
Masa ospek kamipun tiba, dengan seragam hitam putih, kaos kaki belang seperti biduan dangdut, rambut yang terkepang seperti orang gila dan tidak lupa dengan papan nama yang tergantung dengan besar dan bangga didada kami masing-masing yang mana para calon mahasiswa berkumpul diaula kampus pilihan kami.
“Selamat pagi”
“Pagi kakak yang tampan dan cantik”
“Bagus”
“Apa kabar?”
“Luar Biasa”
Itulah kata-kata permulaan untuk pembuka ospek kami pagi ini.
Seperti kegiatan MOS disekolah SMK dulu, ada saja kakak tingkat yang mencari celah untuk mencari celah mengerjai kami dan memberikan hukuman untuk kami yang tidak patuh tata tertib.
Dalam kelompokku terdapat 25 anggota yang terdiri dari 15 wanita dan 10 laki-laki. Yang semuanya belum pernah aku lihat dan bertemu. Bagaimana dengan teman SMP dan SMKku dahulu. Unutk teman SMPku melanjutkan di kesehatan sedangkan teman-teman SMK ku dahulu melanjutkan keluar pulau. Jadilah kau terdampar di kampus ini sendir bersama Anton dan Ugi yang mengambil urusan dibeda fakultas dan beda kelompok juga.
Kakak tingkat yang memegang setiap kelompok ada tiga orang temasuk kelompok kami. Dalam kelompok kami sudah pasti ada saja kegiatan yang baru kami lakukan, mulai dari perkenalan diri bertukar nomer telfon dan berselfi. Serta tidak lupa mengunggahnya dimedsos kami masing-masing.
Disinilah jati diri dan kekompakan dibangkitkan kembali, tentu saja dari dua puluh lima manusia itu ada saja yang sikapnya membuat pusing kepala. Mulai dari si jutek, si pendiam, si periang, sis ok cool, si royal, si pelit, dan lainnya sudah terkumpul menjadi satu.
Ketika kami sedang serunya memperkenalkan diri datang saatu orng kakak tingkat yang memakai almamater dengan bertuliskan dewan BEM dengan memakai masker dan aku merasa tidak asing dengan sosok itu.
“Maaf karena saya tadi ada urusan sedikti jadi saya terlambat masuk dalam kelompok kalian”
“Ya kaka yang tampan jawab kami serempak”
“Kamu kenapa nengkleng begitu jawabnya, belum sarapan!” sentaknya dengan keras sehingga membuat satu kelompokku menoleh kearahku semua
“Siap sudah kak” jawabku tegas. Karena mengetahui siapa kakak tingkat yang memakai masker yang sangat aku kenal suaranya. Siapa lagi kalau bukan kak Nengah yang supe nyebelin di SMK ku terdahulu.
Kegiatan pada umumnya adalah kami membuat yel-yel dan melatih kekompakan untuk dilombakan saat berkumpul di aula nantinya.
Selesai sudah yel yang kelompok kami buat dengan gerakan konyol sebagai pemoles keseruan dalam kelompok kami.
__ADS_1
“Baiklah adik-adik sekarang waktunya kalian membuka bekal kalian dan bertukar dengan teman-teman satu kelompok. Apapun yang kalian dapat harus dimakan dan dihabiskan. Mengerti?!”
“Siap kakak tampan dan cantik”
Meskipun melawan hati nurani kami tapi itu suatu kewajiban untuk kami ucapkan. Bekal kami sudah tertukar sesuai dengan instruksi yang diberikan. Dan terjadilah insiden yang membuat kami tercengang dan mengelus dada.
“Izin kak, saya tidak mau menerima bekal ini karena saya tidak terbiasa memakannya”
Sontak saja kami melihat semua kearah sumber suara dan melihat apa isi bekal dibalik kotak nasi yang kami bawa.
“Tidak ada penolakan dan kamu harus menghabiskannya”
“Jika aku tidak mau bagaimana” tantang dari anggota kami
“Kamu anak baru dikampus ini tapi tingkah dan gayamu sudah seperti artis saja. Kamu tau Luna Maya, artis secantik itu saja tidak merasa beban hanya untuk makan tempe. Jadi habiskan sekarang bekal yang kamu terima dan saya tidak mau mendengar ada penolakan atau alasan apapun dari kalian.” Gertak kan Nengah
Setelah aku melihat dan memperhatikan bekal yang berada di tangan Salwa adalah bekal yang aku buat tadi pagi. Nasi dengan sayur tumis bayam dengan tempe semur. Ada perasaan bersalah dan sedikit minder dariku. Karena memang yang aku perhatikan hanya bekal dariku yang paling sederhana.
“Salwa jika kamu tidak keberatan, kembalikan saja bekal itu kepadaku jika kamu tidak terbiasa makan tempe” bisikku ke Salwa
Dengan tatapan sini Salwa memakan dengan paksa bekal yang aku bawa dan mengunyahnya dengan setengah hati. Meskipun demikian, aku merasa lega karena Salwa memakan bekalku sampai habis. Meskipun sangat lama dan tentu saja dari awal sampai akhir mimic wajahnya tidak lepas dari terpaksa. Setidaknya perutnya tidak menolak bekalku.
Kegiatan ospek hari pertama kami hari ini berakhir dengan sangat melelahkan. Dengan langkah gontai kami melangkahkan kedua kaki kami menuju lapangan parkir, sedangkan yang berjalan kuda kaki melangkahkkan langsung keluar gerbang.
Saat aku melewati lapangan parkir, aku melihat Salwa memasuki mobilnya. “wah pantas saja tidak suka makan tempe, kendaraanya saja bukan kuda kaki tapi kuda besi” argumenku dalam hati dengan tidak menganggap lalu lalang mahasiswa baru yang masih belum resmi itu termasuk aku diantaranya.
Sangat indah pemandangan langit sore itu, yang membuat aku sangat menikmati dengan semilir angin yang menghempaskan rambut ikalku yangmasih dalam keadaan dikelabang dan kuncir slebew 😆
Tidak terasa dalam waktu 15 menit kakiku selesai mengukur trotoar dengan diakhiri dengan sampai didepan pintu gerbang kosan.
“Assalamualaikum pakde, Nuri pulang”
“Lesu sekali mukanya ndok, kakak tingkatnya banyak yang ngerjain ya” tanya pakde penjaga kosan
“Ya begitulah pakde, tapi tetap seru”
__ADS_1
“Tidak apa-apa ndok namanya juga penyesuaian, nanti juga lama-lama akan terbiasa dan mendapat pengagum yang bisa antar jemput sampeyan ndok” yang aku rasakan itu sebuah nasehat, godaan dan petunjuk.
“Pakde ini ada-ada saja, mana ada yang mau sama Nuri pesek dan cerewet seperti ini. Ugi dan Anton saja terpaksa karena aku sebagai radio hhidup bagi mereka” tukasku berseloroh membalas pakde
“Yang sabar, nanti pasti ada yang bisa menerima kamu dengan apa adanya. Nanti kalau sudah berbaur dengan teman baru pasti akan bisa beradaptasi dengan hal yang baru. Anak pakde dulu juga seperti kamu tapi lihat tu mbak Ayu sekarang sudah pintar dandan dan cantik.” Ikut bude yang sedang membersihkan halaman kosan dan menguping pembicaraan kami.
“Yang benar bude? Mbak Ayu dulu pesek dan cerewt seperti Nuri? Tanyaku antusias
“Iya cah ayu, hanya bedanya mbak Ayu tidak pesek” Senyum bude kosanku
“Wah bude, kalu gitu ceritanya mbak Ayu memang sudah cantik dari lahir”
“Siapa yang menyebut nama Suketi……? Dengan nada yang dibuat seram dan dibuat-buat
Kedatangan mabak Ayu anak pakde dan bude penjaga kosanyang kebetulan satu kampus denganku. Hanya dia sudah semester 5 saat ini.
“Eh ada Nuri, capek ndok? Sana istirahat saja. Jika kamu meladeni pakde dan bude tidak akan habis satu kitab” seloroh mbak Ayu orang yang sedang kami bahas.
Mereka membiasakan dengan memanggil sebutan ndok jika lebih muda dari usia mereka dan memanggil sebutan mbak jika usia diatas mereka. Hal tersebut yang membuat kami merasa nyaman berbaur dengan keluarga penjaga kosan tersebut. Sebenarnya pakde dan bude mempunyai rumah sendiri, akan tetapi karena kosan itu milik dari kakak pakde yang sekarang juga menetap di Jogya maka mereka diberi tugas untuk menjaga dan merawat kosan yang aku tempati saat ini. Sedangkan rumah mereka dikontrakkan kepada orang yang sudah berumah tangga.
“Iya ini mbak, capek. Nuri masuk dulu ya buat bersihin badan dan isitirahat. Ini sudah bau asyem semua” pamitku sambil membau kedua lenganku yangmemang sudah bau asyem kuadrat saat itu.
Serasa mendapatkan tiket umroh bisa istirahat dengan nyaman dan tenang dengan tanpa gangguan dari rentetan cerita dari Nara, terikan dari Monic yang meminjam alat tulis, rengekan dari Gibran yang mengajak kewarung untuk membeli jajan serta serbuan dari Argo yang melarikan diri dari omelan umi.
Nyaman memang yang kurasakan, tapi lebih besar rasa kesepian yang aku nikmati. Karena berjauhan dari mereka semua. Apalagi dengan umi dan abi. Orang yang paling cantik dalam hidupku dan cinta pertamaku tentunya yang tidak akan pernah berhianat.
Sudah jauh cerita tentang Nuri tapai mengapa belum ada kisah cintanya ya reader?
Tenang saja mohon bersabar, diepisode selanjutnya akan dibuat nangis Bombay dengan kisah cinta Nuri similikity weleh-weleh seperti ucapan dari pakde kosan untuk budeku jika merek ada perdebatan yang kami anggap sebuah kelucuan.
*******
Jangan lupa
Like
__ADS_1
Comment
dan tekan tombol love ya…