalam ruang tersebut.
Mauren hanya dapat menahan emosinya karna merasa suaminya tengah mempermainkannya.
“Aku ga becanda” polos Devand kembali menyatakan kepemilikannya terhadap pelayan yang sedang melayani beberapa rekannya tersebut.
“Benar tuan-tuan saya istrinya yang tidak di akui” ketus Mauren yang sudah tidak tahan dengan sikap Devand.
Perkataan Mauren membuat para penghuni semakin mengoloknya.
Devand serta Mauren terperanjat mendapat sebuah kejutan dari pernyataan Louise.
“Kalo ga berani biar aku yang menciumnya” Louise bangkit untuk menghampiri Mauren.
Sisca yang saat itu ingin mendapat kepuasan dengan buliannya terhadap sahabatnya, ia segera mendorong tubuh Devand.
“Lakukan sebelum istrimu jd bulian”
__ADS_1
Memang sudah sangat ingin Devand mengintimidasi istrinya, setelah mendengar pernyataan kekasihnya ia segera bangkit dan menepis langkah Louise. Di raihnya tubuh Mauren dengan paksa untuk berdiri, setelahnya dengan segera Devand mencium ganas bibir istrinya. Entah mengapa Mauren tidak mampu menepis pergerakan suaminya hingga ia mempermudah rencana suaminya dengan balasan cumbuan terhadap suaminya.
Kini Devand sudah menghentikan aksinya dengan hanya terdiam menerima perlakuan mesra dari istrinya, benak Devand ingin sekali berontak untuk segera melepas cumbuannya namun ia mengurungkannya karna mengingat perlakuan rekannya yang akan mengambil alih kepemilikan hubungan istrinya.
“Andai Jay ada di sini, aku udah menang dari taruhannya” gumam benak Mauren seraya menikmati cumbuannya.
Hanya beberapa saat cumbuan mesra itu berlangsung di hadapan 10 orang penghuni ruanh tersebut karna Mauren yang sudah tersadar dengan pergerakan suaminya yang terdiam tanpa membalas perlakuannya. Seusainya dalam perasaan canggung Devand serta Mauren mengambil posisinya masing-masing di mana Devand kembali duduk di samping Sisca, sedang Mauren melanjutkan untuk menuang minuman ke dalam gelas.
5jam sudah berlalu Mauren duduk di ruang tersebut dengan tugasnya yang selalu di perintahkan oleh penghuni ruang tersebut kecuali suaminya dan Sisca yang tidak pernah memberinya perintah sedikitpun.
Selama ia terdiam di ruang tersebut, Mauren mencoba menyelidiki hubungan suaminya dengan sahabatnya. Kini ia mulai memahaminya bahwa ada sesuatu yang menjanggal dari hubungan special mereka di mana ia hanya melihat suaminya lah yang selalu menggoda sahabatnya.
Lain dengan Sisca yang selalu menolak tingkah mesra dari Devand, dan karna pengaruh alkohol dari kedua belah pihak yang di bencinya, Mauren dapat melihat dengan jelas sikap asli yang terpancar dari diri mereka masing-masingnya.
***
Bersambung
__ADS_1