MEMORY [INGATAN]

MEMORY [INGATAN]
CERITA CINTA DI JERMAN.


__ADS_3

“Baiklah, besok kita akan berangkat ke Jerman, aku sudah pesan tike nya! Jadi jangan menangis lagi, dan lupakan mantan kekasihmu itu!” ucap Sofia.


“Baiklah!” balas Putri, Sofia mematikan ponselnya dan menelfon Kim Hyena kembali.


“Selalu saja... Tapi tidak masalah, aku akan bertemu dengan idola lamaku!!” ucap Putri di tengah-tengah kesedihannya.


“Kakak Kim Hyena, aku sudah memutuskannya! Besok aku berangkat ke Jerman bersama temanku! Apa boleh?” tanya Sofia.


“Tentu saja! Itu lebih menyenangkan nanti!!” jawab Kim Hyena setuju.


“Kami akan menunggu kedatangan mu! Aku akan memberi tahu Kim Leonard soal ini.” Lanjut Kim Hyena girang.


“Baiklah, aku matikan dulu ya!!” ucap Sofia.


“Iya!” balas Kim Hyena lalu mematikan telfonnya.


***


Esoknya Sofia sudah bersiap dengan membawa koper besarnya lagi. Wanita itu memang sudah memesan tiket lebih dulu, kadang dia juga pesan lewat online, dunia semakin canggih.


“Ibu, Ayah, Kakak! Aku akan pergi ke Jerman, karena kakak Kim Hyena saat ini mengandung anaknya, dan dia ingin aku bermain disana!” pamit Sofia.


“Berapa lama kau di sana?” tanya ibunya.


“Mungkin satu bulanan.” Jawab Sofia, lalu mereka berpamitan, karena Putri sudah menunggunya di luar rumah Sofia. “Kau sudah siap?” tanya Sofia. “100% siap!” ketus Putri tidak sabar. Sebelum pergi Sofia menemui Pak Rangga di perusahaan novel dan menuju ruangannya, sedangkan Putri menunggu di lobi.


“Kau mau kemana membawa koper besar?” tanya Pak Rangga.


“Aku akan pergi ke Jerman untuk berlibur, jadi tolong sampaikan salam ku kepada CEO Kevin.” Jawab Sofia.


“Aku pergi dulu ya!” lanjutnya berjalan keluar.


“Jangan lupa bawakan oleh-oleh dari Jerman!” teriak Pak Rangga tersenyum.


“Iya! Jika aku ingat!” balas Sofia, Pak Rangga hanya bisa mendengus kesal. Selesai semuanya, kini saatnya Sofia dan Putri menuju bandara, bersiap berangkat ke Jerman.


***


Jam menunjukan pukul 12:00 siang, Kevin tidak melihat Sofia sama sekali atupun mendapat kabar darinya. Kevin menelfon Pak Rangga yang ada di kantornya.


“Pak Rangga! Tolong panggilkan penulis Sofia untuk datang di ruangan ku!” pinta Kevin.


“Tapi dia sudah pergi berlibur tuan!” jawab Pak Rangga.

__ADS_1


“Berlibur! Kemana?” tanya Kevin.


“Jerman!” jawab Pak Rangga.


“Baiklah terima kasih!” Kevin menutup telfonnya. Entah kenapa dia merasa kesal dengan kepergian Sofia yang begitu jauh di Jerman.


“Kenapa aku khawatir akan kepergiannya! Harusnya aku senang karena wanita menyebalkan itu pergi jauh sekarang!” gumam Kevin.


(Dua hati akan di mulai, mungkin salah satunya akan merasakan sakit! tapi itulah awal kisah cinta di mulai.)


***


Beberapa jam sudah terlewatkan, kini Sofia dan Putri sudah sampai di negara Jerman, Putri begitu senang sekali karena ini kali pertamanya dia datang di luar negri.


“Wah... Di sini sangat dingin sekali! Pasti banyak pria tampan disini!” ucap Putri.


“Itu pasti!” jawab Sofia.


Dari kejauhan Sofia melihat Kim Hyena dan juga Kim Leonard sudah menunggu kedatangan Sofia dan temannya itu. Sofia dan Putri menghampiri Kim Hyena dan juga Kim Leonard, lalu berpelukan bersama.


“How are you?” tanya Kim Leonard.


“Fine, you guys? ( baik, kalian)?” tanya balik Sofia tersenyum.


“Baik!” jawab Kim Leonard, lalu matanya melirik Putri yang berada di samping Sofia.


“I Putri! Nice to meet you!” jawab Putri untung saja dia bisa berbahasa Inggris.


“Aku Kim Hyena!” sapa Kim Hyena tersenyum cantik.


“Aku tahu, senang sekali bisa bertemu denganmu! Karena aku juga salah satu penggemarmu!!” ucap Putri mengambil foto bersama Kim Hyena.


“Jangan terkejut, dia memang seperti itu!” ucap Sofia. Lalu Kim Leonard segera mengajak mereka pulang ke rumahnya, disana Sofia dan Putri juga di sambut dengan hangat oleh orang tua Kim Leonard.


“Bagaimana kabarmu Sofia?” tanya orang tua Kim Leonard yang sudah akrab saja.


“Aku baik, bagaimana dengan kalian?” tanya balik Sofia.


“Kami baik!” jawabnya.


“O.. Kenalkan dia sahabatku Putri!” Sofia memperkenalkan Putri kepada orang tua Kim Leonard, dengan sangat ramah dan sopan Putri membalas salamnya kepada keuda orang tua Kim Leonard. “Aku sudah menyiapkan kamar kalian!” ajak Kim Hyena menuju kamar yang sudah ia siapkan. Sesampainya dikamar, Sofia dan Putri dibuatnya kagum karena dekorasi yang sangat indah dan rapi.


“Ini sangat indah, juga rapi sekali!” ucap Putri dengan senyuman.

__ADS_1


“Karena ini khusus untuk kalian!” balas Kim Hyena, lalu mengajaknya duduk di atas ranjang.


“Kau disini berapa hari?” tanya Kim Hyena.


“Satu bulan.” Jawab Sofia.


“Itu bagus sekali! Sekalian aku bisa kenal dekat dengan Putri! Benarkan!” ucap Kim Hyena tersenyum ke arah Putri. Sofia mengelus perut Kim Hyena yang masih belum terlihat begitu besar.


“Sudah berapa bulan?” tanya Sofia.


“Baru dua bulan! Apa kalian sudah makan? Aku akan ambilkan sebentar!” jawab Kim Hyena.


“Tidak perlu! Aku akan istirahat saja, karena besok Putri ingin jalan-jalan di Jerman!” ucap Sofia.


“Baiklah! Istirahatlah kalian! Buat diri kalian nyaman! Aku pergi dulu!” ucap Kim Hyena pergi keluar. Sekarang di kamar hanya ada Sofia dan Putri saja.


“Kakak Kim Hyena sangat baik, dan gosip semua orang itu ternyata hoax! Lama-lama aku nyaman disini dan tidak mau pulang.” Ucap Putri sembari membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


“Kalau begitu aku akan meninggal mu disini!” balas Sofia tersenyum.


“Jahat sekali kau ini!” ucap kesal Putri, Sofia tersenyum menggelengkan kepalanya.


***


Di Indonesia hari sudah malam, Kevin yang baru saja pulang kerja terlihat sangat lesu.


“Kau ini kenapa? Sepertinya kau sedih sekali!” tanya kakak Naina.


“Sudahlah jangan menggangguku.” Jawab Kevin menuju kamarnya. Sesampainya di kamar dia merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan menarik nafas panjang-panjang.


“Kenapa rasanya bosan sekali saat tidak ada amarah Sofia? Kapan dia kembali?” gumam Kevin, lalu tersadar akan ucapannya.


“Kenapa aku mengatakan itu? Haishh... ” Ucapnya menggaruk-garuk rambutnya hingga berantakan. Kevin mencoba menelfon Pak Rangga dan menanyakan nomer handphone Sofia.


“Pak tolong kirimkan nomer Sofia, sekarang.” Pintanya.


“Baik tuan!” jawab Pak Rangga, Kevin mematikan telfonnya dan menunggu kiriman nomer Sofia. Tidak lama sebuah pesan masuk di ponsel Kevin, dan itu ternyata dari paket Rangga yang mengirim nomer Sofia pada Kevin.


“Apa aku menelponnya sekarang! Tapi jika dia tidur....., ha..., tidak kenapa aku menelponnya.” Gumamnya bingung sendiri, Kevin melempar ponselnya di atas ranjang dan kembali berbaring.


***


Sofia yang selesai mandi mendapat telfon dari nomer tidak dikenal, karena dia menduga kalau itu hanya salah sambung, akhirnya dia mematikan telfonnya. Meski nomer itu menelfon terus menerus, tetap saja Sofia mematikannya.

__ADS_1


“Kenapa kau tidak mengangkatnya? Memang dari siapa?” tanya Putri.


“Itu hanya salah sambung!” jawab Sofia malas.


__ADS_2