Meliflorina

Meliflorina
masih hidup


__ADS_3

setahun telah berlalu


ditempat tepian pantai ada terlihat beberapa orang yang turun dari kapal membawa bakul dan ada juga yang membawa jaring,mereka baru pulang dari laut saat matahari mulai terbenam.


terlihat seorang gadis, duduk sendiri memandang ombak yang terus menerjang karang.


rambut nya melambai-lambai terkena angin pantai meniup.


wajahnya bercahaya terkena cahaya matahari sore.



"sedang apa nona?"


"tidak,hanya menikmati matahari sore, dan... kan udah aku kasi tau panggil aku flo." jawabnya tersenyum.


"iya deh,apa kamu merindukan rumahmu?"


"aneh ya,aku tidak merindukannya,aku malah merindukan seseorang." dia tersenyum dan menunduk,merasa aneh dengan diri sendiri.


"kau merindukan nico?"


melif pun menatap orang yang bertanya padanya.


"apa itu boleh?" tanya nya kembali.


"why not?" katanya dengan mengangkat tangan dan bahunya


"ntah lah,aku merasa tak pantas merindukan seseorang yang telah memiliki istri." katanya menunduk


"dari mana kau tau kalau mereka bakalan menikah,atau apakah kau pernah berfikir kalau sebenarnya itu bukan anaknya dan dia dijebak?"


......................

__ADS_1


melif termenung mengingat ucapan bayu tadi sore,kemungkinan saja itu terjadi,dan apa yang ditakutkannya dulu?dia takut akan tambah sakit hati kalau kebenarannya terungkap dan itu memang anak nico.tapi apa yang dia rasakan sekarang?tidak mengubah apa pun,malah sakit yang dia rasakan tak sesakit mengetahui tentang kebenarannya,dia merasa rindu dan terus penasaran.


"apakah aku harus pulang?"


"kalau aku pulang,apa yang harus aku lakukan?"


"apakah mereka masih mengingatku?"


"apakah ada yang berubah?"


banyak pertanyaan yang dipikirkannya sekarang.


"mikirin apa nak?"


"dari tadi ibuk lihat kamu terus termenung?"


"gak mikirin apa apa kok buk,cuman duduk nyantai aja disini?"


"bapak mana?" tanyanya kepada ibuk yanti yang menemuinya didalam kapal milik suaminya saat ingin mengambil ikan.


"kamu merindukan keluargamu nak?" tanya buk yanti mengalihkan pembicaraan melif.


"enggak kok buk,aku senang tinggal disini.


" ehmm apa ibuk keberatan aku tinggal disini?"tanya nya hati hati takut ibuk tersinggung.


"kenapa ibuk keberatan, ibuk malah senang kamu tinggal disini.


" tapi nak,kasian keluarga mu,mereka pasti sangat sedih kamu menghilang begini.ibuk sangat bisa merasakannya kalu itu terjadi dengan ibuk.


"iya nak,bapak juga bukan maksud ingin menyuruh mu pergi dari sini.tapi kami kasian lihatmu sering termenung." sambung bapak yang baru keluar dari rumah.mereka sekarang berada di teras rumah mereka menikmati angin malam dengan tiga cangkir teh dan roti menemani yang dibawa ibuk tadi keluar.


"iya buk, pak, nanti saya pikirkan lagi." jawabnya sambil tersenyum.

__ADS_1


mereka pun melanjutkan obrolan mereka sambil menikmati makanan dan minuman.


buk yanti dan pak tatang adalah warga desa b,daerah luar dari jakarta.mereka tidak memiliki anak, jadi mereka sangat senang kalau melif tinggal ditempat mereka.apa lagi melif pandai membantu mereka untuk kelaut.tapi benar yang dikatakan pak tatang tadi,mereka merasa bersalah tidak bisa membujuk melif untuk pulang kerumah,orang tuanya pasti merasa sangat sedih anaknya tiba-tiba menghilang.


tiga hari berlalu saat mereka lagi makan malam bersama melif mengatakan sesuatu ke orang tua angkatnya itu.


"buk,pak, melif rencananya besok akan pulang ke Jakarta.


" ibuk sama bapak ikut ya?"


"nggak usah nak,nanti saja kami menyusul kamu disana kalau sudah ketemu keluarga mu.kamu nikmati aja dulu sama keluarga mu."


"ehm buk... saya rencananya belum mau pulang kerumah?"


katanya jujur,karna dia belum siap melihat reaksi kelurganya.dia juga berencana untuk membuka usaha dulu disana.


"ya udah,mana baiknya aja untuk kamu.tapi sering-sering lihat keadaan mereka ya.


" iya buk.makasih ya udah mau nerima aku disini,menyayangi aku seperti anak sendiri,aku rasanya seperti anak kalian dari pada mereka.


"hust... gak boleh ngomong gitu.mereka kan bekerja untuk kamu juga nak,dan perjodohan seperti itu kayaknya memang biasa bagi keluarga kaya.


" dari mana ibuk tau?"kata bapak yang dari tadi dengarkan mereka ngomong


"nonton TV lah pak,juga bapak tau nggak anak pak jaya.katanya anaknya itu dijodohkan juga sama anak orang kaya kampung sebelah.


" yeee ibuk... ghibah aja kerjanya.


"pasti ngumpul sama buk desi tahu beritanya.


" kok bapak tau...


"siapa lagi ditempat kita yang mulutnya macam radio...

__ADS_1


melif hanya tertawa melihat pasangan itu,walau pun hidup hanya berdua dan tidak memiliki anak.. tapi mereka tidak pernah bertengkar.


__ADS_2