![MEMORY [INGATAN]](https://asset.asean.biz.id/memory--ingatan-.webp)
Sofia berlari di dalam koridor rumah sakit dengan tergesa-gesa menghampiri ruangan kevin. Sampai matanya melihat adanya keluarga kevin yang tengah duduk di luar ruangan, perlahan sofia menghampiri mereka yang masih duduk terdiam, sampai naina melihat datangnya sofia dan menyadarkan lamunan ayah dan ibunya.
“Apa yang terjadi kak? kenapa penyakitnya kambuh lagi, aku sudah memberinya obat yang teratur.” penuh tanya dari sofia.
“Semalam kevin pergi di pesta temannya, di sana dia menyelamatkan adik dari salah satu temannya yang jatuh ke dalam kolam. Dia berenang juga berkelahi dengan temannya julio yang mabuk berat karena sudah menyenggol adik julio. Hingga dari belakang pria mabuk itu memukul punggung kevin dengan sangat keras, meski begitu kevin masih melawannya dan membuat dirinya jatuh pingsan.” Jelas naina sedih. Sofia melihat kevin tengah tidur ke arah pintu luar dengan tatapan yang sedih.
“Kenapa lagi-lagi dia bisa seceroboh itu, hiks ... ” Ucap ibunya tak tahan menahan tangisnya melihat putranya harus keluar masuk rumah sakit. Lima jam sofia masih di rumah sakit dengan keluarga kevin yang juga masih menunggu di sana. Sampai suara ponsel sofia berdering dari james.
“Meet me at the beach the first time we go there (temui aku di pantai pertama kali kita kesana).” kata james datar yang langsung mematikan panggilannya. Sofia belum sempat bicara, dia merasakan perasaan yang tidak enak akan hubungan nya dengan james. Sebelum pergi, sofia pamit kepada keluarga kevin lalu dengan cepat menuju pantai yang di maksud james. di dalam bis sofia memandangi cincin yang di kasih oleh james, dia mencium cincin itu dengan tetesan air mata yang keluar di matanya dan berahli ke kalung yang ia kenakan dari james, sofia meremas kalung itu sambil menutup matanya, berharap semuanya akan baik-baik saja.
Di pantai james sudah berdiri di bibir pantai sambil memandangi ombak yang sedang tertiup angin menunggu kedatangan sofia. Sofia yang ternyata sudah datang dan kini berdiri di belakang james dengan perasaan yang tidak enak. James merasakan kedatangan sofia, dia membalikkan tubuhnya dan melihat ke arah sofia, kini mereka saling menatap.
“James maafkan aku, aku— ” tidak habis bicara, james menghentikannya.
“Apa kau senang dengan pernikahan ini?” pertanyaan james membuat sofia terkejut.
“Jawab aku sofia.”
“Kenapa kau bicara seperti itu, tentu saja aku senang dengan pernikahan kita!”
“Jika kau senang kenapa kau terus menundanya?” tegas james memandang lekat-lekat mata sofia.
“Sudah kubilang, pekerjaanku— ”
“Bukan pekerjaan, tapi kevin.” Sofia semakin terkejut mendengar bahwa james sudah tahu kalau dia selama ini menemui kevin hingga membatalkan daftar nikah mereka.
__ADS_1
“Sofia, aku tidak pernah melarangmu untuk bertemu dengan kevin. Tapi setidaknya kau juga tahu waktu dan hal lainnya seperti pernikahan kita.” james sedikit kecewa dan kesal.
“Maafkam aku james, aku janji besok kita akan mendaftar lagi!” sofia masih menutupi penyakit kevin.
“Ini sudah ketiga kalinya kau membatalkan dan terus berkata janji.”
“Maafkan aku, aku bisa jelaskan semua— ” lagi-lagi tidak sempat mengatakan kejujuran james sudah menyelat.
“Pilih aku atau kevin?” sofia terdiam dengan kejutan mendengar pilihan dari james.
“Kenapa kau bi— ”
“Aku atau kevin? jawab sofia.”
“Jangan katakan itu james.”
“Kevin!” jawab sofia tiba-tiba dengan mata berkaca-kaca. James memundurkan tubuhnya dari sofia. “Okay, kita batalkan pernikahan kita.” Ucap james berjalan pergi meninggalkan sofia yang masih mematung. Senyuman kecil terukir di wajah james saat sudah berjalan menuju mobil. James melajukan mobilnya, sementara sofia memegang kepalanya dan merasa bingung, dia menangis, tidak tahu harus berbuat apa, orang yang dia cintai sudah meninggalkannya. “Hiks .... Hiks ...” Suara isak tangis sofia.
(Jika aku pernah jatuh cinta, aku tahu itu hanya padamu)
***
James menyetir dengan mata yang berkaca-kaca, mengingat keberadaannya di rumah sakit melihat bahwa sofia sudah mengetahui penyakit kevin. James harus berkoban demi kebahagian kevin, karena dia tahu kalau kevin mencintai sofia, meski itu juga membuatnya merasa sakit. Sekarang hanya ada pengorbanan yang dilakukan sofia dan james itu hanya untuk satu orang, yaitu kevin.
***
__ADS_1
Karena sofia bingung harus mengatakan apa kepada keluarganya, akhirnya sofia memilih nginap di rumah putri untuk beberapa hari. Dia juga sudah mengirim pesan ke kakaknya di waktu lamaranya. Hingga tengah malam tiba, ibu beserta ayahnya menunggu kabar dari sofia dan james, tapi sampai malam sofia belum juga datang.
“Ibu, ayah, sofia mengirim pesan padaku. Dia bilang untuk beberapa hari dia menginap di rumah temannya.” Ucap dinda.
“Bagaiman dengan pernikahan nya denga james?” tanya ayahnya.
“Mungkin ada sedikit masalah ayah, jadi aku mohon biarkan sofia sendiri dulu, dan biarkan dia mengurus pribadinya sendiri! kita tunggu saja kabar darinya.” Jelas dinda membela adiknya. Ibu dan ayahnya mengerti dengan ucapan dinda, kini mereka ganti mengurus pernikahan kakaknya.
***
Di kamar putri, sofia menangis di pelukan temannya itu, sedangkan putri berusaha menenangkan temannya. “Sudah berhentilah menangis, jika kau sedih aku juga ikut sedih ... Hiks ... ” Ucap putri. Sofia masih menangis tidak mendengar ucapan putri, meski dia ingin berhenti tapi hatinya masih ingin menangis.
“Ceritakan padaku apa yang terjadi?” tanya putri yang sudah melepaskan pelukan mereka dan berahli ke tatapan satu sama lain.
“Kevin mengidap penyakit jantung, dia mencintaiku, aku tidak menjawabnya. Aku takut jika aku menolaknya kevin akan— ” Sofia tidak habis bicara sudah nangis terus.
“Aku tahu, aku tahu! istirahatlah sekarang, besok saja kau ceritakan semuanya.” Pinta putri. Sofia dan putri tidur, tapi meski tubuhnya tergeletak di atas kasur, mata sofia masih terbuka dengan di penuhi hujan air.
***
Di hotel, melihat jigs sudah tidur pulas, tapi james masih duduk di meja makan dengan kedua tangan yang ia tempelkan di bibirnya.
“I know, my words will make you sick, but I also know that there is a more painful heart there (aku tahu, ucapanku akan membuatmu sakit, tapi aku juga tahu bahwa ada hati yang lebih sakit di sana).” batin james. perlaha james menutup matanya, seketika air menetes di matanya yang tengah tertutup.
***
__ADS_1
Sementara di rumah sakit, kevin menginap di sana karena dia masih tidak membuka matanya sedari tadi, hingga akhirnya kevin baru saja membuka matanya, dia juga tidak terasa bahwa ia meneteskan air matanya, yang dia rasakan hanya suara jantung yang begitu keras ia rasakan. “Apa yang terjadi di luar sana? apa yang tidak aku ketahui?” batin kevin yang berpikir seperti itu tanpa ia sadari.