
Semua yang ada di muka bumi ini bisa berubah kapanpun sesuai dengan keinginan masing-masing. Jadi harus bijak ya pembaca setiaku.
Dengan menempuh waktu satu jam, sampailah kami ketempat tujuan. Dikarenakan ini hari libur maka banyak sekali laut dengan kerumunan orang-orang yang jelas dengan tujuan yang sama yaitu berlibur.
“Dek ambilin dompet ditas belakang, yang kecil warna coklat, sekalian ambilin uang warna biru buat tiket masuk”
“Tapi khan itu barang pribadi kakak, enggak sopan Nuri buka-buka”
“Kakak yang nyuruh… bawel!”
Langsung saja akau jalankan perintah dari komandan yang menyebalkan ini. Mataku terkejut dengan apa yang berada didalam dopet tersebut. Dimana disaana terpasang satu foto menyebalkan dan terjelek menurutku. Karena itu adalah foto jelekku saat MOS di sekolah SMK dahulu.
Sudha banyak sekali pertanyaan yang ingin kau lemparkan kepada pemilik dompet, tapi semua aku tahan karena sudah banyak antrian dibelakang motor kami.
“Kita sewa gubuk yang dekat dengan kantin ya, biar kalau haus atau lapar gampang mintanya”
“Terserah anda juragan”
“Ngapa juga sudah kambuh BTnya, lagi dapet?”
“Tauk ah gelap”
“Mana ada pagi bolong gini gelap”
Aku hanya diam dan memandangi keindahan laut ciptaan dari sang kuasa.
“Sampai…”
Aku hanya diam tanpa ada niatan untuk turun dari motor yang kami kendarai
“Turun bawel”
Dengan terpaksa aku turun dan langsung duduk digubuk sambil mengamati anak kecil yang main diarea waterboom yang tidak jauh dari gubuk kami.
“Diem aja, mahal tau beli materai buat mensyahkan julukan bawel di kamu dek”
Aku masih saja diam dan enggan untuk menjawabnya.
Karena terlalu asik dengan pemandnagan yang ada, kau tidak menyadari kepergiankak Nneggah untuk mencari es kelapa muda
“Nih diminum biar ngambeknya reda”
Tanpa menjawab perkataan kak Nengah aku menerima es kelapa muda dan menikmmatinya tanpa menghiraukan yang membawa.
“Dasar bawel tidka punya etika, bilang makasih kek”
“Iya terima kasih” jawabku singkat
“Dek udah dong ngambeknya. Kakak ngajak kamu kesini bukan buat nerusin ngambeknya tapi ngajak baikan dan membahas masalah kita dengan sejelas mungkin”
__ADS_1
“Kakak itu aneh bin nyata”
“Aneh gimana?”
“Ya semuanya yang ada di kakak itu aneh”
“Tapi ngangenin khan?” godanya sambil membuka sepatu yang dikenakan berikut sepatuku yang tidak aku hiraukan. Jelas saja itu menjadi satu keadaan dan pemandangan yangmembuat beberapa orang mengarah kepada kami
“Yah maklumlah, bawa bayi besar ya begini, untung saja makan enggak disuapin” ejeknya
“Terima kasih” jawabku kesal
“Ya sudah sekarang kita sudah disini, kita sampaikan semua unek-unek dan rasa yang kita pendam masing-masing. Ok. Tapi janji tidk boleh ada kata ngambek yang berkelanjutan”
“Baiklah jika kau memaksa anak muda” masih dengan jawaban ketusku
“Jadi harus kakak yang mulai duluan atau Nuri duluan?” tawarnya tenang dan penuh dengan keseriusan
“Nuri saja yang tanya duluan.”
“Ok siapa takut!”
“Pertama kenapa foto jelek bin aneh itu ada didompet kakak?”
“Buat koleksi sma nakutin kecoak dikosan kakak” jawabnya enteng
“Karena kaka suka sama Nuri dari waktu itu”
Dengan secepat kilat mukaku kuarahkan kepada pemilik pernyataan
“Terus kenapa kakak enggak bilang, jadi yang mengirimi Nuri coklat, boneka, surat, menjadi pennaggung jawab kelompok itu kakak semua?” cecarku
“Iya!” jawabnya singkat
“Kenapa serumit itu kak?”
“Tapi untuk bonek dan apa tadi? Surat! Itu mungkin dari penggemarmu yang pengecut”
“Tidak usah mengatai orang pengecut, kakak sendiri sama saja” semakin saja aku emosi menanggapinya
“Dek kakak akui dna jujur dan tidka aka nada yang akan kakak tutupi dari kamu. Kakak dari dulu memnag sudah suka dan sayang dengan kamu, tapi kita tidka bisaa ada ikatan dek. Kakak hanya bisa saying dan suka kamu dalam diam. Karena ada satu yang menjadi tembok penghalang yang sangat besar dan sangat kokoh” jawabnya langsung dan panjang lebar
“Apa kak, kalau memang itu penghalang? Kenaap selama ini aman-aman saja?
“Karena kita yang memaksakan dek. Kamu mau tau apa itu?”
Aku masih terdiam dan tidak menjawabnya, karena menurutku semua itu seperti rumus fisika yang banyak sekali lika liku tetapi jelas hasilnya
“Keyakinan kita dek, kakak tidak mau jika kita sudah terlau dalam dengan perasaan masing-masing tetapi pada akhirnya harus terpatahkan dengan sangat sakit.”
__ADS_1
Tiba-tiba otak kanan dan kiriku berkerja dnegan pintarnya. “kenapa semua itu tidak terfikir olehku, apakah karena aku yang masih dalam keadaan bucin-bucinnya dan menutupinya dnegan kebawelan dan kecuekanku” itulah yang saat ini kalimat yang nari-nari dalam benakku tetapi masih dalam kebisuanku. Sekaan mulutku tertutup rapat.
“Sekarang kamu sudah tau dengan apa sebenarnya perasaan kakak dan alasan kakak. Jaid kakak tanya ke Nuri, apakah ada penyelesaian yang bisa menyelesaikan dan memperjelas hubungan kita?”
“ Nuri enggak tahu saat ini kak, dan Nuri juga takut jika sudah menyangkut dengan maslaah keyakinan”
“Dek didalam keyakinan yang Nuri anut, ada kata murtad sama juga dengan keyakinan kakak. Dan semua itu ditentang dan tidak akan berjalan dengan baik. Pasti ada salah satu pihak yang dikorbankan, ada perasaan yang tersakiti, ada perawaan kecewa dari banyak orang. Sampai disini faham?”
“Jika kakak tahukeadaannya akanmenjadi serumit sekarang ini kenapa kakak masih terus memberi harapan ke Nuri dan perhatian ke Nuri. Kenapa kakak tidak menghilang saja dari dunia ini biar Nuri tidak sesakit sekarang. Bukan hanya Nuri yang sakit kak, tapi kita saling menyakiti dan menyiksa.” Rentetan petanyaan dan pernyataan yang beriring dan mencelos tanpa rem dari mulutku
“Suatu saat kakka akan pergi dari kamu, bahkan kamu sekuat apapun untuk menahannya tidak akan pernha bisa dan kakak tidak akan pernha kembali. Jiak sudh ada cowok yang tepat dan bisa menjaga kamu dengan baik”
Entah kenapa pernyataan itu seperti mengiris dan mencabik-cabik hatiku dan dengan sendirinya air mataku sudah membasahi pipiku. Iya aku mennagsi tanpa suara yang menurutku sangat sakit terasa.
“Sudah jangan nangis, kakak juga skait dek tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa.”
“Baiklah jika itu kejelasannya, mulai sekarang Nuri akan membiasakan diri untuk tidak memikirkan ini dan akan perlahan menjauh dari kakak. Akan Nuri anggap kakak hanya angina lalu dan sebuah kisah singkat yang harus Nuri lupakan”
“Jangan sekejam itu dek, kakak sakit dengernya. Kenapa kita harus dilahirkan dari keyakinan berbeda?” dengan menatapku dan menggenggam tanganku
“Tapi Nuri sakit kak, kita tidak bisa berlarut-larut dalam masalah yang sangat esar ini. Kakka sudah terlalu baik, Nuri sayang sama kakak, kenapa kakak tega buat keadaan seperti ini. Apa salah Nuri sama kakak? Semakin deras air mata yang mengalir disiang itu, meskipun sudah aku usahakan untuk menahan dan memberhentikannyatapi semakin aku menahan maka semakin deras air mataku yang keluar.
Terasa sanagt sesak bahkan kepalaku menjadi pusing. Apakah ini cinta pertama yang merasakan sakit dan mengandung air mata ketulusan? Ya Allah berikanlah jalan terbaik dimana tidak akanmelukai salah satu atau merugikan salah satu. Sampai nafasku terasa terhenti ditenggorokan karena sangat teramat menahan sakitnya
“Dek udah dong nangisnya, kita diliatin orang itu. Nanti dikira kakak jahatin kamu dek” bujuk kak Nengah
“Memang kakak sudah ngapa-ngapain Nuri khan, kakak sudah nyakitin Nuri”
“Iya kakak mengaku salah, tapi kakak tidak bisa menahan perasaan ini dek. Dimana letak salah kakak. Hanya keadaan dan lingkungan yang kurang tepat kakak menempatkannya. Kakak janji akan menjaga Nuri meskipun disuatu saat kita tidak bisa bersama.”
“Sudah ya jangan nangis lagi, memang berat untuk maju atau mundur. Kita sama-sama berusa untuk melakukan yang terbaik. Tapi kakak minta jangan langsung menjauh dari kakak. Itu sangat menyiksa dek. Kemarin satu minggu Nuri marah saja rasanya sangat sakit.”
“Sini senderan di pundak kakak biar kamu agak tenang dan bisa berfikir dengan jernih”
“Tapi janji enggak boleh macem-macem, nanti seperti difilm korea. Ujung-ujungnya kiss-kissan”
“Enggak kakak janji demi hyang widhi dan demi Allah nya adek, tapi pegang tangan boleh ya?”
Hanya aku jawab dengan anggukan dan pernyataan itu semakin sakit sekali, kak Nengah sangat menyayangi dan menghargaiku. Entah siapun jodoh kami berdua kelak ya Allah aku hanya ingin yang menjadi jodoh kami, sama besarnya saying dan menghargai seperti kami saat ini. Hanya itulah doaku saat ini.
*******
Jangan lupa
Like
Comment
dan tekan tombol love ya…
__ADS_1