
selama 3 jam perjalanan mereka lalui.. akhirnya mereka pun sampai ke tujuan mereka..
"akhirnyaaaa.... " teriak jay
"kenapa jauh banget sih pak.. ngapa gk sekalian di Belanda aja" celoteh jay ke guru pembimbing mereka..
"kamu ini jay gk ada sopannya dgn guru.. " cetus gea
"ayuk mel kita dirikan tenda.. gabung dengan anak yg lain.
melif mengangguk dan pergi tanpa pamitan dgn Nico lagi.. ken dan jay melihat itu
" kalian bertengkar "tanya jay
"gk tw" dia pun pergi meninggalkan jay dan ken yg sedang mebingungan.
"ada apa dengan nya.. apa aku membuat kesalahan.. atau dia ada masalah..
huuhhhhh... kamu kenapa sih Mel.. kenapa kamu belum mau terbuka dengan aku.. apa aku tak ada artinya untuk kamu. " batin Nico sambil melamun.
"heh benteng.. kesini bantuin kita.. jgn melamun aja dari tadi." panggil jay karna dari tadi dia dan ken saja yg memasang tenda mereka.. sedangkan yg lain sudah pada siap..
"ckkkk... berisik banget sih lo.. dan lagian... kenapa lo manggil gwe benteng, kapan gwe pernah nyeruduk lu.. " kesal Nico sambil membantu ken yg sedang mengikat tali tenda mereka.
"yakkkk bawel dia... kesambet apa lo?? " gurau jay..
"heheheh elo memang gk nyeruduk gwe.. tapi tadi di bis.... "sambung jay dan sengaja menggantung ucapannya.. dia mau melihat reaksi Nico
"tadi bis kenapa" Nico belum menyadari maksud ucapan jay..
jay hanya menaik turunkan alisnya supaya Nico menebak apa yng sudah di lihatnya..
dan seketika mata Nico tiba tiba mrmbulat dan langsung menatap tajam jay...
"aaaaaaaaa itu dia" seakan jay tau apa yg dipikiran nico.
"Aaaaa brengsek ni anakkkk. " Nico mengejar jay karna jay ternyata melihat saat dia dan melif tadi berc*****.
mereka pun saling berkejaran mengelilingi tenda** ana disana.
"heh kalian.. jgn berlarian.. nanti tertumbur teman kalian.. " marah pak pebimbing
tapi jay dan Nico tak peduliin sampai Nico mendapatkan jay.. dan di bawa nya dibawah pohon menjauh dari orang**
hal itu dilihat melif dan yg lainnya..
"tumben Nico meladeni si kunyuk " kata gea..
tapi melif hanya mengangkat bahunya tanda dia juga tidak tau..
"kalian bertengkar?? tanya gea lagi..
" enggak kok..
"terus lo ngapa kayak bertengkar gitu.. lo lagi marah sama dia.. atau dia lagi marah sama lo..
" gk ada apa-apa gea.. gwe cuma lagi gk mood aja untuk ngomong.. "jelas nya.
" gwe masuk dulu ya"pamit melif untuk masuk ke tenda.
dan diangguki saja dgn melif.
.....
"lo lihat ya" Nico langsung to the point
__ADS_1
"hehehe gwe gk sengaja co.. Tiba-tiba gwe noleh ke samping gwe lgsung melihat kalian ber...
jay tidak sempat menghabiskan ucapan nya karna Nico menutup mulutnya.
" suuuuuuutttt.. diam.. jgn lo ucapkan..
jay mengangguk tanda setuju
"apa gara gara itu dia cuekin lo" sok mikir jay
"maksudnya.. " tanya Nico tak paham
"apa dia gk suka cara lo cium dia..
" maksud lo gwe payah dalam ciuman.. "kaget Nico
" bisa jadi.. karna lo baru pertama kalikan..
Nico mengangguk cepat..
"apa gwe segitu payah nya maka dia kayak marah.. tpi kan dia udah berubahnya sebelum itu.. " pikir nico
"heh kalian main tinggal tinggal aja.. ada apa sih..
" tenda udah selesai "tanya jay alih jay
" udah lha.. untung ada gea dan melif bantuin..
"apa... jadi mereka yg bantuin lo.. " tanya Nico kaget
"iya la.. kalau nggak mana selesai belum.." sewot ken
"jadi mereka dimana" tanya Nico
"udah balik lha ke tenda.. kalian ngapa sih dari tadi jiga gwe tanyain..
"ada apaan tu anak" tanya nya ke jay..
jay hanya mengangkat bahu nya dan mengikuti Nico.. ken pun mengikuti mereka
selama kemah tersebut.. melif hanya banyak diam saja.. Nico pun tak tahan lagi untuk memaksa melif untuk menjawab kenapa dia diam terus.
akhirnya melif mengatakannya.
"aku ditunangkan" singkatnya datar..
jelas Nico terkejut.. kini... mereka berdua sedang menjauh dari anak anak karna Nico ingin tahu kenapa melif seperti menjauhinya.
"dengan siapa, apa ini alasan kamu menjauhi aku.. terus aku gimana?? Tanya nya datar juga
" dengan anak rekan bisnis daddy"jawab melif jujur dan menundukkan kepalanya karna tak sanggup menatap Nico..
"apa kamu menyetujui nya.."
"aku sudah menolaknya..aku katakan aku tidak kenal apalagi cinta dgnnya..tapi mom and dad terus memaksaku...mereka bilang cinta akan datang dengan sendiri nantinya... aku gk tau lagi bagaimana jelaskan kepada mereka..
Nico terdiam...dia tak tau harus apa sekarang..
dia pun oergi tanpa mengatakan apa apa ke melif..
"huffftttt.. " melif menghela nafasnya dan beranjak pergi juga.
"kenapa sakit sekali.. apa yg harus ku lakukan.. aku tak mau kehilangannya.. " batin Nico
"apakah dia tidak mencintai ku.. apa dia tidak mau berjuang bersama ku.. apa aku akan kalah sebelum berjuang.. " pikiran nya berkecamuk..
__ADS_1
"nic.. lo gk papakan.." dipegang bahunya org selama ini yg begitu dia sukai..
"gwe gk papa" dilepas nya dengan kasar tangan itu..
"nic.. dia itu gk cinta sama lo.. selama ini hanya gwe yg selalu setia sama lo.. hanya gwe yang cinta ama lo co.. kasi gwe kesempatan.. " teriak kelly.
Nico pun berbalik lagi ke arah kelly
"lo mau gwe beri kesempatan?? tanyanya
dan dibalas anggukan semangat dengan kelly.. akhirnya dia ada kesempatan untuk dekat lagi dengan Nico.
" baiklah.. gwe beri waktu seminggu ke lo., kalau gwe gk ada juga perasaan sama lo.. lo harus jauh jauh dari gwe.
kelly pun langsung memeluk nico.. dia sangat bahagia karna perasaannya sekarang diterima Nico.
melif melihat itu dengan datar.. "ternyata dia dengan mudah berpaling." terus dia pergi meninggalkan Nico dan kelly yg sedang berpelukan.. padahal dia tadi mengejar Nico mau mengatakan kalau dia ingin memperjuangkan nya.. tapi apa yg dilihat nya..
tak lama Nico langsung melepaskan pelukan kelly saat dia melihat kalau melif sudah pergi.. ya.. dia sengaja membiarkan kelly memeluk nya supaya melif melihat itu.. apakah melif cemburu kalau melihat nya sama dengan perempuan lain.
"gwe rasa Nico gk kayak gitu kok mel" pasti ada kesalah pahaman antara kalian
melif menceritakan ke gea tentang semua yg mereka hadapi ini..
"enggak ge.. aku lihat sendiri mereka berpelukan dan Nico mau memberi kesempatan ke kelly. "
"hahhhh sudah lah.. kepalaku pusing.. masalah seperti ini terlalu berat untuk dikonsumsi untuk gwe..
" jalani aja sekarang.. aku mau fokus nyelesain sekolah aja dulu.."diusap wajahnya dengan kasar.
"iya mel.. ntar gwe bantuin lo tanyain ke Nico..
melif cepat cepat menoleh ke gea..
" gk usah ge.. kalau memang dia suka sma aku dia pasti perjuangin.. lagian kami juga terlalu muda untuk membahas hal seprti ini.
"lagian kami baru hanya tunangan.. dy mau nunggu aku sampai selesai kuliah katanya.. kita liatin aja.. seberapa tahan dia.. palingan satu bulan udah gk tahan..dia kan udah dewasa.. dan saat itulah aku akan memutuskan hubungan kami" ucap yakin melif.
"terserah lo aja mel.. yg penting nanti lo bisa jelasin ke Nico kalau memang dia gk ada salah sama lo..
" hm baiklah..
malam itu mereka duduk mengelilingi api.. ada yang bermain gitar dan bernyanyi.. ada yg main HP.. dan ada yg ngegosip..
saat ini Nico sedang duduk berdekatan dengan kelly.. dan itu membuat ken dan jay terkejut.. "ada apa nhi anak, otak nya konslet. " batin mereka berdua
melif hanya menatapnya datar..
drrttt ddrrrttt..
"hallo.." dia mengangkat telpon nya sambil terus menatap Nico dan kellly..
"beneran kak.. " senyum nya sumringah.. dia pun akhirnya berdiri dan menjauh dari teman teman nya.. dan itu pun tak luput dari pandangan Nico..
"siapa yg menghubungi nya itu.. kenapa dia tampak senang sekali.." gumamnya curiga.
"apa itu cowok yg akan ditunangkan dgn nya..
" ada apa nic"tanya kelly lembut karna mendengar sedikit Nico yg bergumam..
"gk papa.. "katanya datar..
"tunggu kakak pulang ya.. kata orang yg menelepon melif
__ADS_1
wah siapa ya yg menghubungi melif..