MEMORY [INGATAN]

MEMORY [INGATAN]
MERASAKAN SAKIT.


__ADS_3

(Mata adalah rumah bagi hujan)


“Ada apa dengannya?” tanya ayahnya kepada ibunya.


“Aku tidak tahu, hiks .. tiba-tiba saja kevin jatuh pingsan!” jawab ibunya yang masih menangis tersedu.


“Wajah kevin pucat!” ucap naina.


“Cepat kita bawa ke rumah sakit sekarang.” pinta ayahnya.


Mereka segera membawa kevin ke rumah sakit terdekat dengan kepanikan yang sudah di ujung ubun-ubun karena kevin adalah salah satu anak laki-laki di keluarganya juga ahli waris keluarga xiang men. Sampai di rumah sakit kevin segera di periksa sedangkan keluarganya menunggunya di luar hingga ada kabar dari dokter.


***


Di rumah seperti biasa sofia menulis novel, dia dari tadi mencoba menelfon kevin tapi tidak ada jawaban sama sekali. Biasanya kevin yang selalu menelfon sofia kini giliran sofia telfon kevin tidak menjawabnya.


“Ya ... kenapa dia tidak menjawabnya, sebenarnya dia kemana?” gumam sofia kesal sendiri.


***


Naina mencoba menenangkan ibunya yang masih menangis dan tidak berhenti, sampai dokter keluar untuk membawa kabar tentang kevin. mendengar suara pintu terbuka mereka bertiga segera berdiri dan bertanya kepada dokter yang memeriksa kevin.


“Bagaimana keadaan nya? apa putraku baik-baik saja?” tanya ibunya tidak sabar.


“Apa dia meminum obatnya dengan teratur?” tanya dokter yang membuat ayah, ibu dan naina kebingungan.


“Obat? obat apa maksudnya?” tanya naina.


“Kalian tidak tahu, seharusnya dia harus mendapatkan pengobatan khusus!” jawab dokter yang masih berbelit-belit.


“Katakan apa maksudnya?” tanya ibunya meninggikan suaranya.


“Putra ibu mengidap penyakit jantung, dan seharusnya dia mendapat pengobatan khusus, sepertinya putra ibu tidak teratur meminum obatnya.” jelas dokternya.


“Apa kalian tahu sejak kapan penyakit itu ada?” tanya dokter.


“Kami tidak tahu sama sekali dok!” jawab naina yang mulai menangis.


Dokter itu pergi untuk memberikan waktu luang bagi keluarga kevin, ibu dan naina menangis histeris, juga ayahnya yang hanya bisa duduk diam dengan air mata tersembunyi.


“Kenapa dia tidak memberitahu ku?” tanya ibunya kepada naina. Naina memeluk ibunya yang tengah menangis begitu juga dengan nya yang ikut menangis.

__ADS_1


Beberapa jam kemudia kevin tersadar, saat dia membuka matanya dia melihat ada keluarganya di sana yang masih setia menunggunya sadar dengan air mata yang kering di pipi mereka.


“Kau sudah bangun, bagaimana perasaanmu?” tanya ibunya mengusap kepala kevin.


“Aku sudah lebih baik!” jawab kevin tersenyum.


Kevin melihat sekeliling, bahwa dirinya kini masih di rumah sakit, kevin sudah berfirasat kalau keluarganya sudah tahu soal penyakitnya.


“Kenapa kau tidak bilang pada kami? dan sejak kapan kau mengidap penyakit ini?” tanya naina.


“Maaf! aku tidak tahu, tiba-tiba saja dadaku merasa sakit saat aku berlibur di cina bersama sofia!” jawab kevin menjelaskan. Tidak lama dokter masuk ke ruangan kevin.


“Untuk sementara dia harus istirahat di rumah sakit!” ucap dokter.


“Dok, apa ada cara untuk menyembuhkan penyakitnya?” tanya ayah kevin. Seketika kevin memejamkan matanya dia berpikir karena penyakitnya keluarganya menjadi kesusahan sendiri.


“Ada, dia harus menjalankan oprasi jantung!” jawab dokternya.


“Kalau begitu lakukan dok, selamatkan putraku !!” ibu kevin mulai menangis lagi.


“Tidak mudah, karena kita perlu mendonorkan jantung lain untuk putramu!” ucap dokternya.


Keluarga kevin masih berharap bahwa kevin akan bisa di selamatkan dengan cara mencari donor jantung untuknya, tapi itu tidak mudah mencarinya. Meski begitu keluarga kevin akan berusaha mencari kan donor jantung untuk putra keluarga xiang men itu. Setelah selesai berbincang, naina harus mengurus yang ada dirumah karena ibunya memilih menemani kevin sedangkan ayahnya harus kembali mengurus perusahaan novel yang tadinya di jalankan kevin.


Sofia hari ini berniat untuk mengatakan kepada kevin soal hubungan nya dengan james yang akan segera menikah. Karena dari tadi kevin tidak menjawab panggilannya akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke rumahnya langsung. Sesampai di sana sofia hanya melihat naina saja.


“Kak naina, kakak sendirian? dimana kevin?” tanya sofia tersenyum. Nanina tidak di beri tahu kevin soal untuk tidak menceritakan nya kepada sofia.


“Mereka sedang ada di rumah sakit!” jawab naina datar.


“Siapa yang sakit?” tanya sofia penasaran.


“Kevin.” jawab naina.


“Apa, kevin!” sofia terkejut mendengar kevin sakit, karena setahunya kevin itu sangat aktif.


“Iya, dia mengidap penyakit jantung, dan saat ini mustahil untuk mendapatkan donornya, jika tidak mendapat donor jantung dengan cepat ... kevin bisa tiada!!” jelas naina sedih mengatakan nya.


Sofia terdiam dengan mata yang berkaca-kaca, perlahan di membalikan badannya dan mulai berjalan pergi dari situ, sofia berjalan sambil menangis tersedu, dia tidak peduli dengan tatapan orang padanya.


Sofia pergi ke suatu tempat yang tenang dan sepi hanya ada angin derasa dan suara laut saja, entah dimana itu. Selama perjalanan sofia mengingat kevin saat merasa kesakitan waktu itu, dia terus menangis, meski kevin bukan siapa-siapa untuknya, tapi entah kenapa sofia juga merasakan sakit nya.

__ADS_1


“Kevin ... ” ucap naina memberitahu lewat telfon, seketika kevin memjamkan matanya, dia melepaskan semua infus yang menemoel di tangannya.


“Kau mau kemana kevin?” tanya ibunya khawatir.


“Aku akan pergi sebentar!” jawab kevin berlari pergi meninggalkan rumah sakit. Sebelum pergi ternyata sofia menelfon nya dan ingin bertemu dengan nya.


Awalnya kevin pergi menggunakan mobil, tapi karena di jalan sangat macet, akhirnya dia turun meninggalkan mobilnya dan berlari menuju tempat yang di maksud sofia. Kevin terus berlari meski dadanya terasa sakit karena lari, keringat bercucuran di tubuh kevin hingga terlihat dari luar bajunya. Butuh perjuangan untuk datang menemui wanita yang ia cintai, kini mereka sudah saling berhadapan sedikit jauh dari keberadaan masing-masing.


Perlahan mereka berjalan lebih dekat, sofia melihat tangan kevin yang memegangi dadanya seolah merasa kesakitan dengan nafas yang tersengal-sengal juga wajah pucatnya. Kini mereka sudah sangat dekat tangan sofia memegang dada kevin yang terasa sakit dengan air mata yang masih mengalir, sedangkan kevin masih berusaha tersenyum.


“Kau tidak bilang padaku, kenapa kau menyembunyikan nya? kenapa? kenapa? hiks ....” tanya sofia.


Sofia memeluk kevin dengan sangat erat sambil menangis tersedu-sedu kevin membalas pelukan itu dan juga ikut menangis.


“Maafkan aku, aku minta maaf! aku tidak ingin melihatmu sedih, karena aku mencintaimu!” jawab kevin.


Sofia lagi-lagi terkejut dengan jawaban kevin, lalu dia memjamkan matanya, tangisan sofia bertambah sedih, kevin yang sudah mengatakan perasaan nya kini sudah mulai lega. Sementara sofia masih menangis di pelukan kevin dan merasa bingung kini dia akan menikah dengan james, tapi bagaimana dengan kevin, setelah melihat keadaan nya seperti ini.


(Sakit rasanya mencintai hati milik orang lain)


..................


TERIMA KASIH BUAT KALIAN YANG SUDAH MEMBACA MEMORY [INGATAN] 🙏💞


JANGAN LUPA.


• LIKE👍


• COMENT💬


• VOTE❤️


• RATE ⭐ LIMA


• DAN MASUKKAN KE FAVORIT KALIAN😘


LAIN KALI, SAYA AKAN BUAT CERITA YANG LEBIH BAGUS LAGI, JANGAN LUPA MAMPIR,


MESKI BUTUH PERJUANGAN MENUNGGU SETIAP EPISODENYA😁😁😁


SEKALI LAGI TERIMA KASIH🙏❤️❤️🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2