MEMORY [INGATAN]

MEMORY [INGATAN]
GAGAL MENIKAH 2.


__ADS_3

Sofia merasa lega, karena james sudah di tidak marah padanya. “Dimana jigs?” tanya sofia sambil melihat sekeliling ruangan. “Dia keluar bersama putri.” Jawab james. Kini mereka berdua saling menatap, tatapan itu membuat sofia meleleh seperti salju yang cair.


“Besok kita berangkat jam berapa?” tanya sofia.


“Terserah kau saja, aku hanya mengikutimu saja.” Jawab james tersenyum. Sofia mengangguk mengerti. Beberapa jam sofia menghabiskan waktu bersama james, setelahnya dia pulang ke rumahnya. Saat di rumah sofia mendapat banyak pertanyaan dari kedua orang tuanya soal daftar pernikahan mereka.


“Bagaimana, semuanya lancarkan?” tanya ibunya tersenyum begitu juga ayahnya.


“Tidak ibu, daftar kami di undur besok.” Jawab sofia tanpa senyuman. Tadinya orang tua sofia yang tersenyum, kini menjadi diam setelah mendengar jawaban. Sedangkan kakaknya mengerti di balik semua itu.


“Kenapa di undur? apa kantornya tutup?” tanya ibunya.


“Tidak ibu, aku terlambat datang karena pekerjaanku bu.” Sofia masih tertunduk, dia sebenarnya tidak mau membuat keluarganya sedih. “Kenapa kau tidak tinggalkan dulu pekerjaan mu, jangan terlalu sibuk sofia. Ada saatnya kita sibuk dan juga ada saatnya kita bersantai.” Jelas ibunya sedikit kecewa. Tapi untungnya kakaknya menyelat pembicaraan mereka.


“Sudahlah, tidak apa. Oiya sebentar lagi kakak juga akan menikah!” ucapan kakaknya membuat semuanya menoleh bersamaan ke arahnya.


“Apa? menikah? sejak kapan kau memiliki calon, kenapa tidak beritahu kepada kita?” tanya ibunya kesal dengan anak yang satunya lagi.


“Iya, aku minta maaf, besok dia datang melamar ku!” jawab dinda tersenyum. Seketika semuanya juga ikut tersenyum bahagia. Di satu sisi putri bungsunya membuat kesedihan, disisi lain putri sulungnya membuat kebahagian. Tidak lama sofia pamit masuk ke dalam kamarnya dan mengetik novel seperti biasa. Setiap yang dialaminya bersama kevin, dia tulis di dalam novel itu.


***

__ADS_1


Sementara di kediaman xiang men, kevin ijin keluar bersama temannya leo karena dia bosan di rumah terus, lagian sudah lama mereka tidak bertemu setelah pertemuannya dengan sofia. Awalnya ibu, ayah dan naina tidak setuju karena takut terjadi sesuatu kepada kevin nanti, tapi kevin memaksa mereka dengan meyakinkan mereka bahwa dirinya akan menjaga tubuhnya dengan sebaik-baiknya. Akhirnya keluarga kevin mengijinkan kevin keluar dan meminta tolong kepada leo untuk menjaganya. Kevin dan leo pergi ke pesta julio yang diadakan di pinggir kolam renang rumah julio, mereka sangat menikmati pesta itu, karena ada banyak wanita cantik di sana.


“Apa kabar?” sapa julio kepada kevin.


“Baik, kau?” sapa balik kevin.


“I am okay.. ” Jawab senang julio. Julio memberikan segelas minuman alkohol dan mengajaknya menari bersama yang lain, tapi untungnya kevin menolak semua itu, memilih duduk dan melihat dengan secangkir air putih di gelas. Beberapa wanita juga mendekati kevin tapi kevin tidak tertarik dengan wanita itu.


“Kakak tidak ikut menari?” tanya adiknya julio yang tiba-tiba muncul di hadapan nya.


“O ... rikco kakak tidak boleh kecapekan, jadi kakak tidak ikut menari.” Jawab kevin lembut.


“Kau sendiri tidak ikut menari bersama kakak mu?” tanya kevin.


“Ada apa kevin? kenapa kau memukulinya?” tanya Leo.


“Adikmu terjatuh ke kolam dan hampir kehilangan nyawa karena temanmu itu, jika dia tidak tahan dengan minuman seharusnya dia tidak perlu minum-minuman.” sentak kevin kepada julio. Julio langsung panik melihat adiknya yang masih batuk-batuk. Dari belakang teman julio yang mabuk berat itu memukul punggung kevin dengan sangat keras, tapi kevin memukulnya balik hingga tergeletak di lantai.


“Lain kali minumlah di tempat sepi ji— ” belum selesai bicara penyakit kevin kambuh lagi, tiba-tiba saja kevin memegang dadanya dan jatuh pingsan. Melihat temannya jatu pingsan leo dan julio segera membawanya ke rumah sakit bukannya kembali ke rumah kevin.


***

__ADS_1


Esoknya james menjemput sofia karena mereka sudah janjian pergi berangkat mendaftar bersama-sama. Lama menunggu sofia bersiap, tidak lama sofia turun dengan memakai celana dan baju berwarna putih dengan rambut terurai dan poni yang diselipkan di belakang telinganya. James tersenyum melihat dandanan sofia yang begitu natural sekali, berbeda dengan kebanyakan wanita yang ia lihat dan temui.


“Ibu, ayah aku akan pergi sekarang, dan kakak, maaf aku tidak bisa melihat lamaranmu nanti, tapi nanti ceritakan padaku!” ucap sofia tersenyum.


“Iya, hati-hati di jalan, semoga saja tidak ada halangan!” balas kakaknya tersenyum. James beroamitan kepada kedua orang tua sofia setelah pergi bersama sofia menggunakan mobil yang sudah di sewa james hari ini.


“Aku tidak sabar dengan pernikahan kita!” ucap sofia. James tersenyum mendengarnya.


Beberapa jam kemudian mereka sampai di KUA, sama seperti kemarin james dan sofia mengantri tapi tidak lama nama mereka di panggil, sofia menggenggam tangan james erat-erat seraya tersenyum padanya. mereka duduk dan mulai berbincang.


DEERRTT .... DEERRTT ... Ponsel sofia berdering beberapa kali membuat percakapan mereka terpotong. “Permisi sebentar.” Ucap sofia beranjak dari duduknya dan mengangkat telfon dari naina.


“Sofia, penyakit kevin kambuh lagi, sekarang dia ada di rumah sakit.” Ucap naina. Sofia terkejut, tanpa pikir panjang dengan tergesa-gesa sofia menghampiri james yang masih duduk.


“James, aku pergi dulu, ada urusan mendadak! tidak apakan jika kita undur saja.”


“Sofia, ini ketiga kalinya, beberapa lagi kita akan selesai mendaftar, jadi kumohon jangan pergi.


“Maaf james, tapi ini sangat penting.”


“Apa pernikahan ini tidak penting untukmu?” tanya james.

__ADS_1


“Maaf, tapi aku harus pergi.” ucap sofia yang langsung berjalan cepate meninggalkan james. James terdiam denga kesal melihat sofia yang tidak menganggap hubungan mereka serius. Sofia menuju rumah sakit dimana kevin dirawat saat ini. Sedangkan james yang sudah keluar dan duduk di dalam mobil masih penasaran dengan hal yang sangat penting selain menulis novel. Tiba-tiba hanya ada satu ingatan di pikiran james.


“Apa sofia sudah tahu soal penyakit kevin.” Batin james.


__ADS_2