MEMORY [INGATAN]

MEMORY [INGATAN]
GAGAL MENIKAH.


__ADS_3

Hendak tertidur tiba-tiba suara ponsel berdering dan membuat sofia membuka matanya lebar-lebar, meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja dekat komputer miliknya. Sofia melihat nama yang tercantum di ponselnya, dan ternyata itu james.


“What is wrong (ada apa)?” tanya sofia tersenyum.


“Aku lupa memberitahu mu, besok aku akan datang lebih awal di KUA, karena pasti banyak sekali yang mendaftar nikah, tidak apakan kalau kau berangkat sendiri nanti! aku akan menunggumu di sana.” Ucap james.


“Tidak apa-apa, aku akan datang.”


“Come at eleven o'clock (datanglah jam 11 saja)!”


“Allright (baiklah).”


“Baiklah, lanjutkan tidurmu.”


Mereka mematikan panggilannya. Sofia kembali tidur, sedangkan james masih tersenyum tidak sabar menunggu hari pernikahan nya.


“Ibu, ayah, aku akan segera menikah!” gumam james memandangi foto kedua orang tuanya di ponsel.


***


Matahari sudah terbit, james terbangun dan bersiap-siap berangkat ke KUA sendirian, sedangkan jigs menganggur di rumah, dia tidak risau karena dia anak orang kaya. Kicauan burung membangunkan tidur lelap sofia, sofia yang sudah membuka matanya melihat ke arah jam yang sudah menunjukan pukul 07:30, sofia segera menuju ke kamar mandi. Saat selesai mandi dia melihat lima panggilan tak terjawab dari kak naina, karena takut terjadi sesuatu pada kevin, sofia menelfon balik kakak naina.


“Kenapa kak? apa terjadi sesuatu pada kevin?” tanya sofia.


“Syukurlah kau menelfonku, sofia tolong datanglah ke rumah, aku dan ibu akan pergi ke rumah sakit untuk mewakili ayahku, karena ayahku sedang mengurus kantor sedangkan pembantu setia kami sedang ambil cuti.” jelas naina.


“Apa yang bisa ku bantu?” tanya sofia.


“Tolong jaga kevin di rumah, aku takut jika terjadi apa-apa saat tidak ada yang menjaganya! kau bisa kan?” tanya naina. Sofia bingung harus memilih siapa, lama menunggu jawab sofia, naina mengagetkan sofia dari lamunannya lewat ponsel.


“I,iya kak, aku akan kesana sebentar lagi.” jawab sofia memilih kevin.

__ADS_1


“Terima kasih banyak sofia, aku tahu kau tidak akan menolaknya!”


“Sama-sama kak.”


Sofia mulai bersiap, dia berpikir kalau dirinya akan menjaga kevin dulu setelah itu dia akan pergi ke KUA menemui james di sana. Selesai berdandan sofia segera menuju rumah kevin, di sana ternyata sudah sepi, kakak naina dan ibunya ternyata sudah pergi ke rumah sakit, dan di rumah sebesar itu hanya ada kevin saja dan kini juga ada sofia yang baru saja sampai. Sofia mencari kevin yang ternyata dia ada di ruang billiard di bawah tanah, sofia menghampirinya dan melihat kevin tengah bermain sendirian.


“Kau sudah sarapan dan meminum obatmu?” tanya sofia perhatian.


“Sudah.” Masih sibuk bermain. Sofia melihat kevin yang serius bermain billiard, melihatnya membuat sofia tertarik untuk mencoba main. Kevin sangat senang akan mengajari sofia bermain dan teringat dengan taruhan nya dengan james, mungkin ini kesempatan bagi kevin untuk mendapatkan hati sofia. Dengan sangat fokus sofia belajar, juga keromantisan yang di berikan kevin kepada sofia selama mereka bersama. TIK TOK TIK TOK. Jam masih bergerak maju, tanpa di sadari sudah menunjukan pukul 10:00.


***


James melihat jam tangannya, dia sudah mendaftar dan kini akan segera di panggil, tapi sofia masih belum datang juga. James mencoba menghubungi sofia tapi tidak ada jawaban, karena ponsel sofia di taruh di dalam tas dan tasnya ia letakan jauh dari keberadaan sofia. Sampai nama james dan sofia di panggil.


“Sorry, my future wife still hasn't arrived, maybe it's late so please wait a moment (maaf, calon istri saya masih belum datang, mungkin terlambat jadi tolong tunggu sebentar).” Kata james yang ingin di beri waktu sebentar untuk menunggu ke datangan sofia.


Sementara di kediaman kevin, sofia dan kevin sedang membuat kue, sofia tidak sadar kalau ada krim putih di dekat bibirnya, kevin tertawa lepas melihat wajah sofia yang penuh dengan tepung juga krim yang masih ada di dekat bibi sofia. Saat ingin membersihkan krim itu ternyata tangan nya kotor, alhasil dia tidak bisa membersihkan nya.


“Tidak bisa, tanganku juga kotor, lihat.” menunjukan tangan kotornya.


Kevin tersenyum dan mendekatkan wajahnya kepada sofia, lalu membersihkan krim yang ada di sebelah bibir sofia dengan mulutnya. Kevin menjilat krim itu dan sesekali ambil kesempatan mencium bibir sofia, perlahan kevin melepas ciumannya dan melanjutkan membuat adonan kue.


***


“Sir, we have been waiting for two hours, we will soon be closed and there are many more people waiting in line (tuan, ini sudah dua jam kita menunggu, sebentar lagi kami tutup dan masih banyak lagi orang yang mengantri).”


“All right, thanks, sorry to keep him waiting (baiklah, terima kasih, maaf membuatnya lama menunggu)!” james berdiri dari duduknya dan keluar dari kantor KUA, dia masih menunggu kedatangan sofia di luar kantor, mungkin saja sofia terjebak macet.


***


Hingga kini pukul 14:00, naina dan ibunya kevin baru saja tiba di rumah, mereka berterima kasih kepada sofia. Saat sofia meraih ponselnya dan melihat banyak panggilan tak terjawab dari james, sofia teringat bahwa hari ini dia daftar bersama james. Dengan tergesa-gesa sofia pamit pergi dan segera menuju KUA. Dalam perjalanan sofia berusaha menelfon james, tapi kini giliran james yang tidak ada jawaban sama sekali.

__ADS_1


“Kenapa aku bisa lupa?” gumam nya kesal sendiri.


Sampai di kantor KUA, sofia tidak melihat siapa-siapa disana, hanya ada satpam, tanpa basa-basi sofia bertanya kepada satpam tersebut.


“Pak maaf, apa kantor KUA tidak buka?” tanya sofia.


“Dari tadi buka non, tapi sekarang sudah tutup.”


“Tutup jam berapa pak?”


“Jam satu non ... ”


Sofia mulai panik dan bingung sambil memegang kepalanya. Dia mencoba menghubungi james lagi tapi masih tetap tidak ada jawaban. “Kenapa kau tidak menjawab telfon ku?” gumam sofia resah.


Akhirnya sofia mendatangi hotel james, sampai di sana ternyata james sudah kembali karena lama menunggu sofia datang.


TOK. TOK. TOK. “James ... !” panggil sofia.


James membuka pintu dan kembali dengan pintu yang masih terbuka dan mulai duduk.


Sofia masuk, dia melihat wajah james yang terlihat kesal.


“Maafkan aku, aku lupa jika hari ini kita mendaftar.” ucap sofia.


“Kenapa kau tidak datang sofia, setidaknya kau menghubungiku jika sibuk! kau tahu aku menunggumu di sana, masalahnya tidak hanya kita yang mendaftar, aku memotong antrian hanya untuk menunggumu.”


“Aku tahu, tolong maafkan aku, aku sangat sibuk hari ini.” Sofia berusaha meminta maaf kepada james, tapi james masih diam dan merasa kesal dengan sofia.


“Aku mohon jangan marah. baiklah besok kita akan pergi mendaftar lagi, kali ini kita akan pergi bersama.” Lanjut sofia.


“Kau yakin besok kita akan kesana?”

__ADS_1


“Iya, jadi aku mohon jangan marah.” ucap sofia. James kembali tersenyum dan memaafkan kesalahan sofia hari ini. Sofia lega karena james sudah memaafkan nya.


__ADS_2