Meliflorina

Meliflorina
.


__ADS_3

malam harinya tampak melif sedang berada dikamarnya tengah bersiap-siap untuk pergi ke pesta.tak lama HP nya berbunyi dan dia mengangkatnya.


"ya."


"...


" baiklah sebentar lagi aku keluar."ucap melif lalu mematikan panggilannya dan pergi melangkah keluar.dia menggunakan dress putih malam ini sesuai dengan tema pestanya untuk menggunakan pakaian putih.



dia lalu keluar dari apartemen nya untuk menemui bayu yang dari tadi telah menunggunya.dia memang sengaja tinggal di apartemen dari pada tinggal dirumah yang sudah disediakan daddy nya,karna tempatnya lebih dekat dengan kantor nya.


"pasti dia akan pangling dengan kamu sekarang." ucap bayu melihat penampilan melif malam ini.


"bukan ingin bertemu dengannya." ucap melif cuek,mereka pun naik ke lift untuk turun ke lantai dasar,dan menaiki mobilnya.


"apa kamu siap bertemu dengannya?" tanya bayu


"ini sudah 4 tahun,aku rasa dia sudah lupa dan bahagia dengan kelly." ucapnya


"tapi flo... " ucap bayu terhenti


"sudah,jangan membahasnya,yang kutemui malam ini pewaris N grup bukan mantan kekasih."


"kalau bisa dua kenapa satu flo." jawab bayu enteng sambil mengalihkan pandangannya ke melif dan menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


"dia sudah berkeluarga yu,jangan dibahas." ucap melif membuang wajahnya keluar jendela.


"tapi flo... " lagi-lagi ucapan bayu dipotong.


"udah yu,aku gak mau dengar apa-apa,kamu fokus nyetir aja."bayu pun hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti kalau melif tidak membahas nico.


tak lama mobil mereka sampai dihotel tempat mengadakan acara pesta malam ini.


malam ini penampilan melif sangat cantik lebih dari biasanya.dia yang sekarang tampak lebih dewasa dari pada dulu terakhir Nico bertemu,sejak melif masuk Nico sudah bisa melihatnya karna mang dia telah menunggu kedatangan melif.


melif sekarang merubah warna rambutnya menjadi grey campur hitam.



"sudah sekian lama,akhirnya kita bertemu lagi,maafkan aku untuk malam ini aku tak akan biarkan kamu lagi pergi dari hidupku.


" kamu semakin cantik dan terus saja mempesona,bagaimana bisa aku menghilangkan dirimu dari pikiranku,aku semakin ingin memilikimu mel."batinnya dengan masih terus menatap melif yang terus mendekat dengannya sampai melif sudah berada didepannya.


"sudah lama,apa kabar?" ucapan pertama kali Nico ke melif dengan mengulurkan tangannya.


"seperti yang kamu lihat." jawab melif dengan menyambut ukuran tangan nico,mereka terus saling memandang melepaskan rindu yang selama ini mereka tahan tapi tidak saling mengetahui.sampai daddy Nico berdehem baru mereka melepaskan tangannya.


"ehem... "


melif pun tersenyum kepada daddy Nico, "selamat malam Pak regan dan ibuk." ucapnya memberi salam ke orang tua nico.

__ADS_1


"panggil tante dan om aja ya,biar lebih enak dengarnya." kata mommy Nico dengan tersenyum dan memegang tangan melif dengan kedua tangannya.dia merasa senang melihat Nico telah bertemu dengan melif,dia bisa melihat raut wajah rindu itu kini telah berwarna kembali karna orang yang dirindukannya berada dekat dengannya.


"kamu apa kabar sayang,dan ini siapa?" tanya mommy nico,dan bertanya siapa yang berada disamping melif.


"baik tante,oh ini asisten saya tante dan juga adik angkat saya." ucap melif jujur dan tersenyum.nico hanya terus memperhatikan melif yang sedang berbicara dengan kedua orang tuanya.


"papa." panggil anak yang berumur sekitar 4 tahun lebih ke nico,Nico pun mengambilnya dan menggendongnya.melif yang melihat itu pun menarik nafasnya dengan kasar dan mengalihkan wajahnya,jelas ekspresi itu dilihat oleh Nico yang dari tadi melihatnya walau pun sedang menggendong anak kecil itu.


"mom bisa ku titipkan eva dulu dengan mommy?"mommy nya mengerutkan dahinya.


" kamu mau kemana,sini sayang."tanya mommy Nico serta mengambil eva dari gendongan nico.


"ada yang harus aku urus." dia pun pergi dari tempat itu dengan menarik tangan melif.melif yang tak siap pun terpaksa ikut Nico yang membawanya ntah kemana.


"kamu mau ngapain." saat mereka masih dijalan dan banyak mata yang melihat mereka tapi Nico seolah tak peduli,dia tetap menarik tangan melif dan membawanya ke sebuah kamar di hotel itu yang memang tempat dia nginap berapa hari ini.lalu dia melepaskan tangan melif saat sudah berada dalam kamarnya.


"nico,lo mau ap... " belum selesai dia bertanya dia terdiam saat Nico memeluknya.


"biar begini dulu." ucapnya sambil memeluk melif,melif hanya terdiam,dia masih memikirkan kondisi apa ini.


"co... lepas." ucapnya


"sebentar saja mel,aku sangat merindukanmu." ucapnya lagi.


"NICO...

__ADS_1


__ADS_2