MEMORY [INGATAN]

MEMORY [INGATAN]
AWAL GAGAL MENIKAH.


__ADS_3

(Aku tidak tahu bagaimana aku akan memulainya dan bagaimana akan mengakhirinya.)


Cukup lama sekali mereka berpelukan sampai tidak memikirkan orang yang tengah menunggu di luar pintu. Merasa puas dengan pelukan itu, sofia melepasnya dan menatap mata james, mata yang penuh kebahagiaan.


“I want to say something (aku ingin mengatakan sesuatu), but promise me you won't be angry (tapi berjanjilah kau tidak akan marah.” Ucap sofia.


“I promise (aku berjanji)!” balas james tersenyum menggenggam tangan sofia.


“Aku ingin pernikahan kita dimundurkan.” Ucap sofia membuat james terkejut melepas genggaman tangan nya.


“Why, What is the reason (kenapa, apa alasannya)?” tanya james.


“Aku tidak fokus karena masih menulis novel terbaruku.” Alasan sofia. James sedikit kesal tapi bagaimana lagi dia akhirnya mengikuti kemauan sofia dan memundurkan hari pernikahan mereka menjadi satu pekan lagi.


“Baiklah terserah dirimu saja, aku akan menunggu!” balas james tersenyum. Sofia membalas senyuman itu.


“Maafkan aku karena mengatakan itu... ” Ucap sofia.


“Sshhtt... aku mengerti kau sibuk, aku akan menunggumu!” balas james menutup mulut sofia dengan jari telunjuknya. Perlahan jari james mengusap bibir sofia dan mendekatkan wajahnya lalu... CUP. Ciuman mendarat di bibir pink sofia, sofia menutup matanya begitu juga james, perlahan sofia membuka mulutnya dan menikmati ciuman itu hingga menjadi ciuman panas mereka. Saat asik menikmati hot kiss, jigs membuka pintu, seketika james dan sofia melepas ciuman mereka dan duduk berjauhan. Jigs dengan wajah tak berdosanya dengan cepat mengambil ponsel miliknya yang tergeletak di meja.

__ADS_1


“Sorry to interrupt (maaf mengganggu)!” ucap jigs kembali keluar dan menutup pintunya lagi. Kini sofia dan james saling menatap seakan ciuman tadi adalah ciuman pertama mereka hingga kini menjadi gugup satu sama lain.


“Aku pulang saja.” Ucap sofia berdiri berjalan menuju pintu. Sofia berhenti dan berbalik ke belakang, CUP. Sofia terkejut mendapat ciuman lagi dari james, james melepas ciuman nya dan tersenyum melihat sofia masih terdiam seperti patung.


“Hanya mengakhiri ciuman tadi!” ucap james tersenyum. Sofia menjadi malu dan gugup sendiri hingga pipinya memerah saat ini.


“Em ... aku, aku akan, memberitahu keluargaku soal pengunduran pernikahan kita!” ucap sofia, lalu pamit pergi dengan pipi yang masih memerah. Senyuman james menghilang setelah mendengar ucapan sofia soal pengunduran pernikahan mereka, tidak lama senyuman kembali lagi di wajahnya. sedangkan sofia yang sudah mulai keluar hotel dia melihat jigs sedang duduk di lobi sambil memainkan ponselnya. Seketika jigs melihat sofia yang sudah keluar dari kamarnya, dia menghampiri wanita itu, jigs melihat pipi sofia merah sekali dia menunduk sambil mengerutkan kedua alisnya dan memoncong kan bibirnya.


“Your cheeks are so red (pipimu sangat merah).” Ucap jigs menunjuk pipi sofia. Sofia menepuk-nepuk pipinya dan jigs mulai menyipitkan matanya dan tersenyum lebar.


“What are you (apa kalian)... ” Tangan jigs mengisyaratkan seperti orang yang habis ciuman dia berusaha menggoda sofia, tapi sofia memilih pamit pergi.


***


“Ada apa sofia, apa yang ingin kau katakan?” tanya ibunya.


“Aku mengundurkan pernikahanku.” Jawab sofia merasa takut dan tidak enak dengan keluarganya. Sedangkan keluarga sofia terkejut mendengar keputusan nya.


“Apa? kenapa?” tanya ayahnya.

__ADS_1


“Aku tidak bisa fokus karena aku masih menulis novel baruku.” Jawab sofia.


“Lalu bagaimana dengan james?” tanya ibunya.


“Aku sudah memberitahunya lebih dulu, dan dia tidak keberatan.” Jawab sofia tersenyum. Karena mempelai prianya setuju dan tidak keberatan, keluarga sofia tidak ada masalah dengan itu, tapi sedari tadi pertanyaan muncul dari mulut kedua orang tua sofia tidak di mulut kakaknya. Dinda menatap sofia dengan penuh kecurigaan terhadap adiknya itu tapi dinda tidak ingin ikut campur dalam pribadi sofia. Setelah menyampaikan keputusan nya, sofia pamit masuk ke dalam kamarnya. Hingga malam berganti pagi lagi, seperti kemarin sofia datang ke rumah kevin. Saat dia datang ke sana ternyata kevin masih tidur meski sudah pukul 09:00 pagi, ayah kevin sudah berangkat ke kantor dan kini ibu dan naina masih bingung harus membangunkan kevin dengan cara apa. Sudah banyak sekali cara untuk membangunkan kevin tapi itu sia-sia.


“Mungkin jika kau yang membangunkan nya dia akan terbangun.” Ucap naina, ibunya setuju dengan pemikiran naina.


“Baiklah, aku pergi dulu kekamar kevin!” ucap sofia berjalan menuju kamar kevin.


Perlahan sofia membuka pintu kamarnya, dia melihat kevin tengah tertidur dengan menggunakan selimut yang menutupi tubuhnya hingga hanya memperlihatkan kepalanya saja. Saat sofia menghampiri kevin dan membuka selimut kevin, dia terkejut dan berteriak karena ternyata kevin tidak mengenakan pakaian di tubuhnya. Mendengar teriakan sofia yang sangat keras, kevin juga ikut terkejut dan bangun dari tidurnya sambil memegang dadanya yang sudah merasa DAG, DIG, DUG. Sofia membalikkan tubuhnya menghadap di arah pintu dimana dia tidak bisa melihat tubuh telanjang kevin.


“Kenapa kau tidur dengan telanjang dada seperti itu?” sentak sofia.


“Haish .... kau ini, kau ingin penyakitku kambuh lagi ya! lagipula aku tidak tahu kalau kau akan membangunkan ku, aku terbiasa dengan tidur telanjang!” jelas kevin.


“Cepatlah bangun, kau harus olahraga supaya jantungmu tidak lemah.” Pinta sofia yang berjalan keluar. Kevin tersenyum melihat tingkah sofia, dia segera ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya. Selesai mandi kevin keluar kamarnya dan menyapa ibu juga kakaknya. Setelah itu sofia mengajak kevin ke belakang taman untuk ber senam sebentar, awalnya kevin menolak karena itu sangat tidak dia inginkan, tapi karena paksaan dari sofia akhirnya dia menerima ajakan itu. Sofia, kevin, naina dan ibunya kini bersenam bersama dengan dipandu oleh sofia yang berada di barisan paling depan.


“1, 2, 3, 4 ,5 ....“ Teriak bersamaan ke empat orang itu. Mereka bersenam hingga jam sudah menunjukan pukul 10:30, dengan keringat yang bercucuran, sofia dan kevin memilih duduk di di taman belakang bersama anjing kevin juga, sementara naina dan ibunya sengaja memilih masuk karena mereka ingin membuat sofia dan kevin menjadi dekat hingga memiliki perasaan yang sama.

__ADS_1


“Siapa nama anjingmu?” tanya sofia.


“Puppy!” jawab kevin tersenyum. Sofia tersenyum melihat anjing yang memiliki wajah lucu. Sedangkan kevin masih fokus melihat kalung dan cincin yang di kenakan sofia saat ini.


__ADS_2