Mawar Hitam

Mawar Hitam
Dua Lembar


__ADS_3

“Menurut kak Nuri begini saja, jika hal itu sudah sangat pribadi kamu harus berani menolaknya. Ingat dengan cara halus. Jika itu mengenai sekolah maka kamu ucapkan saja dengan kata terima kasih yang singkat dan tidak ada embel-embel yang mengarah untuk memberi harapan kepadanya.


“Misalnya” tanyanya


“Misalnya jika Dino membawa bekal untukmu, tolak secara halus jika dirimu sudah sarapan dirumah. Dan jika dia mengingatkan tugasmu maka jawab saja “terima kasih” dan jangan sampai ada embel-embel yang memberinya harapan” Saranku


“Satu lagi Monic, yang hampir terlewat. Jika dia memberimu sebuah minuman kamubawa saja minuman sendiri. Jadi temanmu akan melihat bahwa dirimu bukan siapa-siapa Dino. Karena sikapmu selalu menerima kebaikan dari Dino maka temanmu yang lain menganggapmu adalah pacar dari Dino. Amaka kamu masih bebas berteman dan bergaul dengan siapapun meskipun itu tidak akan instan dan tidka secepat kamu buang angin” Imbuh dari Nara menasehati Monic malam itu.


“Ingat Monic harus menggunakan sikap dan kata yang soapan untukmembatasi sikap Dino terhadapmu. Supaya tidak melukai dn menjaga perasaanya.” Tak kalah aku mengingatkan


“Baik kak, Monic mengerti sekarang. Nanti akan kucoba. Semoga berhasil.”


“Ya sudah kamu sekarang tidur, dan semakin semangat belajarnya. Supaya bisa mengejar cita-cita. Ingat kita harus bisa membahagiakan dan membanggakan umi dan abi.” Perintahku


Aku dan Nara kembali ke kamar tidur dan disambut oleh goyang ngebor dari si remboku.


Sudah banyak sekali chat yang aku terima baik dari teman-teman SMP, SMK dan temanku sat aku mandi dirigasi ketika masih SD.


Semuanya membahas dan akan menyambut kedatanganku dikota. Dengan serunya kami bercerita tanpa memikirkan waktu untuk tidur. Karena aku merasa sudah tidak ada beban untuk sekolah besok paginya. Jempolku dengan gesit seperti jacky chan beraksi dan diatas layar androidku.


Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan waktu 01.00 pagi. Karena aku sudah merasa lelah dmeskipun sebenarnya mataku belum terasa mengantuk. Jadi aku putuskan untuk menghilang dari dunia permanusiaan menuju alam bawah sadarku menemui actor favorite ku.


Baru saja beberapa menit aku memejamkan mataku ada sebuah panggilan video dari nomer yang asing dengan aku simpan dengan nama penggemar rahasia locknut. Kubiarkan saja bergetar memanggil. Jika dia memang berniat untuk menghubungiku mangapa tidak siang tadi saja, dan pasti akan menghubungiku tidka hanya cukup sekali.


Sesuai dengan kalkulasi yang aku buat, ternyata nomer itu memanggilku kembali;. Dengan berat hati dan rasa penasaran yang masih membumbung tinggi maka aku anggkat saja panggilan itu untuk kesekilan kalinya. Setelah mengirimiku pepsan bahwa dia tahu bahwa aku belum tidur.


“Hallo….”


“Hallo manis” jawab orang disebrang sana


“Mau apa? Apa enggak ngantuk jam segini gangguain orang istirahat!” ketusku

__ADS_1


Aku anggap enggak, buktinya dengan sukarela kamu mengangkat telfon dariku”


Tak kalah menyeballkan jawaban orang disebrang sana.


“Sebenarnya kamu ini siapa, ada perlu apa, mau apa, dari mana, dan ada masalah apa? Jika aku tanpa sengaja membuatmu marah, tersinggung dna merasa dipermalukan aku minta maaf. Jadi jangan menerorku lagi seperti ini” Mohonku


“Bisa kena pasal perbuatan tidka menyenangkan kamu ini, karena semua ynag kamu tuduhkan itu tidak ada yang benar.” Jawab suara dari sebrang sana


“Kamu itu ngeselin banget ya” Semakin aku kesal


“Kesel sama orangnya, tapi sama bonekanya enggak khan. Dibawa tidur, ditaruh dietalase, dan dijemur setiap minggu.” Selidiknya kembali.


Tanganku menutup mulutku karena terkejut. Dari mana orang itu tahu tentnag boneka itu. Boneka itu ada lelbih dari satu lusin yang kuterima selama 3 tahun aku sekolah SMK yang aku dapat dari penggemar misterius itu. Karena saran dari teman-temanku untuk tidak membuangnya karena bonek itu bagus dan mahal semua. Jadi ku ikuti saran dari teman-temanku untuk mengkoleksinya. Salah satunya aku menyimpan dirumah. Tentu saja mendapat pertanyaan dari orang rumah. Ku jawab dengan kebohongan tentunya. Aku katakana itu hadiah dari teman saat aku ulang tahun, di beri sisil oleh2 dari jalan-jalan dn sudah banyak kebohongan dari umiku untuk boneka tersebut. Tapi setelah boneka ke tujuh aku sudah berani jujur kepada umi karena boneka yang aku terima semakin besar. Dan tidak mungkin jika orang lain memberinya secara percuma jika tidak ada maksud apa-apa. Saran umi pada saat itu adalah untuk menjaga dan menyimpannya dalam keadaan bersih. Karena jika sewaktu-waktu diketahui orangnya maka masih bisa dikembalikan dengan baik. Disaat kau melakukan kegiatan tersebut tidak jarang dengan keisenganku memajangnya di akun medsosku untuk dijual online atau aku hanya memamerkan kegiatanku disaat aku libur sekolah. Aku rasa netizenku satu ini memantau beberapa kegiatanku dari medsosku yang membawa berkah terkdang membawaku dalam sedikit masalah.


Itulah kisahnya maka aku selalu menjemur boneka tersebut dan menjaganya supaya selalu dalam keadaan baik.


“Dari mana kamu tahu masih merawat boneka pemberian darimu. Bonek jelek dan tidak aku sukai itu. Jika tidaka ada beban untuk mengembalikannyakepadamua tidak sudi aku merawat bonekamu itu.” Makiku dalam kesal.


“Gini ya, kalau kamu memang benar-benar laki sejati maka kamu tampakkan batang hidungmu kepadamu. Apakah kamu memang benar ada dan masih menapak di bumi!” pancingku kepada pengagum locknut ku itu. “kita lihat apakah umpanku akan dimakan oleh sang ikan” fikirku berspekulasi sendiri.


“Baik, siapa takut. Karena sekarang juga sudah waktunya kurasa untuk sang pendekar turun gunung.” Tak kalah jawaban dari seberang sana menyambut tantanganku.


“Ok, karena minggu depan aku sudah tidak disini lagi, maka temui kau di klinik Bambang besok sore. Berani tidak?” tantangku


“Kenapa harus diklinik Bambang cantik, masih banyak tempat lainnya yang romantic?” protes dari sebrang sana


“Karena disana aku akan menghajarmu habis-habisan karena sudah beraninya mengerjaiku dan membebaniku untuk mengurusoi bonek busukmu ini.” Emosiku belum menurun juga.


“Akan kau temui kamu dilokasi kamu latihan tae kwon do besok sore. Sampai ketemu cantik” jawabnya santai dengan menutup sambungan telfon.


“Dasar kurang ajar, mematikan telfon seenak jidatnya tanpa pamit. Seperti j…….ng saja datang tidak dijemput pulang tidak diantar.”

__ADS_1


Dengan perasaan kesal dan emosi, aku melanjutkan tidurku yang sempat tertunda sebelumnya.


Sesuai kesepakatan yang telah kami buat semalam, tanpa aku khawatir karena rasa penasaranku sudah menguasai seluruh area muka bumi ini. Jadi aku putuskan menemuinya sendiri. Selain ini menjadi urusan pribadiku, disana juga ramai orang yang sedang latihan. Jika sewaktu-waktu aku membutuhkan bantuan sudah banyak orang yang siap membantuku disana.


Dalam latihanku aada rasa yang mengganjal dalam hatiku, kenapa penggemar rahasiaku belum juga menampakkan batang hidungnya. Apakah dia hanya seorang yang iseng saja. Tapi mengapa harus banyak mengeluarkan modal. Karena aku tahu, harga bonek yang aku terima yang paling kecil harganya adalah seharga dua lembar mawar merah.


“Ya sudahlah jika memang penggemar lucknut itu tidak ada etikat baik untuk menemuiku. Maka anggap saja boneka barnag titipan dari seseorang yang akan mengambilnya suatu saat. Maka barang tersebut harus tetap aku jaga dengan baik.”


Dari kejauhan ada sepasang telinga yang mendengarkan derap langkah dan ocehan dalam desisanku karena kecewa ada seseorang yang tidak menepati janjinya. Ada senyum tipis yangterangkat dari sudut bibirnya. Entah dari segi mana dia bisa tersnyum. Pakah karena keberhasilan dapat mengerjaiku ataukah karena kagum terhadap yang diamatinya.


“Sebaiknya aku tidak menemuinya sekarang, kau rasa sekarang belum saatnya mulut cabe itu mengetahui siapa pengagum lucknutnya. Jaga dirimu baik-baik manis, aku kan kembali jika saatnya tiba.” gumamnya dalam hati sambil melangkahkan kakiya untuk pergi meninggalkan lokasi perjanjian sore itu.


*


Tanpa terasa tibalah waktunya untuk keberangkatanku untuk ke kota dengan tujuan menjadi seorang sarjana sesuai cita-citaku.


Keberangkatanku ke kota ditemani oleh keluarga dan memakai mobil uwakku. Karena banyak sekali barang bawaan yang harus kami bawa dab persiapkan.


Dengan menempuh waktu hampir setengah hari sampailah kami ditempat tujuan.


Disebuah rumah kostan yang terkhususkan dengan penghuni wanita saja dan bertuliskan laki-laki dilarang masuk. Itu sangat sesuai dengan harapan dan pilihan abi. Siapa laki makelar yang memilihkan jika bukan teman sekaligus tetanggaku yang sudah dlu dikota karena sekolah SMA mereka memang dikota. Tidak seperti aku yang didesa.


*******


Jangan lupa


Like


Comment


dan tekan tombol love ya…

__ADS_1


__ADS_2