
sedangkan diacara Nico semua orang tampak sibuk mencari melif,melif tiba-tiba menghilang padahal bayu hanya sebentar meninggalkannya,sedangkan Nico tidak bisa ditanyakan lagi,dia tampak uring uringan padahal baru saja masalah mereka selesai kini timbul masalah lain,dia pun berteriak memanggil asistennya untuk mengecek CCTV disana.
"zay coba kau periksa CCTV disini kemana melif pergi,dan cepat kabarkan kepada ku kalau telah menemukannya."
"baik tuan." zayn pun segera pergi keruangan cctv.
"oh mel,kamu kemana,kenapa kamu suka sekali hilang tiba-tiba." hawatir nico.
"co,apa lo melihat kevin,gue baru sadar sepertinya kevin juga tidak ada." ucap bayu ke Nico,dan Nico membesarkan matanya karna benar yang diucapkan bayu.
"benar... kevin.. pasti dia dalangnya." yakin Nico, orang tua Nico yang mendengarnya pun memegang pundak Nico yang ingin pergi mencari kevin.
"co,kamu sabar dulu biarkan zay mencari bukti dulu,kamu tak bisa sembarangan menuduh orang."
__ADS_1
"tapi dad,aku yakin pasti kevin yang membawa melif pergi." tak lama Nico berbicara zay pun datang dengan tergesa-gesa.
"kevin,kevin yang membawa melif." ucap zay terputus-putus karna kekurangan nafas saat berlari dari ruangan CCTV tadi.
"sialannnnn... " Nico pun pergi dari sana membiarkan acaranya yang belum selesai,sedangkan daddy nya mengambil alih acara tersebut dan meminta maaf atas kejadian ini,dia pun meminta mereka pulang dan meminta maaf sebesar-besarnya.
"lo tau mau cari kevin dimana." tanya bayu yang saat ini ikut dimobil nico.nico pun meminggirkan mobilnya dan menghentikannya dengan tiba-tiba.
di villa kini melif telah sadar dia pun memperhatikan dimana dia sekarang berada,disana tampak asing baginya,dia memegang tengkuknya yang terasa sakit."dimana ini?"tanyanya,dia belum ingat kejadian terakhir yang dia alami.tak lama ada suara orang yang mengetuk pintu dan masuk kekamar itu.
"sudah bangun non,ini bibi bawakan makanan." melif pun memperhatikan bi ratna,dia tak mengenal wanita ini dia pun bertanya siapa wanita itu dan ada dimana dia sekarang.
"saya bik Ratna orang yang mengurus tempat ini,non makan dulu ya ini udah malam,non pasti udah lapar."
__ADS_1
"siapa membawa saya kesini bik,apa kevin mana dia." melif tak menghiraukan ucap bik Ratna malah dia bertanya siapa yang membawanya kesini karna dia telah ingat ada seseorang yang memukul tengkuknya sampai dia pingsan,yang jelas kevin yang ada dibelakangnya saat itu,pasti kevin yang membawanya kesini.
"den kevin keluar sebentar dia menyuruh saya untuk memberikan non makan kalau sudah sadar,non makan dulu ya."
"tunggu sebentar,kenapa anda berbicara bahasa Indonesia,apa kita sekarang di Indonesia." tanya melif curiga.
"maaf non saya tidak bisa memberitahukan ini dimana,non lebih baik makan dulu untuk mengisi perut non, nanti kalau den kevin kembali non bisa menanyakan padanya."
"oh baiklah,kamu tinggalkan saja makanan disitu nanti saya makan." disaat mereka berdua berbicara kevin bisa memperhatikan apa saja yang mereka lakukan karna dia telah memasang kamera disana untuk memastikan apa yang tengah dilakuan melif.
villa ini telah lama dia miliki semenjak dulu dia kuliah disana tapi orang tua nya tidak tau,mereka mengira kevin tinggal di apartemen miliknya disana,orang tua nya tak pernah merasa curiga atau apapun dengan anaknya,selama ini kevin tak pernah melakukan hal-hal yang diluar batas untuk keluarga nya.
saat melif memakan makanan itu tampak senyum mengembang diwajah kevin,akhirnya tak lama lagi..
__ADS_1