
"Semua laporan sudah dikerjakan dengan baik, Pak Gara. Bukti pernyataan dan tuduhan nona Revi Sela Aryani di media dan bukti-bukti kehamilan nona Bening yang tidak sesuai dengan tuduhan nona Revi sudah dalam satu berkas. Pihak kepolisian tinggal menjemput nona Revi." Suara pengacara Gara terdengar begitu yakin di ujung telepon.
"Baiklah, usahakan semuanya berjalan dengan lancar dan aku tidak ingin lagi mentolerir semua apapun yang akan disanggah oleh Revi. Aku ingin dia mendekam di penjara agar dia jera dan tidak lagi mengusik Bening."
"Saya mengerti, Pak Gara, tetapi walaupun kita sudah memiliki semua bukti atas pencemaran nama baik yang dilakukan nona Revi Sela Aryani, mungkin kasus ini akan cukup panjang dan lama."
"Tidak masalah, yang penting perempuan itu bisa benar-benar mendekam di penjara."
Gara kemudian matikan sambungan telepon. Saat ini ia sedang berada di perusahaan dan ia sudah menyerahkan semuanya kepada pengacara. Ia sudah benar-benar yakin ingin memenjarakan Revi karena sepertinya perempuan itu benar-benar melunjak, sudah diberi hati minta jantung dan Gara tidak ingin Bening terus-terusan tertekan dan menyimpan semua kesedihan sendirian karena ulah Revi, sementara istrinya itu tidak ingin membalas semua perbuatan Revi kepadanya, jadi dia sendiri yang akan melakukan itu.
"Aku sudah memberikan kesempatanmu, Revi, tapi kau selalu saja membuat ulah. Seharusnya kau menerima apa yang sudah menjadi suratan takdir. Selama ini, bukankah dahulu aku sudah benar-benar bodoh terlalu mencintaimu begitu dalam sedangkan kau hanya bisa membuangku dan membuat aku terluka setiap hari. Sekarang aku sudah merasa bahagia dengan Bening dan kau tentu saja sudah bahagia karena aku tidak pernah lagi melarangmu untuk terjun ke dunia hiburan. Apalagi yang kau harapkan? Jadi sekarang kalau kau ingin mengganggu kehidupanku dan Bening, kau sangat salah besar. Aku tidak akan pernah menoleh ke belakang meskipun dulu kita pernah saling mencintai, meskipun dulu aku pernah begitu mencintaimu tapi itu dulu, sekarang sudah tak ada lagi perasaan itu. Kau harus menerima semua resiko dari kebodohanmu sendiri," desis Gara kepada dirinya sendiri seolah ia sedang berbicara dengan Revi.
Sore hari kemudian, Gara kembali ke rumah. Rencananya beberapa bulan lagi ia dan Bening akan kembali ke rumah mereka dan tidak lagi tinggal di rumah ibunya, karena bagaimanapun, Gara lebih nyaman jika ia tinggal di rumah yang terpisah dari kedua orang tuanya dan pengasuh akan ikut bersama mereka untuk membantu Bening mengasuh anak mereka, karena tak lama lagi juga sepertinya Bening akan kembali berkuliah.
"Mas Gara tampak berbinar-binar sekali," kata Bening sambil membantu Gara melepaskan jas kerjanya. Gara merangkul istrinya itu, kemudian bersama mereka melangkah ke atas.
__ADS_1
"Mas Gara memang sedang merasa senang saat ini, Sayang, karena sebentar lagi tidak ada yang akan mengganggumu lagi. Mas Gara sudah benar-benar serius dan matang untuk memenjarakan Revi."
Bening menoleh, ia benar-benar tak menyangka kalau Gara benar akan melakukan hal itu. Namun, di satu sisi dia kasihan dengan Revi, tetapi di sisi yang lain, ia juga tidak kuasa untuk menahan beban, dituduh yang tidak-tidak oleh perempuan itu apalagi saat ini banyak sekali orang-orang yang memandang sinis ke arahnya karena pernyataan dari Revi beberapa waktu yang lalu yang mengatakan bahwa dirinya adalah seorang pelakor.
"Tak ada kasihan-kasihan lagi, Bening. Mas gara sudah tidak mau lagi mentoleransi apapun yang Revi lakukan. Kau tak perlu lagi memikirkannya karena dia adalah perempuan yang benar-benar tidak bisa didiamkan. Didiamkan maka dia akan semakin melunjak dan menginjak-injak dirimu dan Mas Gara tidak pernah suka itu."
"Maafkan Bening ya, Mas Gara, semuanya jadi begini. Bening juga tidak mau sebenarnya seperti ini, tetapi sepertinya mbak Revi sudah benar-benar membenci Bening hingga mengatakan hal-hal yang tidak benar kepada orang-orang."
"Tidak, kau sama sekali tak salah, Sayangku. Memang Revi yang terlalu egois. Bukankah dulu Mas Gara sudah memberikannya kesempatan? Tetapi dia tidak pernah mau berubah, mungkin ini cara Tuhan untuk menyadarkan Mas Gara bahwa Revi memang bukan jodoh untuk Mas Gara."
Beberapa hari kemudian setelah berkas laporan rampung , Revi yang saat itu sedang berdandan untuk pergi ke lokasi syuting dikejutkan dengan kedatangan beberapa pria berseragam coklat.
"Selamat siang, Nona Revi Sela Aryani, kami membawa surat penangkapan untuk Nona atas dugaan pencemaran nama baik yang telah dilaporkan oleh saudara Anggara Dewa."
Revi terbelalak dengan apa yang dikatakan oleh polisi itu. Ia memandang mereka dengan pandangan tidak percaya, kemudian meronta-ronta saat polisi memborgolnya dan membawanya ke dalam mobil.
__ADS_1
"Saya tidak bersalah, Pak Polisi! Kenapa saya dia tangkap?!!" protes Revi yang tiba-tiba saja jadi seperti orang kesetanan dan pas pula saat itu Yuki baru datang dengan mobilnya. Ia buru-buru turun dari mobil lalu segera menghampiri Revi yang akan dibawa oleh polisi ke kantor.
"Ada apa ini, Pak? Kenapa artis saya dibawa begini?" tanya Yuki tidak mengerti.
"Kami mendapatkan perintah untuk melakukan penangkapan kepada Nona Revi Sela Aryani terkait dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan olehnya di hadapan media juga menyebarkan berita hoax yang akhirnya merugikan pak Anggara Dewa, untuk kelanjutannya mungkin Nona bisa menjelaskannya di kantor."
"Saya tidak bersalah, Pak! Lepaskan saya! Saya tidak pantas di tangkap seperti ini! Mbak Yuki tolong aku, Mbak, aku nggak mau dipenjara!"
Revi terus meronta-ronta dan berteriak kesetanan sementara Yuki tidak bisa berbuat apapun karena bukti-bukti semua penghinaan dan pencemaran nama baik juga segala tuduhan terhadap Bening memang terang-terangan dilakukan oleh Revi di hadapan awak media. Ia pun tak menyangka kalau Gara benar-benar akan memenjarakan mantan istrinya itu, tetapi dia juga tidak bisa menyalakan Gara karena selama ini Gara sudah memberikan kesempatan kepada Revi untuk berubah dan tidak lagi mengganggu kehidupannya dengan Bening.
Yuki terduduk lemas di teras Revi yang bahkan pintu rumahnya belum tertutup itu. Ia segera menutup pintu dan segera melaporkan kepada agency tempat Revi bekerja bahwa mungkin Revi tidak bisa menjalani syuting untuk waktu yang cukup lama.
Di kantor polisi, Revi masih melakukan pembelaan terhadap dirinya. Ia juga menelpon pengacara untuk melakukan pembelaan terhadap dirinya, tapi sementara dia menunggu persidangan, dia akan tetap ditahan di kantor kepolisian.
"Kau benar-benar kejam kepadaku! Kamu tega membuat aku dipenjara seperti ini hanya demi perempuan kampung itu! Semua ini gara-gara Bening! Aku benar-benar benci kepada kau, perempuan kampung! Seharusnya kau tidak pernah hidup, seharusnya sedari dulu aku sudah membunuhmu!" Revi berteriak-teriak kesal di dalam sel, sementara itu Gara yang menerima laporan bahwa Revi sudah ditangkap hanya bisa tersenyum kecil. Ia tidak bisa berbuat apapun lagi selain melakukan hal itu karena ia juga tidak ingin membuat Revi semakin menggila dan Bening semakin tertekan. Sebagai suami sudah sewajarnya dia membela istrinya, membela Bening.
__ADS_1