Mawar Hitam

Mawar Hitam
Embel - embel


__ADS_3

Menunggu ijazah keluar rsanya akan sangat lama dan sudah pastinya aku akan ketinggalan masa pendaftran di universitas Negri dikota. Maka dengan modal surat keterangan lulus dari pihak sekolah aku dengan dibantu salah satu sepupu kurang ajarku yang hanya membantu memberrikan linknya saja tetapi tidak membantuku mengerjakan testnya.


Aku mendaftar di Universitas Negri saaat itu. Dimana pengumuman kelulusan akan diterbitkan beberapa bulan kedepan. Untuk mengisi waktu luaangku aku membantu umi untuk membuat kue dan memasarkannya secara online dengan teman-teamn dan guru-guruku yangmembutuhkan jika ada kegiatan yangmembutuhkan kue dan masakan nasi kotak ataupun nasi bungkus sesuai dengan selesra mererka saat itu.


Karen aaku hanya membantu dan memang sudah beberapa banyak yang sudah mengetahui hasil masakan dari umi, maka tidaksulit untuk melakukannya. Setiap pagi aku mengantarkan kue tersebut ke pasar dan mengantar pesanan kepada pelanggan online terbaruku.


Hal tersebut membuatku berfikir, apa salahnya jika aku kuliah nanti aku akan menjajakan nasi sebagai sarapan dilingkungna kampusku nanti. Lumayan khan jika uang bensin kau tidak meminta lagi kepada orang tuaku.


Apakah impian itu akan terlaksana dengan harapan yang aku angan-angankan. Lihat saja nanti ya….


Akhirnya kabar yang dinantikan oleh Nuri datang juga dimana pengumuman hasil seleksi akan menentukan Nuri berkuliah dimana dn akan bertemu dengan siapa saja yang akan menerima Nuri simulut pedas.


“Alhamdulillaha, anak abi keterima di perguruan Negri XXX sesuai yang kita harapkan bersama. Selamat ya nak, semoga bisa kuliah dan abi selalu diberi kesehatan supaya bisa menyaksikan kesuksesaanmu kelak.”


“Aamiin. Terima kasih abi dan umi yang selalu mendukung nuri sampai saat ini. Semoga Nuri bisa berhasil dan sukses jadi bisa membanggakan abi dan umi.”


“wah yang disayang hanya kak Nuri, lihat saja nanti Nara juga akan menjadi pintar juga seperti kak Nuri supaya mendapat doa yang banyak dari umi dan abi” rajuk Nara


“Semua anak-anak umi dan abi mendapat doa yang sma, hanya saja ada yang diamalkan dan ada juga yang hanya didengarkan” sindir dari Monic yang mendapat cebikkan dari Argo tentunya.


*


Seperti aktivitas biasanya setelah shalat isya disitulah waktunya keluarga kami mencurahkan keluh kesah yangkami rasakan dan jalani disaat siang hari. Dan sebagai pendengar setianya tidak lain tidak bukan adalah kedua orang tuaku.


“Nuri saat aku nanti sudah dikota, harus hati-hati dalam memilih kawan, pergaulan dan lingkungan ya. Jika tidak keperluan sangat penting dan mendesak tidak usah keluar malam. Terutama jika menerima seorang tamu. Jangan sekali-kali memasukkan tamu laki-laki kedalam rumah kostmu. Dan yang paling utama adalah jangan pernah meninggalkan shalatmu. Karena dalam keadaan sesulit apapun Allah akan tetap menolongmu dan melindungimu” nasehat umi yang aku rasakan sangat mendalam dan rasa khawatir yang luar biasa.


“Apapun yang kamu lakukan saat dikota nanti ingat akan tekat dan cita-citamu yang sudah kamu impikan selama ini Nuri, karena apapun yang kamu lakukan umi dan abi tidak akan mengetahui dengan jelas hanya mendengarnya saja. Tapi ingat sewaktu-waktu jika kamu berani berbohong dan tidak jujur maka semua itu akanmenjadi boomerang bagimu sendiri.” Imbuh Abi menasehatiku. Abi memang tipikal orang tua yang suka kasar dalam berbicara dan bertindak. Tapi beliau orang tua yang bijak dan dalam jika berbicara. Lain dengan para kaum wanita seperti umiku.


“Wah senang ya jika kak Nuri sudah dikota, jika Nara ada libur maka bisa main ke kota mengunjungi kak Nuri” Ucap Nara


“Aku ikut” Argo

__ADS_1


“Gibran juga”


“Monic juga mau meskipun tidak diajak” jawab Monic dengan datar.


Semua seakan mendapat tiket untuk berlibur ke Disney land yang sangat langka. Tetapi aku senang melihat antusias adik-adikku. Disanalah tekatku yang sangat luar biasa unutk membahagiakan keluargaku.


“Iya semuanya akan berlibur ke kota dengan kakak kalian dengan syarat harus rajin membantu umi dirumah dan rajin juga menyisihkan uang jajan kalian untuk ditabung supaya bisa digunakan untuk ongkos. Apakah kalian faham dengan syarat yang umi berikan?”


“Wah itu seperti tantangan yang harus dilaksanakan umi” Argo khan selama ini sudah menabung.”


“Iya nabung dengan pak slamet” Cibir Monic yang sangat tahu kebiasaan Argo yang diam-diam merayu abi untuk beli mie ayam pak slamet.


“Setidaknya aku sudah ada usaha untuk berbagi kak Monic” sanggah Argo yang tidak mau kalah terhadap cibiran dari Monic.


“Kalau kak Argo suka menabung dengan pak slamet, Gibran juga harus rajin menabung dengan mang ujang yang jualan siomay di TK itu ya umi?” tanya Gibran tak mau kalah.


Lagi dan lagi Gibran mendapat ilmu yang tidak sesuai undang-undang yang berlaku di muka bumi ini.


Didalam kamar


“Monic sepertinya belum tidur kaka Nuri” kami mendengarkan bahwa anak itu belum tidur dari suara gitarnya yang masih tersengar meskipun masih sangat pelan. Aku dan Nara memutuskan untuk masuk kedalam kamar Monic.


Kamar Monic memang sendiri, dia tidak suka kamarnya ada orang lain. Karena dia menganggap kamar adalah tempat paling pribadi dan tidak sembarangan orang bisa masuk. Hanya Argo yang sering menyelinap masuk kedalam kamar Monic untuk meminjam sweater dan parfum Monic. Tentu saja dengan tanpa doa dan restu dari si pemiliknya.


“Monic… belum tidur, kak Nuri dan kak Nara masuk ya” panggilku


“Ya masuk saja kak, pintunya belum Monic kunci” Sautan Monic dari dalam.


“Kenapa jam segini belum tidur, apa kamu ada masalah dengan teman-temanmu atau ada


masalah dengan pelajaranmu?” Tanyaku memulai obrolan kami sebagai remaja wanita

__ADS_1


“Tidak ada kak, Cuma Monic kadang merasa jenuh saja disekolah karena ada saja teman Monic yang berulah. Hal itu membuat Monic merasa tidak nyaman dan ingin mematahkan kaki dan tangannya”


“Wah Monic sudah ada penggemar rupanya, ayo ceritakan dengan kak Nara, siapa atau bisa embantu menaklukkan hatinya dan membuat dia Bucin Abis dengan kamu” Semangat Nara memprovokasi Monic malam itu.


“Memangnya siapa dia yang kamu maksud itu Monic, coba ceritakan dengan kak Nuri siapa tau kakak bisa membantumu” Bujukku supaya Monic bisa menceritakan masalahnya, sebenarnya bukan masalah. Hanya proses remaja seorang anak gadis yang dulu pernah aku lalui tetapi belum kutemukan siapakah tersangkanya hingga sampai dengan saat ini.


“Memangnya kakak belum ngnatuk semua, nanti kena marah umi jika kalian besok pagi bangun kesiangan dan tidak sholat subuh. Lebih jelas lagi Monic yang kaan mendapat hukuman dari umi dan abi. Karena kak Nuri dan kak Nara pasti akan mengungkapakn dan menceritakan siapa penyebabnya” yang termasuk sebuah pertanyaan yang mengandung unsur ketakutan atas peraturan didalam rumah ini.


“Tidak akan” semangatku dan Nara dengan membuat huruf V dengan kedua jari tengah dan jari manis kami.


“Jadi dikelas Monic itu ada ketua kelas yang gendut dan hitam dan tinggi selalu memperhatikan kegiatan Monic. Dari mengingatkan tugas Monic, memberi minum jika setelah olah raga, takjarang membawa bekal double. Dan semua itu dia berikan dengan diketahui oleh orng banyak. Awalnya memang Monic menganggap isa diandalkan, tapi semakin kesini hal itu membuat Monic rishi karena teman-teman cowok yang lain mulai menjauh dan menjaga jarak. Tidak seperti biasanya. Jadi seolah dunia Monic hanya wanita semua dan hanya ada Dino saja didunia ini.” Sungut Monic


“Jadi namanya Dino, gimana tadi? Anaknya tinggi, item, gendut, ganteng dan perhatian….” Goda Nara tak hentinya


“Kak Nara jika tidak bisa memberi solusi kembali saja kekamar sana. Membuat aku ingin marah saja” kesal Monic kembali


“Ssssst malam-malam jangan rebut, nanti umi dan abi dengar. Kalian tahu khan apa yang akan terjadi di episode selanjutnya? Jawabku menengahi


“Jadi harus giman ni kak? Tanya Monic edngan menggerakkan mukanya kearahku dan bergantian ke arah Nara.


“Menurut kak Nuri begini saja, jika hal itu sudah sangat pribadi kamu harus berani menolaknya. Ingat dengan cara halus. Jika itu mengenai sekolah maka kamu ucapkan saja dengan kata terima kasih yang singkat dan tidak ada embel-embel yangmengarah untuk memberi harapan kepadanya.


*******


Jangan lupa


Like


Comment


dan tekan tombol love ya…

__ADS_1


__ADS_2