Meliflorina

Meliflorina
pengungkapan


__ADS_3

keesokan harinya..


"mau kemana.. cantik banget." kata xander.


"jalan ama teman" jawab nya singkat.


dia tw kalau di jelasin nnti kakak nya itu bakal godain dia.. lalu dia pun meninggalkan kakaknya keluar.


"oma.. melli keluar dulu ya" saat melif mau pamitan dgn oma di taman depan rumahnya..


"mau kemana sayang" tanya oma.


sebelum melif jawab.. terdengar suara mobil memasuki halaman rumah..


dahi omanya mengernyit.. "siapa itu mel.. "


nico pun turun dan mendekati melif dan omanya.


"pagi oma" sapa nya.


oma hanya mengangguk


"oma.. saya minta izin mau membawa melif untuk Jalan-jalan sama teman lain nya.


" dimana yang lain. "


"oh itu kita mau ketemuannya di taman hiburan..


" melli gk lama kok oma.. lagian melli semenjak datang baru 2x kluar termasuk dengan kk.


"boleh kan oma" bujuk melli.


"tentu boleh donk sayang" oma tersenyum karna dia melihat melli seperti nya sudah kembali seperti dulu lagi... menjadi anak yang ceria.


"ya udah kalian hati hati ya.. jaga cucu oma baik baik. "


"pasti oma"


mereka pun bersalaman untuk berangkat.


"cari tau identitas cowok itu" kata oma ke xander.. oma sadar kalau xander tadi sudah melihat teman melif dari balik jendela..


"baik oma..


oma pun masuk ke dalam rumah karna mau menonton TV


sedangkan xander pergi keluar juga untuk bertemu dengan teman**nya.


"" cantik banget"bergumam sambil terus melirik orang yang berada disampingnya..


"hm.. kenapa"melif seperti mendengar nico ngmg.


" gk papa"jawab lembut nico


"ohh."


"yang lain udah pada berangkat gak ya.. tadi aku hubungi gea nomor nya gk bisa d hbungi.


" kamu tenang aja.. gea ama si jay..


"eh kok bisa" kaget melif


"ya bisa lha.. mereka kan tetanggaan.. " jawab nico sambil tersenyum.


"oohhhh.. pantesan mereka kayak musuhan terus ya. " kata melif sambil tertawa..


nico tertegun melihat melif tertawa.. karna selama ini dia hanya melihat senyumannya.. dan itu ou jarang.

__ADS_1


"kamu tambah cantik kalau tertawa. " katanya


"aku tau" PD melif sambil tertawa lagi..


mereka pun tertawa bersama..


"lama banget.. lo ngapain aja.. bukan nya lo jemput jam 7 tadi." omel jay ke nico.


"berisik.. yang penting sudah sampai kan."


"ehhh lu bilang apa.. lo gk tau ya gwe hampir berkarat nungguin kalian..


" udah ah.. masuk lagi yuk"tukas ken.


"palingan itu lo yang berkarat.. " gumam ken dan itu di dengar jay..


"apa lo bilang" melotot jay..


"apa" kata ken pura-pura tidak tahu.


"kurang a**r lo ken.. awas lo ya." jay pun mengejar ken yang sudah berlari duluan..


mereka hanya tertawa mrlihat kelakuan orang itu..


"ya udah yuk" ajak nico ke melif dan gea.


tak lama mereka sampai di depan rumah hantu..


"wat sahhh.. lo mau nguji nyali gwe ya ken." tanya jay karna ken mengajak kita ke rumah hantu untuk pembukaan bermain mereka.


"kenapa.. lo takut.. badan aja gede. "


"eitttsss lo jgn ngmg sembarangan ya.. syp yg tkut..


" kalian berisik banget tau gk..heran gwe gk di sekolah gk dimana masih aja ributi hal yg gk jelas"marah gea


"ya udah kita masuk yuk..kamu beranikan" tanya Nico ke melif..


"lo kalau takut kita gk usah masuk aja.. kita ke main yg lain aja..


" ehh gak usah.. gwe berani kok.. "ucap yakin melif..


" beneran mel.. tapi muka lo udah pucat duluan"bisik gea sambil cekikikan.


"apaan sih.. gwe berani ya".. ayok katanya


saat mulai masuk terdengar suara perempuan menangis..


" suara apaan tu"bisik melif di belakang Nico sambil memegang tangan nya.. Nico hanya tersenyum.


mereka ber5 pun berjalan pelan pelan..


Nico, melif, gea, jay, dan ken.. sambil berpegangan layak nya kereta api..


"nic.. pelan pelan dong jalan nya.. " kata jay


"****.. kaki gwe jangan diinjek bege.. " kata gea lagi..


"shuttt.. kalian bisa diam gk sih..


sampai di persimpangan 3..tiba tiba muncul wanita pakaian putih mendekati mereka..


aaaaaaaaaaaa mereka pun berlarian sampai terpisah pisah..


jay dan gea, ken sendiri, Nico sendiri dan melif sendiri..


kini melif ketakutan sendiri karna dia tidak suka kegelapan..

__ADS_1


" nicccc.. lo dimana"panggil melif hati hati takut kalau ada hantu lain yang mendengar.


dan dari jauh dia melihat orang berdiri sendirian.. dia mengira itu Nico.. karna Nico juga menggunakan baju warna putih..


saat dia mau teriak..


happp.. mulut nya ada yang menutup menggunakan tangan..


syuuuttt.. Nico memberikan isarat jangan teriak.. karna hantu tersebut memandang kearah mereka tapi Nico mengajak nya lari untuk bersembunyi.. akhirnya mereka pun masuk ke dalam lemari.


mereka melihat hantu itu melewati lemari mereka.. mereka ingat kalau mereka lagi bermain.. tapi perasaan takut tidak bisa dibohongi. mereka masih bersembunyi.


"dekat banget" batin Nico.. karna lemari itu kecil.. jadi mereka berhimpitan berdua..


saat itu melif masih mengintip di lubang karna hantu itu ada di depan lemari yang mereka masuki.


dan... brakkk.. terdengat suara orang menjatuhkan kayu.. ternyata itu ken.. dan hantu itu pun mengejar ken..


"Aaaaa.. sialll.. "ken pun berlari di kejar hantu seperti zombie..


" hahhh.. melif sedikit lega karna hantu itu telah pergi.. saat dia menghadap ke Nico..


pandangan mereka bertemu.. ntah siapa yang memulai..


cup.. bibir mereka bertemu.


tangan Nico menekan tengkuk melif supaya ciuman mereka semakin dalam.dan tangan stunya menekan pinggang melig..


melif pun melingkarkan tangannya ke leher Nico..


sudah terasa lama mereka pun melepaskan ciuman itu.. mereka ter engah engah karna kekurangan oksigen..


dengan mata sayu.. Nico memegang pipi melif..


"aku suka sama lo Mel.. semenjak pertama kali kita ketemu di Amerika.. aku udah menaruh hati kekamu.. cuman hari itu aku juga nggak terlalu berharap karna kita ketemu nya dijalan.. ntah ketemu lagi atau tidak.. tapi.. untung nya kita bertemu lagi.. dan aku sangat senang saat aku mendengar suaramu didepan kelas saat perkenalan diri.. aku tak menyangka kita bakalan ketemu lagi.. aku sangat bersukur ats itu."panjang lebar Nico menceritakan perasaan nya dengan suara yang pelan..


melif hanya mendengarkan perkataan Nico..


gimana perasaan nya sama melif??


dia tidak tau.. dia hanya merasa kalau saat bersama Nico dia merasa senang,dia seakan lupa masa lalu nya yang membuat nya sakit hati..


tapi dia sedikit ragu untuk membuka hatinya kembali. takut kejadian dulu terulang lagi..


"mell.. " panggil Nico membuyarkan lamunan melif..


"ya.. "


"gimana perasaan kamu ke aku..


" aku juga suka sama kamu co... "Nico tersenyum mendengar kata melif..


" tapi.. aku takut untuk membuka kembali hatiku ini"sendu melif..


"kenapa"


melif pun akhirnya nya jujur ke nico..


"percayalah..aku tidak seperti itu Mel" tegas Nico..


"aku tidak mudah membuka hatiku..apakah kamu percaya..kamu adalah orang pertama yg singgah dihati aku." ucap yakin Nico..dia tidak mau melepaskan melif..


"beri aku waktu untuk menyusun hati aku co" kata melif sambil menundukkan kepalanya..


"hm baiklah.. tapi setelah ini aku harap kamu tidak menjaga jarak ke aku.. aku butuh keberanian untuk ungkapkan ini Mel..


melif hanya mengangguk paham..

__ADS_1


Nico oun mengecup kening melif dengan sayng.. dan memeluknya..


tak lama itu mereka pun keluar karna merasa telah lama didalam lemari...


__ADS_2