
sajen... sajen... heheheh
jangan lupa like,komen,gift, vote..
dan jagan lupa ikuti terus novelku yaaaa
Terima kasih
happy reading
"hari ini kita akan pulang ke Indonesia,jadi bersiap-siaplah." ucap kevin yang baru masuk kekamar melif dan melihat melif tengah termenung dibalkon kamarnya.
melif masih terdiam tanpa menjawab atau merespon ucapan kevin dan itu membuat kebin mendekatinya.
"apa yang kamu pikirkan lagi,aku akan membawamu pulang ke orang tua mu."
"untuk apa?" tanya melif tanpa mengalihkan pandangannya ke kevin,dia masih setia memandang kedepan.
"apa kau tidak senang dan masih ingin tinggal disini." tanya kevin heran karna tak nampak raut bahagia di wajah melif.
"apa bedanya aku disini dan pulang,perutku ini tidak bisa disembunyikan dan akan menjadi aib keluarga ku." melif pun menangis mengingat keadaannya sekarang yang tengah hamil dan kevin mau mengajaknya pulang,apa pria itu tidak memikirkan bagaimana dia nanti.
"apa kau tak ingin bertemu dengan cowok sialan itu,dia terus mencarimu sampai mengancam keluarga ku."
melif pun mengalihkan pandangannya ke kevin."apa dia masih mencariku."dalam batinnya tanpa mengucapkan ke kevin.
__ADS_1
"setelah kau buat aku hamil dan kini ingin melepaskan aku begitu saja,cowok mana yang mau dengan wanita hamil begini."
"jadi apa mau mu,apa kau mau menikah denganku... tidakkan,kau selalu saja menolakku." ucap kevin frustasi karna tak tau apa yang harus dilakukan nya lagi.
"kenapa baru berfikir sekarang,dari dulu kamu kemana saja....BRENGSEKKKKKK!!! teriak melif melampiaskan pria yang dihadapannya ini.
" mel....aku sungguh minta maaf,aku tau aku salah,aku hanya ingin kamu jadi milik aku ya walaupun harus menghamilimu,setidak jika aku tak mendapatkanmu tapi aku memiliki anak denganmu."
"DASAR GILA.. " marah melif dan meninggalkan kevin disana sendirian,dia pergi ke bawah untuk mecari minuman untuknya,karna berbicara dengan kevin hanya akan membuatnya panas dan merasa haus saja.
sedangkan kevin mulai mencari koper untuk memasuki pakaian milik melif,dia tak ingin berlarut-larut atau keluarga nya akan hancur di tangan nico.
"ayo kita pergi sekarang." saatt kevin sampai dibawah dan memegang tangan melif.
"lepas,aku bisa sendiri." melif menepis tangan kevin.
"baik tuan."
"bik... aku tinggal ya,Terima kasih selama ini menjagaku." ucap melif sambil memeluk pelayan kevin.
"tidak apa-apa nona,semoga nona lekas bertemu dengan keluarga nona,dan semoga bayinya sehat selalu." melif oun menangis mendengar ucapan bibik,apakah dia harus selalu menjaga bayi dalam kandungannya ini atau di gugurkan saja.tapi dia tak ingin membunuhnya,walau bagaimana pun anak dikandungnya itu tidak salah apa-apa.
"makasi bik,aku pergi dulu."
mereka pun menaiki mobil dan keluar dari hutan itu menuju ke bandara.
__ADS_1
pergerakan mereka pun disadari oleh seseorang yang mengintai di layar lebar dari tadi,karena kendaraan milik kevin sudah dipasang alat pelacak oleh anak buah Nico saat di club malam tadi,dia tak sengaja bertemu dengan kevin saat dia ingin mencari melif tapi mau singgah dulu ke club untuk sekedar minum.tapi tak tau nya dia melihat kevin yang sedang minum sendirian.
dia pun menghubungi tuannya dan memberitahukan apa yang dilihatnya.
Nico tersenyum sinis dan memerintahkan ke anak buahnya tadi memasang alat pelacak di mobil kevin,dan jangan membututinya karna dia takut ketahuan dan akan membahayakan melif.perintah itu pun langsung dilaksanakan nya.
"hubungi anak buah yang lain untuk berjaga dibandara." ucap Nico ke asistennya sekaligus tangan kanannya.
"baik tuan."
"akhirnya kau keluar dari sarangmu brengsek,aku akan memberikan perhitungan denganmu." gumam Nico setelah kepergian jau dari sana.
saat ini melif dan kevin telah berada didalam pesawat karna sebentar lagi mereka akan berangkat,sebelumnya dia menghubungi temannya untuk mengambil mobil diparkiran bandara dan dia meninggalkan kuncinya disana.
sedangkan melif merasa gelisah antara senang dan takut dipikirannya.dia senang sebentar lagi akan bertemu keluarganya tapi dia juga takut kalau kehadirannya hanya akan menjadi aib untuk keluarga nya.
selama di pesawat mereka sama-sama diam memikirkan apa yang akan dilakukan nanti.dan beberapa jam diperjalanan mereka pun sampai ke Indonesia.
saat turun dari pesawat kevin menarik tangan melif dan itu membuat melif terhuyung kebelakang.
"jangan coba-coba menggugurkan anakku." bisik kevin dengan penuh penekanan,dan mrkif hanya melepaskan tangannya dari kevin dengan kasar dan meninggalkan kevin.
saat kevin ingin menuju keluar bandara tiba-tiba ada beberapa orang menghadangnya dan belum sempat dia bertanya orang itu memukul tengkuknya sehingga membuat dia pingsan.
"bereskan sisanya." ucap jay yang saat ini memimpin penculikan kevin.
__ADS_1
sedangkan orang disekitar sana yang melihatnya menjerit ketakutan karena mereka berfikir kalau itu penyergapan.melif pun lari bersembunyi melihat kevin dibawa orang-orang itu.
"siapa mereka?" gumamnya dan mulai keluar lagi setelah mobil yang membawa kevin telah jauh.