Mawar Hitam

Mawar Hitam
Sawah


__ADS_3

pembaca yang baik hati. Maaf penantianmu harus lM. karena upnya tertunda. hari ini langsung diberi dua episode ya. maaf tugas negara yang membuat begini.


Semua yang ada di muka bumi ini bisa berubah kapanpun sesuai dengan keinginan masing-masing. Jadi harus bijak ya pembaca setiaku.


“Ku rasa hari ini sudah sedikit siang. Pasti dosennya akan segera masuk, sebaiknya aku nebeng saja dengan kak Nengah. Lumayan ada ojek nganggur.” Hatiku bermonolog sendiri


“Sudah tidak usah banyak berfikir, cepat naik. Dari pada kamu kana terlambat” paksa kak Nengah sambil menarik tanganku untuk segera duduk diatas singgasana dibelakng kemudinya sembari memakaikan helm dikepalaku. Karena rambutku bererser dengan santainya tangan kak Nengah menyibak rambutku supaya tidak menutup penglihatanku tak lupaa di tutup dengan senyuman termanisnya sebelum dia membalikkan badannya untuk melajukan motornya.


Ada getaran sesuatu didalam ruangan paling kecil yang tidak aku ketahui seberapa jauh dan terpencilnya didalam hatiku. Jelas hatiku juga terasa seperti marathon pagi yang tidak bisa aku ungkapkan dengan kata-kata rasanya seperti mau melakukan lompat jau dari dalam sana. “Ya allah perasaan apa ini. Mengapa kak Nengah begitu perhatian pagi ini. Apa hanya perasaanku saja” kembali hatiku bergibbah ria sendiri didalam sana. Dengan refleknya tanganku menepuk keningku, karena aku sudah berfikiran konyol.


“Kenapa dengan muka? Pakek manyun segala.”


“Tidak apa-apa kak, cuma gugup aja nanti pertama kali ketemu dengan dosenyang bagaimana”


“Dosen itu sama saja dengan guru saat kita sekolah dulu dek, hanya yang membedakan. Mereka hanya mengingatkan jika ada kesalahan ataupun kekurangan dalam tugas dan kehadiran. Tidak seperti di SMK dulu kita harus di kejar guru jika tidak masuk, tidak mengerjakan tugas, dan nilai tidak lengkap. Jika di kuliah ini kita dituntut mandiri. Jika tidak masuk ya nilai berkurang bahkan tidak lulus pada mata kuliah tersebut” Jelas kak Nengah yang sudah semester 5 saat itu. Jadi jelas saja dia sangat faham situasi saat kuliah, sementara aku selama ini hanya mendengar kesan yang baik dan kosong saja. Yaitu tentang banyaknya cowok ganteng dan banyak tempat nongkrong yang seru.


“Tumben kak Nengah memanggilku sengan kata apa tadi?”


“Dek! Emang kenapa? Tidak boleh. Itu hak ku mau memanggilmu apa. Mau dek mau anaconda mau blorong mau mulut cabe, tidak ada yang melarang. Faham!”


“Aneh aja, selama ini kak Nengah tidak pernah sebaik itu manggilnya. Tapi tunggu dulu, mengapa kak nengah tahu semua akan panggilan ku selama di SMK dulu ya? Atau jangan-jangan kak Nengah sering mengkepoi Nuri ya? Hayo ngaku!” rengekku memaksa pengakuan dari kak Nengah yang belum tentu benarnya itu sambil kedua tanganku mengoyak-ngoyak kedua sisi pinggangnya.


“Sakit dek, jangan main-main. Ini kita lagi dinotor. Kalau sampai kita terjatuh bagaimana?


“Kakak yang harus tanggung jawab”


“Idih diapa-apain juga belum sudah mau tanggung jawab aja! Kelakarnya


“Jadi harus nunggu ngapa-ngapain dulu biar kaka tanggung jawab?”jawabku polos


“Ya iyalah… ingat di kota ini banyak cowok brengsek. Maka kamu jangan sembarangan percaya dengan mereka. Banyak yang bermulut buaya dan bersikap sangat manis hanya untuk mendekati cewek pesek kayak kamu. Inget ya jangan mudah percaya, sekalipun itu teman dekatmu.”


“Termasuk sama kak Nengah juga maksudnya?”

__ADS_1


Bukan mendapat jawaban tetapi kak Nengah malah melajukan motornya agak cepat dan menyendalkan gas motornya sehingga helmku menatap helmnya. Itu sangat membuatkukesal dan kupukul pundaknya dengan sedikit keras. Karena sudah mengerjaiku.


“Mau Nuri tambahin lagi, seperti yang diajarkan senpai?”


“Makanya kamu jangan bawel. Kalau dinasehatin itu jawabnya iya kak, iya saying, iya mas atau apa kek yang mencerminkan wanita yang anggun seperti kartini!”


“Ya sudah kembali saja kak Nengah kezaman Kartini. Kok repot!” sengutku sambil mengembalikan helm kepada pemiliknya tanpa mengucapkan terima kasih karena hatiku sangat kesal akan apa yang dilakukan kak nengah tadi saat diperjalanan.


“Bilang makasih woy…” teriak kak Nengah


Kujulurkan lidahku sebagai ungkapan pelengkap kekesalanku terhadapnya. Yang dibalas dngan gelengan oleh pemilik helm.


*


“Selamat pagi saudara-saudari. Semoga kita dalam keadaan sehat semua. Baiklah sebelum kita memulai perkuliahan pagi ini kita akan saling berkenalan terlebih dahulu.


Perkenalkan nama saya Iqbal Mustofa M.Kom status saya single 5 tahun yang lalu insya allah istri saya cukup satu dan anak menuju ke 3 yang masih OTW proyeknya”


Seketika kelas menjadi riuh karena perkenalan dan pernyataan dosen tersebut yang kami anggap sangat friendly terhadap kami. Setidaknya itu menjadi pengalaman bagi kami untuk menjadi pribadi yang menyenangkan sehingga saat kita berinteraksi akan mudah dilingkungan luar sana saat kita sudah bermasyarakat nanti.


Mata kuliah pertama itu kami selesaikan dengan sangat baik dan menyenangkan tanpa kendala apapun. Ada jeda beberapa jam unutk berganti ke mata kuliah selanjutnya. Disitu kami saling berkenalan dan mencari teman masing-masing. Tanpa diduga aku satukelas dengan mis tempe. Mengapa aku menamainya miss tempe karena dia tidak suka makan tempe saat OSPEK kemarin.


“Eh kamu yang satu kelompok denganku kemarin khan? Tanyaku sok dekat unutk memulai mencari teman dikelasku


“Iya, kmau Nuri ya mbak tempe” jawabnya dengan senyum manis.


“ternyata dia bisa juga ramah denganku. Ku kira dia manusia sombong setengah abad” kembali hatiku bergibah


“Maaf ya kemarin memaang aku tidak suka tempe, tapi saat makan masakanmu sepertinya aku bisa memulai berkenalan dengan makanan itu” ucapnya meminta maaf


“Iya tidak apa-apa. Salwa khan namamu?” yang dibalas anggukan dan senyuman cantiknya


Dari situlah aku memulai persahabatan dengan Salwa cewek paling cantik dikelasku. Semua berlalu dan berjalan dengan apa adanya. Tidak jarang Salwa isitrahat di kosanku dengan membawa motornya karena malas segera pulang kerumah. Salwa anak satu-satunya. Orang tuanya akan tiba dirumah petang karena bekerja diluar kota sebagai Pegawai Negri Sipil. Dia hanya tinggal pengasuhnya. Itu yang membuatnya seringkesepian. Sedangkan menurutnya dia sudah bosan jika harus nongkrong. Ada titik jenuh untuk kegiatan itu.

__ADS_1


Apa? Pengasuh. Biarkan saja rang kaya mah bebas.


“Nuri kapan -kapan menginap dirumahku yuk, kalau kita libur. Sekalian menemaniku. Orang tuaku tidak keberatan jiak ada temanku menginap karena rumahku kaan terasa ramai.” Tawar Salwa


“Wah kalau itu aku belum berani, nanti kau izin dengan orang tuaku dikampung dulu dan dengan pakde dan bude penjaga kosan ya.”


“Kenapa harus izin. Kita khan sudah besar. Yang penting kita tidak aneh-aneh” tanyanya heran


“Didalam keluargaku terbiasa melakukan hal itu cantik. Karena kitakhan anak perempuan jadi sangat berbahaya jika kita keluar rumah jika tidak diketahui orang tua kita atau wali kita yang tinggal dilingkungan kita”


“Wah pola pikirmu masih sangat ndeso ya, tapi tak apalah, menarik seperti itu. Malah aku ingin sesekali seperti itu. Tapi kedua orang tuaku emndidikku tidak seperti itu. Makanya aku terkadang merasa ada tapi tidak ada” penjelasan yangmengandung kesedihan menurutku


Aku hanya terdiam, karena jika aku melanjutkan bertanya akanmembuat Salwa sedih. Mungkin akan aku tanyakan kemudian hari jika kami sudah semakin dekat.


“Kapan-kapan akum au dong ikut kamu pulang kampung” tiba-tiba Salwa memberi ide


“Kamu yakin mauikut aku pulang kampung, mana betah. Dikampung itu sepi tidak seeramai disini. Pemandangannya bukan laut, mall, tempat nongkrong yang seru tapi Cuma ala-ala, sawah, kebun. Kamu mau?”


“Wah seru banget itu ke sawah ke kebun, aku dulu waktu TK harus membayar untuk berwisata kesawah atau kekebun.” Kenangnya


“Baiklah akan aku ajak kamu, tapi dengan syarat aku dan kamu harus izin dulu kepada kedua orang tua kita masing-masing.” Kesediaanku dengan mengajukan syarat.


“Asyiapppp”


Waktu kuliah selesai, kamipun keluar ruangan. Dan menuju gerbang kampus untuk kembali ke istana kami masing-masing (sssttt doa adalah harapan dan semoga menjadi kenyataan. Jadi diaamiinkan saja ya).


*******


Jangan lupa


Like


Comment

__ADS_1


dan tekan tombol love ya…


__ADS_2