MEMORY [INGATAN]

MEMORY [INGATAN]
TEMAN LAMA.


__ADS_3

Dalam keadaan yang masih setengah sadar, sofia masih kuat berjalan keluar dari pesawat dengan di bantu kevin yang menggandeng tangannya. Kevin mengantar sofia pulang ke rumahnya lebih dulu, sedangkan jigs mengantar putri pulang ke rumahnya baru dia kembali ke hotel james. Sampai di rumah sofia, mereka berpamitan dengan ucapan yang manis. Sofia mengetuk pintunya tapi tidak ada balasan sama sekali dan tidak ada yang membukannya karena hari sudah menandakan manusia untuk tidur malam. Karena terus menerus sofia mengetuk dan memanggil, akhirnya ibunya membuka pintu dan menyuruh sofia masuk.


“Kakak ada disini?” tanya sofia yang masih merasa ngantuk.


“Dia ikut suaminya tinggal disana selamanya!”


“Haa... rasanya akan sepi nanti.”


“Aku masuk dulu ibu...” Berjalan masuk kekamar dan langsung tidur di atas ranjang.


***


Kevin yang baru saja sampai dirumahnya melihat bahwa ayahnya masih belum tidur karena sibuk dengan memikir soal donor jantung untuk kevin.


“Ayah belum tidur?” suara kevin dari belakang.


“Ah, kevin! kau sudah kembali!”


“Hem. Kenapa ayah belum tidur?”


“Kevin, ayah sudah menemukan donor daru rumah sakit cina! kau tahu ayah yan xiaoyou?”


“Xiaoyou?” masih lupa dan berusaha mengingat.


“Iya, ayahnya ternyata pemilik salah satu rumah sakit di cina! setelah mendengar alasan ayah, dia memberikannya dengan cuma-cuma, tapi ayah menolaknya dan memilih membayarnya!!!” sambil ketawa.


Kevin meminta maad karena merasa merepotkan ayahnya, tapi itulah tanggung jawab sang ayah. Keluarga kevin kini hanya menunggu datangnya donor hantung itu yang masih di kirim dari cina ke indonesia. Kevin pamit ke kamar, saat hendak tidur, dia mendapat panggilan dari nomer tidak di kenal, dan nomer itu bukan nomer indonesia, melainkan dari cina.


“Nǐ hǎo zhè shì shéi (halo, siapa ini)?” tanya kevin.


“Wǒ shì nǐ er shí de péngyǒu (aku teman masa kecilmu dulu)! Dāng nǐ zhù zài zhōngguó shí, wǒmen céngjīng yīqǐ wán (waktu kau tinggal di cina, kita sering bermain bersama)!”


“Gàosù wǒ nǐ shì shéi (katakan saja siapa dirimu)?”


“Wǒ shì xiǎo yǒu (aku xiaoyou)!”


Mendengar namanya kevin mengingatnya, dulu sebelum tinggal di indonesia, dia di cina dan bertemu xiaoyou lalu sering bermain bersama.


“Xiaoyou wanita cantiku!” ucap kevin tersenyum.

__ADS_1


“Kau masih ingat dengan panggilan itu?” tertawa.


“Tentu saja! bagimana kabarmu?”


“Aku baik, dan aku dengar dari ayahku, kau terkena penyakit jantung. Kau pasti sering kelelahan, kenapa kau tidak menjaga kesehatanmu sendiri?”


“Mungkin, jika kau memarahiku seperti dulu mungkin jantungku langsung lepas!” ejek kevin bercanda.


“Ha.. kau ini, masih sama saja!”


Sampai jam 02:00 pagi mereka bercanda, mengingat masa lalu saat kanak-kanak dulu, hingga kevin tidak sadar bahwa dirinya sampai tertidur. Mendengar dengkuran kevin, xiaoyou tersenyum dan mematikan telfonnya.


***


Suara ayam berkokok membangunkan sofia dari tidurnya juga keluarganya. Ini hari minggu jadi sofia bisa bersantai dan ikut ke pasar bersama ibunya sesekali.


“Ibu mau beli apa?”


“Ikan yang segar!”


“Semua ikan segar ibu!”


Ibunya tertawa kecil, sofia dan ibunya masih setia mencari-cari, hingga mereka sudah mendapatkan sayuran dan juga ikan yang diinginkan ibunya tadi. Kini sofia dan ibunya berjalan kembali ke rumah mereka.


“Seperti biasa saja!” datar.


“O,iya tolong bilang kepada james untuk datang makan siang berasama kita.”


Awalnya sofia menolak karena mereka masih merasa canggung dan tidak enak hati, tapi ibunya memaksa, akhirnya sofia menghubungi james dan menyuruhnya datang ke rumah jam sebelas nanti. James setuju karena itu ajakan dari seorang ibu, meski dia bukan ibu kandungnya tapi james merasa nyaman dengan ibunya sofia karena sifat lucu dan ramahnya membuat orang nyaman di dekatnya.


***


James dan jigs memilih bersantai di dalam kamar hotel sambil makan-makanan ringan yang tergeletak di atas meja. Meski jigs dan putri mendengar percakapan james dan sofia saat di rumah yoon shi-a, mereka tetap diam seolah-olah tidak tahu apa-apa. Sementara james yang sedari tadi melihat wajah lesu temannya ikut penasaran.


“Was ist mit dir passiert (kau kenapa)?” dalam bahasa jerman.


“Aku bingung, bagaimana mengatakan soal keinginanku yang ingin menikah dengan putri kepada keluargaku?”


“Bukankah mereka suka dengan putri?”

__ADS_1


“Iya, tapi aku masih takut jika pernikahan kami gagal.”


“Kenapa harus gagal, jika kalian sama-sama yakin dan tidak ada masalah, kenapa harus takut gagal.”


“Kau benar, aku akan pikirkan nanti!”


Jigs melanjutkan makannya, sedangkan james seperti biasa, sibuk dengan laptopnya.


“Kau nanti mau kemana?”


“Ibunya sofia mengajakku makan siang bersama nanti, dirumahnya!”


“Kenapa orang selalu berkorban?” gumam jigs mendengus kesal. James terkejut dan curiga dengan ucapan jigs, seolah temannya itu tahu.


***


Di kediaman xiang men, kevin masih stay dengan berbincang dan bercanda bersama xiaoyou meski lewat telfon, sampai kakak naina yang melihatnya menjadi penasaran.


“Siapa? sofia?” tanya naina.


“Bukan, dia teman lamaku xiaoyou! kakak ingatkan?”


“Xiaoyou! mana kakak juga ingin bicara!” menyaut ponsel kevin lalu menyapa xiaoyou.


Mereka menikmati obrolannya bersama xiaoyou hingga lupa akan waktu, begitu juga kevin yang seolah sudah sangat nyaman sekali dengan xiaoyou hingga melupakan sofia.


***


Karena sudah jam sebelas, james berangkat menuju rumah sofia. Beberapa jam kemudia dia sampai dan menyapa kedua orang tua sofia, juga kakak dan suaminya yang ada di sana.


“Masuklah, ayo duduk! sebentar lagi kita makan siang!” ajak ibunya ramah kepada james. James tersenyum dan duduk di sebelah sofia.


“Apa dia kekasihmu sofia?” tanya suami kakaknya. Seketika ayah, dinda, sofia dan james terkejut.


“Aa.. em—” Belum sempat mengatakannya, james sudah menyelat nya.


“Bukan kami hanya berteman!”


Jawaban james membuat ayah dan dinda terkejut, tapi mereka menakluminya karena hubungan mereka hanya masa lalu saja. Sedangkan kevin juga sudah cerita kepada xiaoyou bahwa dirinya akan menikah dan dia berniat mengundang temannya itu.

__ADS_1


Selesai makan siang, james langsung pamit kembali ke hotel, karena dia merasa tidak enak dengan sofia. “Kenapa harus kembali sekarang?” ucap ibu sofia. James hanya tersenyum melihat ibu sofia yang tidak ingin di tinggal olehnya. “Lain kali, aku akan mengunjungi ibu lagi!” jawab james lalu pamit pergi, tanpa berpamitan dengan sofia.


Meski mereka sudah saling jujur, tapi sampai sekarang rasanya mereka tidak saling kenal seperti dulu. James sudah pergi, sedangkan sofia teringat akan novelnya kevin yang belum tamat. Karena sudah beberapa hari sofia tidak mengerjakannya, kini dia harus lama-lama menghadap laptopnya.


__ADS_2