MEMORY [INGATAN]

MEMORY [INGATAN]
TUMBUHNYA PERASAAN.


__ADS_3

Di kediaman Yoon Shi-a. Yoon Shi-a menelfon pria suruhannya yang bernama Jin Woo.


“Halo. Aku ingin kau selalu mengikuti Kim Hyena dan memata-matainya, dapatkan aku informasi tentangnya! Dan jangan sampai ketahuan!” pinta Yoon Shi-a lewat telfon.


“Baik!” jawab Jin Woo atau pria suruhannya.


***


Setelah melepaskan pelukannya, Kim Hyena masih heran kenapa Kim Leonard sesenang itu melihatnya berani mengatakan semua itu kepada wartawan.


“Kau, kenapa masih ada disini? Kau tidak pulang, betah sekali di rumahku! Bukankah sekarang sudah tidak hujan?” tanya Kim Hyena heran.


“Aku tadi mau pulang tetapi aku masih ingin melihatmu, dan tadi yang kau ucapkan sangat hebat meskipun hanya sederhana!” jawab Kim Leonard tersenyum memberi semangat kepada Kim Hyena.


“Ha... Dia membuatku gugup saja!” gumam pelan Kim Hyena yang berjalan masuk ke rumahnya, dan masuk kedalam untuk berganti baju.


“Kau mau kemana? Apa kau mau pergi?” tanya Bibi Channa kepada Kim Hyena yang melihatnya berjalan pergi masuk ke dalam.


“Aku mau ganti baju dan ingin pergi ke Dermaga, karena cuacanya sangat dingin itu pasti menyejukkan!!” jawab Kim Hyena tersenyum. Kim Hyena masuk kedalam dan bersiap, sedangkan Kim Leonard hanya diam sambil tersenyum melihat Kim Hyena, Bibi Channa memandang ke arah Kim Leonard dengan wajah yang sedikit menggodanya.


“Bibi mau tanya, apa kau menyukai Kim Hyena?” pertanyaan Bibi Channa membuat senyuman Kim Leonard hilang, terkejut dengan pertanyaan Bibi Channa, dia langsung menoleh ke arah Bibi Channa.


“Kenapa kau menggodanya seperti itu, lihat telinganya menjadi merah seperti tomat. Hahaha!!” ucap bibi Lili ke bibi Channa dengan tertawa.


Kim Leonard yang digoda seperti itu, dia memegang kedua telinganya, dengan masih malu dan elaknya.

__ADS_1


“Tidak, aku... Telingaku tidak kenapa-kenapa!” ucap Kim Leonard yang masih bingung sendiri menutupi telinganya.


Benar sekali telinga Kim Leonard menjadi merah karena pertanyaan Bibi Channa, tapi mungkin Kim Leonard menyukai Kim Hyena.


Kim Hyena selesai ganti baju dan keluar pamit ke mereka bertiga, tapi Kim Leonard ingin ikut bersama Kim Hyena.


“Bibi aku berangkat dulu!” pamit Kim Hyena kepada kedua Bibi itu. Karena mobil yang di sewa oleh Kim Hyena sudah datang, Kim Hyena menuju mobil tersebut setelah selesai berpamitan, tapi langkahnya berhenti.


“Aku ikut!” ucap Kim Leonard, Kim Hyena berhenti dan menoleh kebelakang melihat ke arah Kim Leonard dan mengangkat kedua alisnya. Seketika Bibi Channa dan Bibi Lili membulatkan matanya, karena mendengar ucapan Kim Leonard. Kini kedua Bibi itu tersenyum-senyum melihat ke arah Kim Leonard, sedangkan Kim Hyena masih bingung dengan sikap kedua Bibi tersebut.


“Kau ini seperti kuman saja, kenapa kau ingin ikut?” tanya Kim Hyena. Karena merasa digoda oleh kedua Bibi itu, Kim Leonard sedikit gugup mengatakannya kepada Kim Hyena.


“Aku hanya ingin melindungimu saja!” jawab Kim Leonard, Kim Hyena masih bingung dengan tingkah pria itu.


“Ti—tidak apa-apa, maksudku.. Aku hanya ingin pergi bersamamu saja, lagi pula kau juga akan memiliki tumpangan!” jawab Kim Leonard. Kim Hyena tidak mau basa basi dan memilih menerima Kim Leonard ikut bersamanya, karena Kim Leonard membawa mobil, jadi Kim Hyena tidak jadi menaiki mobil yang ia sewa.


***


Sesampainya di Dermaga, mereka berdua berdiri di tepi danau yang begitu luas sambil menghirup udara segar dan membiarkan angin dingin menusuk tubuhnya. Kim Hyena masih penasaran kenapa Kim Leonard mau menolongnya, kepalanya yang tadi melihat ke arah lautan, kini menoleh ke arah Kim Leonard.


“Kenapa kau ingin menolongku?” tanya Kim Hyena.


“Karena aku adalah orang baik!” jawab Kim Leonard dengan memandang lautan sambil tersenyum, jawaban itu membuat Kim Hyena menghela nafasnya.


“Lagi-lagi itu!” gumam Kim Hyena pelan, tapi di dengar oleh Kim Leonard.

__ADS_1


“Ngomong-ngomong. Gomawo (terima kasih)


karena kau sudah membuat senyumanku kembali!! Ya... Meski kau adalah orang ketiga!” ucap Kim Hyena, tersenyum tipis.


“Orang ketiga, lalu siapa orang pertama dan kedua?” tanya Kim Leonard penasaran, menoleh ke arah Kim Hyena, sedangkan Kim Hyena masih lurus melihat lautan.


“Orang pertama adalah orang tuaku dan orang kedua adalah Bibi Yoona. Mereka selalu menyuruhku untuk tersenyum, meski mereka meninggalkanku!” ucapnya yang kini matanya mulai berkaca-kaca.


“Tapi aku tidak bisa, aku selalu ingin dilihat oleh orang yang aku cintai dan sayangi, nanti saat aku menari bahagia di atas panggung.


Tapi semua itu hanyalah ucapan belaka,


karena itu tidak pernah terjadi!” lanjutnya yang kini mulai meneteskan air matanya. Kim Leonard mengerti dengan apa yang dirasakan oleh Kim Hyena saat ini, dia memegang tangan kanan Kim Hyena yang sedari tadi memegang tiang pembatas sambil tersenyum.


“Tetaplah tersenyum kau terlihat cantik... Dan aku akan melihatmu menari bahagia di atas panggung nanti, aku berjanji!” ucap Kim Leonard tersenyum. Kim Hyena masih tidak percaya dengan ucapan Kim Leonard tapi dia berharap bahwa itu akan terjadi, seketika senyuman kecil terukir, meski datangnya hanya sedetik. Kim Leonard yang terpesona oleh kecantikan Kim Hyena saat menangis membuatnya ingin menciumnya dan menenangkannya. Kim Leonard memegang pipi kanan kim hyena dan perlahan mendaratkan bibirnya ke bibir Kim Hyena, tapi ciuman itu hanya sebentar karena Kim Hyena langsung melepasnya.


“Maaf.. ” Ucap Kim Leonard merasa bersalah dengan kelakuannya. Kim Hyena hanya diam dan memalingkan tubuhnya ke arah yang lain, begitu juga Kim Leonard yang kini mulai memegang dadanya karena merasa deg-degan.


“Hfuuu... Apa yang kau lakukan? Kau membuat dirimu berdebar saja!” batin Kim Leonard.


“Kenapa dengan ku, aku sangat gemetar dan hatiku seperti tidak bisa dikendalikan!” batin Kim Hyena. Kim Leonard membuka suara berusaha melupakan kejadian tadi, dan kembali menoleh ke arah Kim Hyena yang masih berpaling membelakangi Kim Leonard.


“Kau jangan khawatir aku akan menolongmu untuk mencarikan bukti tentang kesalahan Yoon Shi-a!” ucap Kim Leonard, mereka tidak tahu kalau ucapan mereka didengar oleh pria suruhan Yoon Shi-a, yaitu Jin Woo. Jin Woo segera pergi dan melapor ke Yoon Shi-a, sedangkan Kim Hyena dan Kim Leonard memutuskan pulang karena hari sudah mulai gelap.


***

__ADS_1


Didalam kamar Kim Hyena, dia masih mengingat kejadian saat Kim Leonard menciumnya. Tidak terasa senyuman terukir di wajah Kim Hyena, tangan Kim Hyena memegang dadanya yang terasa berdebar begitu kencang, karena mengingat kejadian itu. Di sisi lain, Kim Leonard yang kini berada di kamar apartemen-nya mengingat kejadian yang sama, seperti yang diingat oleh Kim Hyena.


“Kenapa denganku? Apa mungkin aku mulai menyukainya!!” ucapan Kim Hyena dan Kim Leonard yang sama, sambil tersenyum.


__ADS_2