Membeli Rahim Pembantuku

Membeli Rahim Pembantuku
Mbak Tidak Capek?


__ADS_3

Sebenarnya niat Bening untuk mengujungi Revi sudah sekian lama, hanya saja, dia masih ragu dan takut untuk memberitahu Gara perihal keinginannya itu. Ia ingat kemarin saat sedang berbelanja dan bertemu kembali dengan Yuki yang kini sudah menjadi manager Nilam.


"Aku sudah jarang mengunjungi Revi, Ning. Dia keras kepala, dia selalu merasa benar, meski sudah dalam kondisi terjepit pun dia tidak pernah mau mengakui kesalahan dan legowo menerima semuanya. Dia hanya ingin didengar tapi tidak pernah terima saran dan nasihat orang lain," keluh Yuki sembari mendorong troli, bersisian dengan Bening


"Bening juga tidak tahu lagi harus bagaimana, Mbak Yuki. Kadang mau memberi saran dan nasihat kepada mbak Revi juga rasanya tidak enak, apalagi mbak Revi sangat membenciku. Tapi jujur saja, aku kasihan kepadanya, tidak seharusnya dia berada di penjara, tapi karena keegoisannya sendiri akhirnya dia berada di sana. Mbak Yuki tahu betul kan kalau mas Gara itu orangnya kuat sekali pendiriannya. Sekali katanya tidak maka tidak, begitu pun ketika dia akan memenjarakan mbak Revi waktu itu, aku sama sekali tidak bisa menahannya. Kalau dulu aku sering memberitahu mas Gara untuk tidak melakukan hal itu kepada mbak Revi, tetapi pada akhirnya mas Gara benar-benar sudah habis kesabarannya pada waktu itu Mbak dan terpaksalah Bening menyetujui apa yang mas Gara lakukan."


"Aku mengerti maksudmu, Bening, sudahlah Jangan dipikirkan lagi. Kau tahu betul watak Revi itu bagaimana kan? Aku juga tidak mengerti mengapa dia tidak pernah mau mengalah dengan orang lain. Apalagi itu memang kesalahannya, harusnya dia tahu betul apa yang harus dilakukan agar hidupnya aman-aman saja, tapi seperti apa yang kau katakan tadi, dia sangat egois. Jadi jujur saja, sekarang akupun malas mengunjunginya karena setiap kali aku datang yang dia keluarkan dari mulutnya hanyalah pertanyaan-pertanyaan kenapa dia harus berada di penjara? Kenapa dia sampai ditangkap begitu? Semua orang tidak adil kepadanyalah dan dia selalu menyalahkanmu. Aku tidak suka mendengarnya, aku bosan mendengarnya. Dia tidak pernah berubah."


Bening menarik nafas panjang mendengar penuturan Yuki saat itu. Namun,hari ini nampaknya Bening sudah tidak dapat lagi menahan diri untuk mengunjungi Revi di penjara. Dia tahu bahwa Revi tak lagi memiliki orang tua, hanya mempunyai sanak keluarga yang jauh. Kendati mereka tahu bahwa Revi telah masuk penjara, tak ada satu pun di antara mereka yang mau menjenguknya dan Bening merasa kasihan dengan mantan istri suaminya itu.


"Kalau mbak Yuki ada rencana mau mengunjungi mbak Revi lagi, mungkin kita bisa pergi bersama-sama, Mbak," tawar Bening akhirnya, tapi yang dia dapatkan sebagai jawaban dari Yuki adalah gelelengan.


"Tidaklah, Bening, kau saja. Atau kau pergi dengan Gara. Apalagi saat ini Nilam sedang naik daun, banyak sekali rumah produksi film yang ingin menjadikannya bintang dan aku sedang sibuk-sibuknya mengurus project-project perfilman bersama dia."


Mendengar Yuki menyebut tentang sahabatnya, tak urung Bening menjadi gembira. Sudah lama dia tidak melihat Nilam. Dia sering melihat Nilam tapi sekarang hanya di layar kaca, gadis itu sekarang sudah menjadi seorang yang cukup terkenal dia juga menjadi selebgram di salah satu medsos. Orang-orang di desanya juga kerap membicarakan Nilam, hal itu membuat Nilam sangat bahagia dan Bening pun tentu ikut bahagia pula, cita-cita Nilam akhirnya terwujud di kota besar itu.

__ADS_1


"Bening sudah lama sekali tidak bertemu dengan Nilam, Mbak Yuki, kalau ada waktu, mainlah ke rumah ajak Nilam, kan kita bisa bersantai di rumah."


"Aku dan Nilam sebenarnya ingin sekali sering mengunjungimu tapi kau kan kuliah. Lagipula kami tak enak kepada Gara, nanti dia terganggu."


"Tidak kok, mas Gara tidak pernah terganggu. Malah mas Gara sering mengatakan kepada Bening untuk mengajak teman bermain ke rumah, agar Bening tidak kesepian. Pasti mas Gara lebih senang lagi kalau Mbak Yuki dan Nilam yang datang ke rumah menemani Bening, lagi pula sekarang kegiatan perkuliahan Bening juga sedang tidak padat."


"Begitukah? Kalau begitu nanti kami pasti main ke rumahmu. Aku senang sekali sekarang melihat kehidupan rumah tangga Gara dengan kau, Bening. Kau tahu, dulu saat dia masih bersama Revi, Gara itu jarang sekali tersenyum. Mungkin dia juga tertekan karena Revi tidak pernah mengerti keinginannya sebagai seorang lelaki. Gara memang adalah jodohmu, jodoh yang sempat tertunda karena kehadiran Revi dahulu sebelum kau," ujar Yuki dengan tersenyum.


Dan pembicaraan mereka kemudian berhenti sampai disitu karena Yuki telah selesai berbelanja dan tinggallah Bening yang sedang mengantri untuk membayar transaksi belanjaannya. Kini Bening kembali ke alam sadarnya, saat ini dia ingin pergi mengunjungi Revi jadi dia berangkat dengan mobil yang sudah diberikan Gara untuk Bening. Ia akhirnya pergi ke tempat itu sendirian.


Bening mengangguk kepada sipir penjara yang segera pergi lalu tak berapa lama kemudian ia kembali lagi dengan Revi dengan tangan yang terborgol.


"Kau rupanya. Masih bernyali rupanya kau mau menemui aku, Bening?" tanya Revi dengan tatapan sinis sedang Benimh hanya memberikan senyum sekilas.


"Aku sengaja ingin mengunjungi Mbak Revi, ingin tahu kabar Mbak Revi."

__ADS_1


"Alah, kau banyak berbasa-basi! Padahal kau suka kan melihat aku berada di sin? Apalagi ini karena perbuatanmu!"


"Mbak Revi sungguh masih menyalahkan aku atas semua hal yang terjadi?" tanya Bening.


"Kallau bukan karena kau, aku tak mungkin mendekam di dalam sini. Kau lah yang mempengaruhi Gara ntuk memenjarakan ku bukan?"


"Aku tidak bisa memaksa Mbak Revi untuk berpikiran yang baik-baik tentang aku, tapi aku benar-benar hanya ingin tahu keadaan Mbak dan aku membawakan makanan ini untuk mbak Revi."


"Tak perlu repot-repot! Kau pikir kau bisa menyogok aku agar merubah pikiranku tentang kau dengan makanan-makanan ini? Jangan berharap, Bening!" tandas Revi sinis.


Bening menarik napas panjang mendengarnya. Ternyata benar apa kata Yuki, Revi memang tidak akan pernah berubah.


"Mbak Revi tidak capek selalu berpikiran buruk tentang orang lain? Coba Mbak Revi pikir-pikir lagi ke belakang, kalau Mbak Revi menyalahkan Bening karena sudah menikah dengan mas Gara, Bening minta maaf. Tapi sungguh Mbak, tidak ada niat untuk menyakiti Mbak. Apalagi sampai membuat Mbak masuk ke penjara seperti ini. Dan seandainya dulu Mbak mau menurunkan ego dan menuruti semua keinginan mas Gara, tentu mungkin sampai detik ini Mbak Revilah yang akan menjadi orang yang paling mas Gara cintai. Bening kemarin sadar hanya orang kedua, Mbak, yang waktu itu kebetulan dibeli rahimnya oleh Mbak dan mas Gara. Bening tidak mau menyalahkan siapa-siapa di sini, tapi semoga nanti Mbak bisa berubah dan menjalani kehidupan yang lebih baik selepas keluar dari penjara ini."


"Kau terlalu banyak menggurui orang lain, sekarang lebih baik kau pergi, aku sungguh muak melihatmu!"

__ADS_1


Bening hanya bisa tersenyum menanggapi ketusnya penuturan Revi barusan. Setelah ini dia tidak tahu apakah akan menjenguk Revi lagi atau tidak, yang jelas dia selalu mendoakan kebaikan bagi Revi meski Revi tidak akan pernah menyukainya sampai kapanpun juga.


__ADS_2