Meliflorina

Meliflorina
.


__ADS_3

sudah 4 tahun kepergian melif dan bayu ke Inggris untuk melanjutkan kuliah mereka,kini mereka telah selesai dan sekarang mereka sudah bekerja di perusahaan daddy melif,dan melif sekarang yang memegang kendali perusahaan disana,sedangkan bayu menjadi asisten nya.


"buk,ini jadwal kita hari ini." kata bayu dan menyerahkan sebuah map daftar jadwal hari ini.


"bacakan." ucap melif yang sekarang masih mengetik komputernya mengerjakan pekerjaannya.


"jam 09.00 kita akan mengadakan rapat dengan seluruh staf,siangnya kita akan meeting dengan perusahaan dari rusia,dan malamnya ada undangan pesta penyambutan kedatangan pewaris N grup,hanya itu untuk hari ini." ucap bayu.


saat bayu membacakan awalnya melif masih mengerjakan tugasnya,tapi setelah dia mendengar nama N grup jarinya langsung berhenti.


"apa kita bisa tidak menghadiri pesta itu." tanya melif


"ah... " kaget bayu


"ah sudahlah." bayu hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal bingung maksud melif.


"baiklah saya permisi buk." pamit bayu balik keruangannya.saat bekerja mereka memang menyampingkan hal pribadi mereka,termasuk dengan panggilan.


hari sudah menunjukkan jam 09.00,melif pun pergi keruang rapatnya dengan bayu dibelakangnya.


__ADS_1


"selamat siang,mari mulai." ucapnya dan seseorang maju untuk melakukan presentasinya yang sudah ditugaskan melif untuk menemukan ide apa yang harus mereka kerjakan untuk gedung di Rusia yang mereka miliki tapi tidak digunakan.gedung tersebut dulunya dibuat oleh daddy melif untuk dijadikan perusahaan makanan siap saji,tapi karna ada sebuah peristiwa bangunan itu diberhentikan dan sampai sekarang belum dikelola ulang.


semua tim kelompok telah maju,dan disimpulkan kalau pembangunan itu akan dilanjutkan dan ditangani langsung oleh melif,jadi mereka kini hanya bersiap untuk bertemu klien mereka dari Rusia yang ingin mengajak mereka kerja sama dalam pembangunan itu.karna memang tempatnya yang strategis dan juga dirusia terkenal juga dengan hasil gandum yang jadi bahan utama mereka untuk mengelola makanan.


sekitar dua jam merema mengadakan rapat kini melif dan bayu kembali keruangan melif.


"bay,buatkan aku koffe,kerjaanku masih banyak."


pinta melif


"tapi anda belum sarapan buk,bagaimana saya bawakan cemilan untuk anda juga."


"ya udah baiklah,jangan terlalu manis."


setelah kepergian bayu melif menyandarkan punggungnya ke kursi sambil memijat kepalanya.


"hahhhh... sudah 4 tahun,apa dia masih ingat,tapi selama ini dia juga tak pernah lagi mencariku semenjak kejadian terakhir."


"tapi apa jugaa yang ku harap,pasti dia anaknya sudah besar dan mereka pasti bahagian."


"ahhhh mau cari informasinya saja aku takut."

__ADS_1


jadi selama ini melif memang sibuk mengurus perusahaan daddy nya kadang sampai dia memang tidak ingat tentang Nico lagi,hanya terkadang ingatan itu timbul,terasa rindu tapi dia cepat-cepat mengusirnya dengan mengalihkan ke pekerjaan,dia kini hanya ingin fokus ke perusahaan nya saja.


saat jam siang mereka kedatangan tamu dari Rusia yang berencana mengajukan kerja sama dalam pembangunan perusahaan disana.mereka memiliki lahan gandum yang sangat luas disana makanya mereka ingin perusahaan melif yang memproduksi gandum mereka,karna mereka melihat perusahaan keluarga melif adalah salah satu perusahaan besar didunia.


setelah selesai dan mengurus masalah surat menyurat kini mereka pergi makan bersama di restoran dekat dengan perusahaan melif.


"saya tidak menyangka kalau anda lebih cantik jika dilihat secara langsung dan lebih muda,umur yang muda ini anda sudah bisa memegang kekuatan yang besar." puji orang Rusia ke melif,melif mengerti ucapan mereka karana dia mampu menguasai 4 bahasa. dan salah satunya rusia.


"Terima kasih tuan atas pujiannya,ini juga berkat kepercayaan orang tua saya." melif merendah dan tersenyum menghiasi wajahnya.


"oh ya,apakah anda malam ini akan pergi ke pesta keluarga regan." tanyanya lagi.


melif mengangguk karna dia juga tak bisa untuk tidak pergi karna dia perwakilan dari cabang perusahaan daddy nya di inggris.


"iya,bagaimana pun kami juga menjalin kerja sama dengan perusahaanya."


"apakah anda merasa terpaksa." orang itu tersenyum menanyai ke melif.


"tidak... hanya merasa kurang suka dengan pergi ke acara pesta." jelas melif


"oh baik lah,sampai bertemu nanti malam,saya juga akan pergi dengan sekretaris saya,baiklah saya permisi dulu karna saya harus memilih baju untuk malam ini."

__ADS_1


"Terima kasih tuan." ucap melif sambil berjabat tangan dengan orang itu.


__ADS_2