MEMORY [INGATAN]

MEMORY [INGATAN]
HARI PERTUNANGAN 2.


__ADS_3

James menunduk setelah merasakan bahwa dirinya mengeluarkan air mata, dan tangannya mulai bergerak menghapus air matanya lalu berpaling dari pemandangan sofia. Saat dia membalikkan tubuhnya, ternyata ibunya sofia sudah berdiri di belakang james, dia juga melihat air mata yang baru saja di hapus olehnya. Melihat ibu sofia yang seperti ingin bicara padanya, james mengeluarkan terjemahan supaya tahu apa yang ibu sofia bicarakan.


“auntie (bibi)!” ucap lebih dulu james tersenyum. Ibunya sofia memegang pundak james dan mengusapnya dengan pelan sambil tersenyum.


“Meski kau menghapus air matamu, bibi masih bisa melihatnya! bibi tidak tahu, apa yang terjadi sebenarnya di antara kalian? tapi bibi akan selalu mendoakan mu.” Ucap ibunya.


“Terima kasih bibi!”


“Jangan panggil bibi, meski kau tidak jadi menikah dengan sofia, bukan berarti panggilan untukku juga berubah! tetap memanggilku ibu!”


“Ibu!” sambil tersenyum dan menahan tangis bahagianya. James memeluk ibunya sofia dengan perasaan senang, seolah dia saat ini tengah memeluk ibu kandungnya sendiri.


“Sudah, ayo kita bersama yang lain disana!” ajak ibu sofia setelah selesai berpelukan, james menuruti ucapan ibunya dan pergi ke putri dan jigs yang juga ikut berkumpul di keluarga sofia juga kevin di sana.


Sofia dan kevin selesai berpelukan, kini mereka saling tatap. Melihat senyuman di wajah kevin, sofia tidak mau merusak suasana hatinya kevin, jadi senyuman juga terukir di wajah sofia.


“Aku mencintaimu!” ucap kevin yang merasa cintanya masih belum ada jawaban dari sofia. Lama menjawab, akhirnya sofia menjawab cinta kevin.


“Aku... aku juga mencintaimu!” jawab sofia. Betapa senangnya perasaan kevin saat ini, seolah jantungnya akan copot. Selesai berbincang, dua calon pengantin itu menghampiri keluarganya yang berkumpul tidak jauh dari keberadaan mereka. Dan lagi-lagi sofia melihat adanya james di sana, james menatapnya sebentar lalu kembali berpaling dari sofia.


(Apa cinta itu seperti sungai yang mengalir bebas berpergian?)


“Selamat atas pertunangan kalian!” ucap bersamaan putri dan jigs kepada sofia dan kevin. James yang selesai minum giliran menghampiri calon pengantin itu, james bersalaman dengan kevin.


“Selamat untuk kalian!” ucapnya lalu berahli ke salaman dengan sofia, sofia meraih tangan itu dengan wajah datar karena sedih. Sedangkan dinda dan ibu sofia tahu dengan perasaan mereka berdua saat ini.


“Selamat!” ucapan sekali lagi untuk sofia.


“Terima... kasih.. ” Setelah mengatakan itu james langsung pergi begitu saja tanpa senyuman. Melihat james hendak pergi dari acara, kevin menghentikan langkahnya.


“Jangan pergi dulu, mari kita berfoto bersama!” ajak kevin ramah. James tersenyum tipis dan berbalik melihat ke arah kevin lalu dia menerima ajakan itu. Kedua keluarga itu berkumpul dan pose anggun. Setelah itu giliran anak muda yang berpose, yaitu putri, jigs, james, dinda, naina, sofia dan kevin, mereka sudah berdiri tegak dan siap di foto. Banyak sekali foto yang mereka ambil salah satunya adalah foto dimana sofia dan james saling tatap satu sama lain.


“Aku akan pergi dulu, aku lupa masih ada pekerjaan mengedit foto pelanggan.” Pamit james kepada kevin. Kevin tersenyum dan membolehkan james pulang lebih dulu. Sementara sofia masih melihat ke arah james pergi. “Jika kau melihat ke belakang, itu tandanya kau masih mencintaiku! tapi jika kau tidak melihat ke belakang, itu artinya kau sudah melupakanku.” Batin sofia menunggu james menoleh ke arahnya. James tidak menoleh sama sekali hingga dia keluar gedung. Sofia tertunduk sedih dan tidak percaya dengan ucapannya sendiri.


***

__ADS_1


Malam sudah tiba, dan acara pertunangan mereka juga sudah selesai dari tadi, keluarga sofia dan kevin saat ini berkumpul di ruang tamu untuk membicarakan pernikahan anak-anaknya.


“Apa pernikahannya juga di laksanakan dengan cepat?” tanya ayah sofia.


“Tidak, mungkin kalian sudah tahu soal kevin yang mengidap penyakit jantung.” Dinda sudah tahu, tapi kedua orang tuanya masih belum tahu soal itu, mereka menjadi terkejut mendengar kejujuran itu.


“Maaf kami tidak memberitahu kalian dari awal! tapi saat ini kami berusaha mencarikan donor jantung untuk kevin.” Jelas ayahnya kevin.


“Maksudmu, pernikahannya menunggu kevin selesai oprasi jantung baru?”


“Iya! jika kalian tidak keberatan soal itu.”


“Kami tidak keberatan, semoga saja donornya akan segera tersedia dan oprasinya lancar!”


“Terima kasih banyak atas doanya!”


“Dan kebetulan sekali, dua hari lagi putri sulung kami akan menikah! kami mengundang kalian!” ucap ibunya sofia.


“Baiklah, kami akan datang. Putri sulung ku saja masih belum menemukan pasangan!” Ejek sang ayah tertawa kecil.


Setelah mereka selesai berbincang selama tiga jam, kini waktunya untuk pulang ke rumah masing-masing. Kebetulan sekali sofia juga sudah selesai mengobrol dengan calonnya itu. “Kami pulang dulu!” pamit sofia dan keluarganya. Dalam perjalanan pulang, sofia hanya melamun teringat dengan james, hingga kakaknya menyadarkan lamunan sang adik.


“Jangan melamun terus.” Peringatan dari kakaknya. Meski begitu sofia masih saja teringat dengan ingatannya bersama james, hari-hari yang begitu indah baginya.


***


Esoknya keluarga sofia sudah mulai mempersiapkan pernikahan dinda, sementara di kamar sofia sibuk telefonan dengan kim hyena yang sudah sampai di korea, di rumah yoon shi-a.


“Cepat datanglah, jangan sampai terlambat, yoon shi-a dan aku tidak sabar ingin bertemu dengan calon pengantin! benarkan yoon shi-a..” Memberikannya kepada yoon shi-a.


“Benar sofia, cepat datanglah, kami akan menunggumu disini! jangan lupa ajak juga putri.” Sambung kim hyena, yang tadinya yoon shi-a yang menjawab kini kembali ke kim hyena.


“Iya, dia bilang akan pergi bersama kekasihnya!”


“Pria temannya james?”

__ADS_1


“Iya!”


“Wah... pasti seru, mereka juga cocok!”


Lama sekali berbincang, hingga panggilan sudah berakhir, sofia segera turun membantu persiapan kakaknya. Sekalian ijin pergi ke korea.


“Ibu, ayah, kakak! sebelum kakak lamaran waktu itu. Aku sudah berjanji datang ke pernikahan kakak yoon shi-a di korea, sahabatnya penari kim hyena yang waktu itu datang kemari!”


“Jadi?” tanya kakaknya.


“Apa aku boleh pergi ke korea?”


“Kapan?”


“Besok, karena pernikahannya kurang dua hari lagi, Aku tidak enak jika tidak membantu di sana.”


Keluarga sofia diam sambil berpikir untuk mengijinkan sofia atau tidak, karena masalahnya kakaknya juga akan menikah. Tiba-tiba tangan dinda memegang tangan ayahnya sambil menganggukan pelan kepalanya.


“Baiklah, kau boleh pergi! ini juga keinginan kakakmu!” ucap sang ayah. Sofia tersenyum lebar melihat kakaknya.


“Terima kasih kakak!”


“Sama-sama!”


***


Di hotel, james berkemas membawa semua bajunya ke dalam koper dan peralatan kameranya juga.


“Kau mau pergi kemana?” tanya jigs menggunakan bahasa jerman.


“korea!”


“Untuk apa?”


“Bekerja. Sahabat istrinya tuan kim leonard menikah, jadi aku di sewa untuk foto prewedding.”

__ADS_1


Belum sempat mengatakan, james sudah bersiap dan pamit kepada jigs yang tengah terduduk di kursi. “Aku pergi dulu!” pamit james keluar melewati pintu. Sebenarnya james tahu, siapa kim hyena dan kim leonard.


__ADS_2