MAUREN

MAUREN
Mengambil Keputusan


__ADS_3

Sepulangnya Mauren ke rumah sederhana peninggalan ayahnya, karna adiknya kini berada di luar negri untuk melanjutkan studinya, dengan demikian tidak akan pernah ada yang menyambut kedatangannya ketika ia menginjakan kakinya di rumahnya.


Mauren kini sudah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya, menyambut mimpi indahnya dalam lelap tidurnya. Namun matanya masih enggan terpejam karna isi kepalanya masih memikirkan tentang perkataan Devand yang di ucapkan dalam sebuah konferensi pers.


Sebuah nada pesan dari ponselnya makin membuatnya enggan terlelap. Mauren melihat isi pesan dari Whatsapp nya.


Jeffrey yang saat itu sudah berjanji akan mengirimkan rekaman tentang perbincangan Jay Richard dan Devand rupanya menepati janjinya.


Mauren terkejut bukan main dengan isi rekaman video yang di lihat pada layar phone cellnya. Sungguh membuatnya tidak memahami perkataan Kekasih hatinya, selain ia memahami bahwa kekasihnya sudah menjadikannya tumbal hingga membuatnya membencinya hanya dalam beberapa detik saja, namun sebuah perkataan yang menyebutkan nama perusahaan DE Cruise kini membuatnya menjanggal.


Tidak pernah ia mengetahui tentang perusahaan yang di sebutkan kekasihnya, yang ia tau bahwa Devand hanya memiliki perusahaan bernama starvison, itupun milik ayah Devand yang bernama Barrent Shaquile.


Tidak mau mengambil pusing tentang perebutan saham dari kedua orang yang kini telah di bencinya, Mauren hanya memikirkan sesuatu untuk mengembalikan jebakannya kepada kekasih hatinya.


“Devand, aku tidak mencintaimu. Tapi karna kita memiliki tujuan dan musuh yang sama, aku juga butuh bantuanmu untuk menjebak Jay Richard, aku akan mengikuti keinginanmu” Mauren bermonolog meski matanya sudah di tutupnya dengan di bantu lengannya.

__ADS_1


Mendapati jawaban, akhirnya Mauren dapat terlelap menuju alam mimpinya dengan tenang.


***


Hari telah bertemu dengan sang fajarnya, Mauren mulai membuka matanya perlahan setelah tersadar dari alam mimpinya. Lemas sungguh tubuhnya di rasanya setelah mendapati berita buruk yang membuatnya terpuruk, namun ia masih tetap harus menjalankan tugas pekerjaannya.


Mandi, bersiap, lalu sarapan. Itulah kegiatan rutin yang selalu di lakukannya ketika aktifitas awal menjemputnya. Langkahnya melemah seperti enggan melanjutkan kehidupannya, ketika menginjakan kakinya di halaman rumah. Ia mendapati pemandangan yang membuatnya terkejut di mana seorang lelaki tengah berdiri di balik pintu rumahnya.


“Maaf anda siapa?” Tanya lembut Mauren menyapa tamunya.


“Untuk apa anda mencariku tuan?” Meski menjanggal, Mauren masih berucap dengan nada lembutnya.


“Anda harus ikut bersama saya nona Mauren”


“Saya harus bekerja, jadi mungkin__” belum selesai Mauren berbicara, Nicky sudah menyenggalnya.

__ADS_1


“Saya sudah meminta izin kepada tuan Stanley Stane” ucap lembut Nicky masih di akhiri senyumannya.


Mauren terkejut dengan pernyataan Nicky, namun mengingat Garvin adalah adik kandung dari atasan sang pria yang berdiri di hadapannya, ia dapat menyimpulkan bahwa Devand dengan mudah akan mendapat persetujuan dari Garvin untuk meliburkan pekerjaannya.


Mauren tercenung dalam dianya, sedikit memperpanjang waktu merenungkan, dia memang sudah mengambil keputusan tetapi seakan masih ingin mencerna ulang, berharap keputusannya tak salah.


Sebuah helaan nafas terdengar berat, “Baiklah” tanpa bantahan, karna sudah di rencanakan sebelumnya, Mauren terpaksa mengikuti Nicky.


Nicky menuntun Mauren menuju kendaraan roda empatnya yang sudah terparkir di halaman rumah Mauren.


Tanpa ada sepatah katapun yang terucap dari kedua belah pihak, mereka kini sudah meninggalkan rumah sederhana warisan dari orang tua Mauren tersebut.


****


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2