
"maafkan aku tidak bisa memberikan mu yang terbaik,dan tidak bisa menjaganya untukmu,suamiku.
" tidak pernah terlintas dibenakku untuk memberikannya kepada orang lain selain untuk suamiku,kini hanya cinta dan kesetiaan yang bisa ku berikan padamu,maafkan aku...aku mohon maafkan aku.aku hanya ingin egois memiliki kamu yang tampak sempurna dengan diriku ini yang telah kotor,dan aku bersyukur karna kamu masih ingin bersamaku."panjang kalimat melif ucapkan kepada suaminya yang saat ini dihadapannya,mereka sekarang berada dalam kamar mereka dan duduk di pinggir ranjang dengan saling berpandangan.melif memegang wajah nico,mengungkapkan isi hatinya yang merasa sangat bersalah kepadanya.
"tidak sayang,jangan lagi kamu bicara seperti itu,aku mencintaimu dan memilihmu karena aku tau kalau kamu akan menjadi istri dan ibu yang baik untukku dan anak-anakku.percayalah tak ada penyesalan ku ambil keputusan ini.aku merasa sangat bahagia dan sangat juga bersyukur telah bersamamu walaupun dengan keadaanmu seperti ini.aku tak butuh masa lalumu,yang ku butuhkan adalah masa depan kita." balas nico dengan memegang pipi melif juga.dia bukan sekedar menenangkan wanita itu saja tapi itu ungkapan hatinya yang paling dalam.
melif oun memeluk nico untuk menyembunyikan wajah nya yang sudah banjir air mata."Terima kasih... Terima kasih telah memilih ku sayang."ucapnya dibalik dada nico.nico pun tersenyum dan membalas pelukan melif,diusapnya wanita yang selalu mengisi hatinya itu,sejak dia pertama kali bertemu di bandara amerika,sampai sekarang namanya selalu menghiasi hatinya.
nico pun mengangkat wajah melif dan mereka saling berpandangan."kamu jangan menangis lagi,bukankah sekarang waktunya kita membuka itu."ucap nico sambil menaik turunkan alisnya dan tersenyum jahil.
wajah melif pun memerah,walapun bukan untuk pertama kalinya,tapi yang ini berbeda karna dia melakukannya dengan orang yang dia cintai dan sayangi.dia pun mengangguk malu-malu dan menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan wajahnya yang sekarang pasti telah sangat merah.
nico pun tersenyum dan mendekatkan wajahnya ke melif,di ciumnya pipi melif dengan lembut lalu pindah kening dan matanya.
"apa kamu siap sayang?" bisik nico ditelinga melif yang menundukkan kepalanya lagi.
__ADS_1
"iya." ucap melif pelan.
dan setelah itu mereka mulai dengan membersihkan lahan dan memulai menanam benih-benih unggul di lahan itu,supaya mendapatkan hasil padi yang bagus.hahahahha...
hayalkan saja ya,karna saya tidak tau bagaimana author yang lain bisa membuat cerita 21+.saya juga baru disini.
setelah aktivitas mereka melif langsung tertidur karena mungkin kecapean,sebab tamu hari ini sangat ramai dan dia lama berdiri untuk menyalami para tamu,mana juga dia sekarang lagi mengandung pasti cepat merasa lelah.
nico pun memandangi melif yang tengah tertidur,padahal baru saja dia tinggalkan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
"kamu tenang saja sayang,aku pasti menerima anak itu,dan akan mencintai nya seperti anakku sendiri,karna kamu ibunya." ucap nico sambil mengelus wajah melif yang tampak tertidur dengan lelap.
dan saat pukul 05.00,melif tiba-tiba terbangun karna merasa ada sesuatu yang merayap di pangkal pahanya.dan saat dia membuka matanya dia melihat suaminya tengah mengerjakan pembersihan lahan lagi dilahan miliknya.
dan terjadi lagi bercocok tanam dilahan sempit,mereka melakukan nya lagi sampai pagi menjelang,dan saat itu melif merasa perut nya merasa mual lagi seperti yang dirasakannya semenjak kehamilannya itu.
__ADS_1
uek...
"kamu gak papa sayang?" tanya nico khawatir dengan istrinya yang nampak pucat karena dari tadi keluar masuk wc untuk muntah.
"tidak apa-apa,kan udah aku bilang kalau ibu hamil memang begini." ucap melif menenangkan nico.
"oh baiklah,sebaiknya kita bersiap untuk pergi sarapan,kamu masih sanggup gak atau aku bawakan makanannya kesini."
"kita turun saja...ya udah kita mandi dulu yuk." ajak melif
"kami ngajakin mandi bareng?" tanya nico senyum-senyum sendiri.sedangkan melif baru sadar kalau dia salah bicara,maksud dia mereka ganti-gantian mandinya tapi malah ngomong seperti orang ngajak mandi bareng.
"eh bukan gitu,kita gantian aja."
"kenapa harus gantian,mending langsung bareng aja biar cepat."
__ADS_1
"bukannya cepat,pasti tambah jadi lambat." gumam melif memandang kelain.
tiba-tiba tubuh melif melayang karna sudah berada dalam gendongan nico,dan nico pun langsung membawanya ke kamar mandi.dan benar yang dikatakan melif pasti mandinya jadi lama.mereka pun mengulang kembali kegiatan mereka tadi.