
esoknya melif dan Nico pergi ke sebuah butik ternama di kota itu untuk mencari pakaian pengantin untuk mereka gunakan nanti.sebab jika mau membuat dulu waktunya sudah tidak cukup.
lalu Nico dan melif memutuskan memilih gaun yang ditunjukkan pelayan sana yang baru beberapa hari ini jadi.
Nico merasa tak sabar untuk segera berada dipelaminan dengan melif saat melif mencoba menggunakan gaun yang indah itu.
"kamu sangat cantik sayang." puji Nico sambil memegang pinggang melif dan mendekatkan tubuhnya.
cup...
"aku jadi gak sabar menunggu acara kita." ucapnya lagi sedangkan melif hanya senyum-senyum malu karna Nico menciumnua didepan pelayanan disana.
"Nico aku malu." ucapnya ditelinga nico.
"hehehehe ya udah jadi pakaian ini yang kita ambil?"
__ADS_1
"iya,..sekarang giliran kamu." pinta melif
"ya udah aku keruang ganti dulu ya." Nico pun pergi keruang ganti ingin mencoba jas yang mereka pilih tadi.dan saat keluar melif tertegun melihatnya.
"apa lagi yang kurang dari dia,aku seharusnya bersyukur Tuhan mempertemukan aku dengnnya." batin melif dan matanya mulai berkaca-kaca.nico yang melihatnya pun langsung mendekati nya karna merasa khawatir.
"ada apa sayang,kenapa kamu menangis?" tanyanya
"maafkan aku co,aku tak bisa memberikan yang terbaik untukmu." tangis melif pecah di pelukan nico,dia menutup wajahnya didada pria itu,pria yang selama ini selalu setia menunggunya dan menerima semua kekurangannya.
"ya udah sebaiknya kita sekarang mencari cincin saja lagi dan pulang,sebaiknya kamu cepat istirahat,aku khawatir dengan kandungan kamu kalau lama-lama."
melif pun makin mengeratkan pelukannya karna merasa sangat beruntung dan bahagia karna nico peduli dengan anak dikandungannya itu walau bukan anak darinya.
dia pun melepaskan pelukannya setelah merasa lebih baik dan mereka pun memutuskan pergi ke toko perhiasan untuk memilih cincin untuk mereka.
__ADS_1
sudah sore hari mereka pun pergi untuk pulang ke rumah,dan nico akan mengantarkan melif dahulu.setelah mencari cincin mereka putuskan untuk pulang saja karna hari juga sudah sore.
"aku pulang dulu ya."
"kamu gak singgah dulu co?" tanya kak xander yang tengah berada diluar mendengar melif sudah pulang sedangkan orang tua mereka dari tadi belum pulang karna pergi untuk mencari undangan untuk pernikahan anak mereka.mereka membagi tugas supaya melif tidak merasa kecapean dan sakit saat acaranya nanti.
"enggak kak,aku juga mau mandi,udah gerah."
"oh ya udah hati-hati ya."kata xander dan meninggalkan melif dan Nico berdua
"kamu hati-hati ya sayang,sampai ketemu lagi."
cup.. "melif pun langsung berlari masuk ke rumahnya setelah mencium bibir Nico dan meninggalkan nico yang sedang mematung dibuatnya.
Nico pun menarik sudut bibirnya lalu dipegangnya bibirnya itu." ahhhh... manis sekali... aku jadi gak sabar untuk cepat menikah."gumamnya lantas masuk kedalam mobil dan pergi dari sana,sepanjang jalan dia terus tersenyum gara-gara mengingat kejadian tadi.
__ADS_1
"sayang." gumamnya sambil terus tersenyum.