Mawar Hitam

Mawar Hitam
Benci!


__ADS_3

Sudah satu jam yang lalu Abi pergi dan sekarang sudah jam satu malam tapi dia belum juga kembali, sedangkan Yara sedang duduk sedih ditepi ranjang kamarnya masih terlihat sisa air mata yang mengering di pipi nya yang putih. Setelah kepergian Abi, Yara menumpahkan emosinya dengan menghancurkan kamarnya yang kini terlihat berantakan dan sudah berpindah tempat, bahkan bantal dan guling juga tidak tahu kemana, seprai dan selimut sudah tak ada ditempatnya tergeletak dibawah lantai.


Gadis itu terdiam dengan wajah yang murung, memikirkan hidupnya dalam lamunan yang panjang. Beberapa saat kemudian terdengar suara ketukan pintu dan sautan panggilan membuat Yara bangkit dari duduknya keluar dari kamar menghampiri pintu rumah.


Dia membuka pintu itu dan betapa terkejutnya Yara saat tubuh besar Abi menindihnya membuat mereka terjatuh kelantai, tanpa aba-aba Abi mendaratkan bibirnya pada bibir Yara membuat Yara kalang kabut mendapatkan serangan dadakan itu beruntung kepala Yara dipegang Abi.


" Abi...mmm...mmm!" Yara berusaha untuk bicara namun Abi langsung ******* bibirnya saat terbuka dan langsung memasukan lidahnya.


Yara berusaha melepaskan diri dari Abi namun entah kenapa sangat sulit bahkan meraka masih saling berciuman, mungkin karena kehabisan oksigen Abi melepaskan ciumannya dengan terengah-engah hal itu tak di sia-sia kan Yara dia segera mendorong Abi sekuat yang dia bisa lantas berdiri hendak keluar tapi tangannya ditahan Abi. Yara yang ketakutan bingung mau berbuat apa? Secepat kilat Abi memeluk Yara dari belakang dengan mengunci pergerakan Yara dan dia segera mengunci pintu.


Yara hanya bisa menangis menahan perasaan takut pada dirinya, perbuatan kasar ini membuat nya gemetaran. " Abi...!" ucapnya tersedu sedu ketakutan. Yara masih memberontak mencoba melepaskan diri dari pelukan Abi, tentu saja Abi tak membiarkannya lepas dari peluk nya dan tanpa peringatan dia kembali ******* bibir Yara yang terbungkam rapat tak membiarkan Abi menjamahnya kembali.


Dengan cepat Abi berhasil menggendong Yara seperti bayi sedang Yara terus memberontak memukul dada Abi beberapa kali, bukan Abi yang merasa sakit malah Yara yang kesakitan karena dada Abi yang keras. Yara terkunci dalam dekapan Abi, tubuh mungilnya tak mampu menyamai kekuatan Abi.


" Aku mohon lepaskan aku..." ucapnya lirih memohon pada Abi, namun Abi tak menggubrisnya. Entah sedari kapan keduanya sudah ada dikamar lantai bawah, di atas kasur yang berantakan karena ulah Abi.

__ADS_1


Dengan satu kali sentakan Abi berhasil melepas baju Yara, Yara memakai baju tidur rok berwarna hitam berkancing sehingga mudah dilepaskan, sedang Abi yang tadi memakai kaos lengan pendek sudah kabur kemana baju itu hingga menampakkan tubuh atletisnya yang putih.


Abi sedang menjamah leher dan dada Yara, gadis itu menahan tangisnya, " Abi aku mohon jangan..." ucapnya tersedu sedu, dia sudah lemas karena perlawanannya tadi dan percuma dia bicara Abi tak mendengarkannya.


Abi mendongakkan kepalanya melihat Yara yang penuh air mata, dia mengecup kedua matanya " Aku sayang kamu !" katanya memebelai lembut wajah Yara. Entah itu perasaan yang sebenarnya atau tidak tapi kata orang alkohol itu jujur.


Yara bertanya tanya apa dia harus bahagia atau kah benci. Abi masih menatap Yara " Maaf !" ucap nya lagi membelai lembut pipi Yara. Yara masih terdiam bingung perasaanya masih tidak karuan. Ada apa dengan Abi ? dia pasti menipuku!


Abi masih menindih tubuh Yara, " Aku emang bodoh, aku emang nggak guna !" racaunya lantas menempelkan wajahnya di dada Yara yang terbuka karana bra yang entah kemana perginya membuat Yara hendak menyingkirkan nya tapi Abi memegangi tangan Yara " Biarkan seperti ini !" racaunya lagi.


Ya tuhan lepaskan aku...


Namun dia kalah dan tak mampu menahan diri untuk diam, " Abi kamu jahat...!" ucapnya tertarih-tatih seraya menjambak rambut Abi, " Ini hak ku, aku suami mu!" katanya dengan suara yang berat, Abi terus menjamah tubuh istrinya itu tanpa peduli dengan Yara. Ini baru permulaan.


" Tapi aku tidak sudi disentuh olehmu!" batinnya menggerutu namun mulutnya tetap saja bungkam.

__ADS_1


" Aku akan mengajarimu cara takut padaku!" batin Abi dia menyeringai jahat, Abi hendak membuka bagian bawah yang hanya tinggal satu lapis kain, ketika hendak membukanya Yara terus menghalangi Abi dengan tangannya, Abi pun mengunci kedua tangan Yara keatas sehingga Abi dengan leluasa mau berbuat apapun.


Yara sudah polos tanpa ada kain yang menempel pada tubuhnya, Abi hanya bermain dengan jarinya saja tanpa menuntaskan keinginannya padahal miliknya sudah sangat siap.


" Aku akan ajari kamu rasa takut Yara agar kamu patuh pada ku !" bisik Abi ditelinga Yara.


Yara melihat mata Abi yang tersenyum misteri " Kamu tidak akan pernah tahan dengan ku! Akan aku buktikan !" ujar nya tak kalah sengit disela sela nafasnya yang terengah-engah. Kamu akan selalu menjadi pembohong, lihat dan perhatikan bagaimana aku mengalahkan mu dipermainkan mu sendiri!


" Buktikan ! Aku akan dengan senang hati menerima nya!" tantang Abi masih dengan permainan jarinya. Apa yang dikatakan Yara benar Abi memang sudah tidak bisa menahan hasratnya karena sudah terlalu lama dia berlibur.


Yara mengganti posisi menjadi di atas, Abi pun tak menyangka sikap agresif Yara. Yara memulai dengan membelai dada Abi dan ternyata Abi menikmati itu, memberi satu tanda di tulang selangka Abi hingga timbul bekas merah, saking menikmatinya Abi sampai menutup mata. Yara tak menyia-nyiakan kesempatan disaat Abi lengah dirinya segera bangun dari atas Abi secepat mungkin lantas mengambil baju kaos hitam Abi yang tergeletak dilantai dan memakainya, dia mengalihkan perhatian Abi dengan kakinya yang nangkring di juniornya dan entah secepat apa diapun berlari kelantai atas meninggalkan Abi yang berteriak memanggilnya.


" Yara!!!!!!"


" Kamu pikir gampang !" ujarnya penuh senyum kemenangan didalam kamarnya di atas. " Kamu pikir aku mau disentuh sama kamu! akkhhhh dasar Abi jahat!!!!!"

__ADS_1


" Aku benci !!!!" umpatnya melempar semua barang yang dapat dia jangkau hingga mengenai kaca meja riasnya, menghancurkan kamar itu untuk kedua kalinya. Mengingat perbuatan Abi membuat amarahnya mendidih, " Enggak akan ada kata maaf untuk kamu !" setelah lelah menumpahkan emosinya diapun terduduk ditepi ranjang " Mama..." ujarnya lirih dengan air mata yang ikut menyertai lukanya, karena lelah Yara pun tertidur masih dengan kaos Abi.


Sedangkan Abi berdiri frustrasi dibawah guyuran shower air dingin " Kurang aja!!!" umapatnya kesal, tiba-tiba senyum terbit di wajah tampannya, " Aku juga bisa bukan kamu saja awas kamu !"


__ADS_2