
disaat nico yang berada di pesawat.. kini melif berada di taman..
dia tidak mengetahui kalau Nico hari ini langsung ke Inggris.. tak ada satupun temannya yg memberitahukannya.. termasuk gea..
bukan gea tak mau memberitahukan.. tapi jay memaksanya untuk tutup mulut..
dia juga merasa kesal kepada melif karna melif membuat sahabatnya seperti ini tanpa penjelasan yg tak jelas.
gea sebenarnya ingin menanyakan tentang foto yg di lihatnya itu kepda jay.. tapi melif sangat melarangnya.. dia tak sanggup mendengar kalau memang itu terjadi.. dia bakalan tambah sakit hati atas penghianatan Nico selama ini.
kembali lagi ke melif
dia masih memikirkan apakah keputusan nya saat ini sudah tepat..
dia bukan maksud mau cepat cepat untuk menikah..
tapi keluarga kevin yang ingin mereka segera dijodohkan karna mereka takut kalau melif dimiliki orang lain..
dan kevin juga sangat menginginkannya..
melif tak bisa menolak.. karna awalnya pun keluarga melif menyetujui hal itu..
"hahhhhh sudah lah..mungkin udah seharusnya begini.. " dia menghela nefas pasrah..
pukkk.. "kenapa sayng.. hm" mommy nya memegang bahu melif yg terlihat menghela nafas dengan kasar..
"gk papa kok mom.."
"kamu masih memikirkan Nico? tanya nya..
melif hanya mengangguk.
" maafkan kami sayang.. kami tak tau mengenai hubungan kalian.. dan kami juga gk ada yg bertanya apakah kamu mau atau enggak.. maafkan mommy dan daddy ya.. "ucapnya sendu.. merasa bersalah karna keinginan mereka untuk menjodohkan melif dan kevin.. mereka menutup telinga atas penolakan nya..
" nggak papa kok mom.. udah terjadi.. lagian kak kevin orang yg baik kok.. cepat atau lambat aku juga pasti bisa menerima nya. "bukan apa melif berbicara seperti itu.. dia hanya tak mau kalau kedua orang tuanya terus terusan merasa bersalah..
mommy nya tersenyum mendengar itu.. diusap nya rambut anaknya ini..
" mommy kok nggak kekantor temani daddy.. "
"ntar siang sayang.. mommy pagi ini mau bantu kamu cari gaun untuk ntar malam.. yuk.. lagian matahari udah terlalu naik.. " ajaknya
"ya udah yuk..
mereka berdua pun beranjak meninggalkan taman..
***
sedangkan di sebuah perusahaan..
" ken.. ntar malem ke club mau ikut nggak.."ajak teman yg sekantor dgn nya.
disaat mereka hanya sedang berdua dia hanya menggunakan bahasa santai saja.. lain kalau dalam mode kerja..
yang ditanya sekarang malah sibuk sendiri dengan laptopnya tanpa memperdulikan ucapan temannya itu.
"yeee ni anak di kasi tau.. nadia ngundang lo nih katanya nomor lo gk bisa dia hubungi.. dia mau ngundang lo ke ulang tahun nya di club malam ini"
"gwe ada acara sendiri nanti malam.. " katanya sambil mengetik laptop tanpa mengalihkan pandangannya..
"acara apaan.. palingan acara ama tuh daun muda. "
kevin melirik tajam ke temannya itu.. sedangkan temannya langsung terdiam sambil menelan ludahnya dengan kasar..
"ya udah kalau lo gk pergi.. gwe dengan yg lain aja.. palingan nadia nya aja yg bakalan nangis.." dilirik nya sahabatnya itu..
__ADS_1
"pergi aja.. ucapkan selamat aja untuk nadia.. " dia sebenarnya tidak tau kalau malam saat dia mabuk itu dia bertemu nadia juga bukan hanya melif.
temannya pun pergi keluar untuk untuk melanjutkan pekerjaan nya lagi..
setelah temannya pergi kevin mengambil handphone nya dan melihat wajah yang ada di wallpaper nya itu.. lalu dia mengetik menghubungi nomor yg tertera di layarnya itu.
tak lama dia menghubungi.. dia mendengar suara yg sangat dirindukan nya..
"hallo" suara dari sana sedang mengangkat telepon nya
"kamu lagi ngapain.. "
"........ "
"oohhh.. kamu udah makan sayng..
".... "
"mau makan diluar... sambil temanin kakak.. "
"..... "
"oh ya udah selamat bertemu ntar malam ya.. kakak mau nyelesain kerja kakak dulu..
..
" by.. "dia pun tersenyum karna perempuan nya itu sekarang tengah memilih baju untuk nanti malam.. dia merasa tak sabar menunggu ntar malam.. disibukkan dirinya biar tak menyadari kalau waktu akan cepat berlalu..
saat malam tiba kevin bersiap siap menjemput kekasihnya itu.. dia menyewa koki terkenal untuk menyiapkan dinner mereka.. sedangkan dia pergi menjemput kekasih nya..
melif saat ini sudah siap.. dia memutuskan memakai dress warna biru pilihan dia dan mommy nya..
dia lalu turun setelah mendengar kakak nya memanggilnya karna kevin telah sampai untuk menjemput nya..
"kak.. " panggil melif saat sudah berada didepan kevin..
"udah siap" tanya kevin dgn terus menatapnya
melif mengangguk
"cantik sekali anak daddy ini.. ternyata udah besar ya mom.. kak..
" iya dadd.. bahkan dia mendahului aku untuk nikah.. "jawab xander manyun..
semua orang tertawa.. melif hanya tersenyum.
" ya udah yuk"di ulurkan tangan nya untuk menggapai tangan melif.. dan disambut dengan senyuman oleh melif.
mereka pun berangkat menggunakan mobil tanpa sopir.. karna kevin hanya ingin berdua dengan melif..
saat lampu merah mereka berhenti.. lalu kevin menoleh ke melif.. ditatapnya wanita yg di hadapan nya itu..
"malam ini kamu tambah cantik sayng.. kk merasa bersukur telah bertemu dengan kamu..
melif hanya tersenyum mendengar pengakuan kevin..
tak lama lampu hijau pun menyala..
sekitar 15menit mereka telah sampai di apartemen kevin..
saat kevin membuka pintunya balkon nya... melif menutup mulutnya..
__ADS_1
dia terkejut saat melihat pemandangan yg ada di hadapan nya ini.. lalu dia memandang ke kevinn.. dipeluk nya pria disamping nya itu..
"kamu suka" bisiknya..
melif hanya mengangguk senang.. dia tak menyangka kevin seromantis ini.
"ya udah kita duduk yuk" kevin lalu menyilahkan melif untuk duduk dan lalu diikutinya.
mereka pun memulai makan sambil mengobrol hal hal yg ringan tentang mereka. .
saat telah selesai kevin mengajak melif untuk masuk karna diluar sangat dingin.. apalagi melif menggunakan baju yg sedikit terbuka.
mereka pun memutuskan untuk menonton TV..
mereka duduk berdampingan dengan melif menyandarkan kepala nya dengan kevin..
dia berusaha untuk menerima kevin.. bagaimana pun mereka tak lama lagi akan bertunangan..
anggap saja lagi nonton TV..
mereka menonton film hantu.. karna melif memilihnya.. padahal kevin sudah melarangnya.. tapi ditolak melif.. ntah mengapa melif merasa saat didekat kevin dia ingin bermanja dgn pria ini.. pria yg 8 tahun lebih tua darinya.. berarti seumuran kk pertamanya glen..
saat mereka sedang asik menonton.. Tiba-tiba hantunya muncul.. melif terkejut dan tak sadar memeluk kevin... kevin pun tertawa melihat nya..
"kan udah kakak bilang jgn nonton hantu.. takut sendiri kan jadinya"melif hanya menyembikkan bibirnya.. kevin pun lalu berdiri untuk kedapur mengambilkan minum untuk mereka.
saat dia kembali dia melihat melif masih nonton.. dihentikan langkahnya untuk memandang keindahan itu. . . melif oun menoleh karna merasa ada orang yg memperhatikan nya..
"kenapa kak.. " tanya nya..
kevin pun mendekat dan memberikan air kepada melif.. dan melif meminumnya..
lalu kevin meletakkan minumnya didepan meja di hadapan mereka.. dia pergi ke belakang melif..
melif kaget saat tangan kevin menyentuh lehernya
Kevin memakai kan sebuah kalung kepadanya.. dia pun menunduk untuk melihat kalung itu
"sangat cantik" puji kevin..
melif memanyunkan bibirnya saat mendengar kevin mengatakan nya.
"seharusnya kakak bertanya dulu cantik nggak"
kevin hanya tertawa dan mengatakannya..
"cantik nggak" sambil tertawa..
"ya sangat cantik dan aku suka.. " sewot melif.. sudah hilang melif yg dingin.. karna dikelilingi orang-orang yang menyayanginya..
kevin tambah tertawa..
melif terdiam melihatnya.. dia bisa melihat kebahagiaan diwajah kk kevin..
"bagaimana bisa aku menyakiti orang seperti kk kevin" batinnya
kevin akhirnya menghentikan tertawa nya saat sadar kalau mekif sedang memperhatikan nya..
didekatkan wajahnya dan raihnya tengkuk melif..
__ADS_1
emmmmmmm....