
ting tong ting tong
klek.. pintu pun terbuka..
"melif nya ada mbok..
" ada tuan.. silahkan masuk.. "mbok darmi menyilahkan kevin masuk.
mbok darmi pun pergi keatas untuk memanggil nona muda nya..
tok tok tok.. "non.. ada tuan kevin dibawah"
panggil nya.
melif pun membuka pintu nya..
"makasi mbok.. dan tolong panggilkan mom and dad ditaman belakang.
" baik non
dia pun berlalu untuk turun ke bawah.
" kak"panggilnya
kevin pun melihatnya..
"tante dan om mana.. kok rumah sepi"
"mommy and daddy ada kok.. bentar lagi juga datang..
" kevin..kamu udah datang"panggil daddy
"om.. iya..baru aja sampai" dia pun menyalami sepasang suami istri itu.. walau pun mereka berasal dari luar negeri tapi mereka tetap menggunakan tradisi di Indonesia saat bertemu dengan org tua mereka akan bersalaman.
"xander kok gak ada.. kemana? tanya nya karna tak melihat xander..
" ohh.. dia nganterin gea pulang tadi pagi.. mami nya memaksa menyuruh dia pulang"kata melif.
"kamu udah sarapan vin" tanya mommy..
"udah tante.. tadi sarapan bersama kelurga.
" kamu pulang kerumah tadi malam."mommy tau kalau kevin sudah lama tinggal di apartemen makanya dia bertanya seperti itu..
"iya tan.. adikku eca malam tadi baru sampai kerumah..
" oh eca udah pulang.. nanti kalau kamu kesini sekalian aja bawa dia.. tante udah lama gk ketemu dia..
"mommy kenal ama adiknya kk kevin.
" ya kenal.. kan waktu kecil dia sering kerumah main sama kamu.. kamu gk ingat..
melif hanya menggeleng kan kepalanya karna memang dia tak ingat..
"ya udah.. kita langsung aja yuk berangkatnya, kk entar siang ada klien yg datang.. kamu gk papakan..
" gk papa kok.. ya udah mom, dad melif pergi dulu."pamitnya
"iyaaa.. hati hati ya.. santai aja bawa mobilnya..
" iya tan... kevin permisi dulu.
__ADS_1
mereka pun pergi ke butik terkenal di kota itu untuk memilih pakaian apa yg mereka akan gunakan untuk acara nanti..
sepanjang jalan melif terlihat banyak diam.. dia tiba-tiba teringat ke Nico.. sudah lama dia tak mendengar kabarnya..
padahal dia prnh berfikir kalau dia telah bisa menerima kevin dihatinya dan melupakan Nico. tapi ternyata tidak.. dia sering teringat Nico... apalagi saat sendirian..
tiba-tiba dia kaget saat ada tangan menyentuh kepalanya..
"kamu gk mau turun syg. "
ternyata dia termenung sampai tak sadar kalau dari tadi kevin memanggilnya untuk turun.. setelah kevin memegang kepalanya baru dia tersadar.
"kamu mikirin apa sampai kk panggil gk dengar. " tanya nya lembut..
melif hanya tersenyum kaku, tak mungkin dia katakan kalau dia tadi memikirkan Nico.
"gk ada apa-apa kok kak, ya udah kita masuk yuk.
dia pun berjalan duluan meninggalkan kevin yg menatap datar..
" apa kamu masih belum bisa melupakan nya mel.secinta itukah kamu sampai aku yg berada disamping mu tak kamu perdulikan"batin nya sendu merasa kalau melif masih terpaksa menerimanya.
"apakah kalau aku pergi kamu baru bisa merasakan keberadaan aku itu penting untuk kamu." batin nya lagi sambil menyusul melif yg duluan masuk ke butik itu.
"kakak mau aku pakai yg mana." tanya kar na saat ini mereka diberikan gambar gaun yg ada dibutik itu.. kevin pun mendekat dan duduk disamping melif sambil melihat lihat pakaian yg ada di majalah..
"apa kami bisa langsung melihat pakaian ini."
"oh bisa tuan.. mari ikuti saya."
kevin menggandeng melif mengikuti langkah pelayan disana..
mereka melihat lihat pakaian yg rapi disana masih dimanekin.
kalau yg itu bagaimana sayang "tanya nya minta pendapat melif..
" kalau kakak suka.. aku akan memakainya."dia menjawabnya dengan sedikit senyum.. biar tak dikira kevin kalau dia sekarang lagi dk mood dan ingin cepat cepat pulang
"kamu suka yg mana.." tanya kevin
"itu aja.. aku suka kok.. bungkus itu aja ya mbak.. " katanya langsung ke pelayanan disana.
kevin langsung memandang melif saat melif meminta untuk dibungkus langsung tanpa di tes dahulu.. padahal dia sangat ingin melihat melif mencoba beberapa pakaian yg ada disana..
"kenapa gk dicoba dulu.. kan enak biar tau gimana ukuran nya."
"udah kk.. itu muat kok.. kalau kk mau pakaian yg mana.. tanya nya mengalihkan pembicaraan."
ntah mengapa dia merasa ingin cepat cepat pulang..
dan itu disadari kevin.. kevin hanya diam, dia tau kalau melif sebenarnya terpaksa pergi hari ini, tapi dia ingin egois.. dia ingin melif tetap milik nya walaupun tidak dengan hatinya.. dia hanya berharap jika mereka menikah nanti melif akan mencintai nya.
"ya udah kalau kamu yakin,,
" mbak aku coba yg ini dulu..
kevin pun menunjuk sepaket tuxedo untuk dicobanya..
saat dia hendak pergi kekamar ganti.. melif menahan nya.
__ADS_1
"kenapa gk langsung di bungkus aja kk.. lepas ini kan kita mau nyari cincin.."
kevin menghela nafas nya.. dia mencoba untuk sabar menghadapi melif..
"hmmm... ya udah.
" mbak ini di bungkus juga..
bukan mengapa mereka membeli langsung pakaian sudah jadi.. kevin sangat sibuk mengejar pekerjaannya sebelum acara tunangan mereka dilaksanakan.
setelah membayar mereka pun memutuskan untuk pergi ke toko perhiasan.
"bagaimana kalau yg ini yang" tanya nya saat menujukan cincin yg menurut nya bagus..
"oke itu aja" senyum nya simpul seperti terpaksa.
kevin hanya menghelakan nafas nya.
"apa bisa bertahan kalau seperti ini.. aku merasa hanya aku yg berjuang, tapi ini juga bukan kesalahan nya.. aku sendiri yg memilih jalan seperti ini, apa aku harus berhenti saja.. aku juga tak mau melihat dia terus terpaksa dalam hubungan ini.
tapi kenapa dia tiba-tiba berubah hari ini.. bukankah sebelum nya dia bisa bermanja dgn ku.. aku kira dia sudah menerima ku.
dia pun berdehem.. dia merasa tenggorokan nya kerin setelah berkutat sendiri dengan otak nya..
"ya udah ini aja mbak.. dia pun lalu membayar cincin mereka
" mau langsung pulang apa makan dulu, tanyanha saat berada dalam mobil.
"langsung pulang aja kak.. aku capek.. lagian kk jga banyak kerjaan kan di kantor." katanya sambil kevin liat dia tengah menutup matanya didalam mobil..
"oke.. dia pun menjalankan mobilnya kearah jalan pulang kerumah melif.
.....
" cepat sekali pulangnya syg.. kamu udah beli semua perlengkapan kamu..
"udah mom, tanya aja tuh sama kk kevin..
" benar vin..
"iya tan.. kevin juga mau cepat karna klien kevin udah datang.. " bohongnya
melif tahu kalau kevin sedang berbohong karna saat mereka pergi tadi kevin tak ada telfonan sama siapa pun.. dan lagi tadi dia juga bilang jam siang klien nya baru datang..
dia merasa tak enak.. pasti kevin merasa sedih dicuekin nya hari ini.. dia sadar kalau dia salah.. tapi mood nya saat ini beneran jelek.. dia tak konsen karna kepikiran Nico terus..
"ya udah.. kevin pergi dulu ya syg,, tante? pamitnya
" oh iya.. hati hati ya nak kevin
bertahan itu sulit,
menahan itu sakit,
melepaskan itu nyari penyakit..
heheheh.. sabar ya babang kevin..
jgn lupa ditambahi favorit juga ya karya aku di novel yang satunya
__ADS_1
dan jangan lupa. like, komen,vote dan gift nya ya.. dukungan kalian penyemangat buat saya untuk terus berkarya.. terima kasih untuk oembaca yang setia dan yang singgah juga.