MEMORY [INGATAN]

MEMORY [INGATAN]
PENARI YANG MENYEDIHKAN.


__ADS_3

Kim Hyena melajukan mobilnya, karena mungkin surat Kim Leonard sudah datang meski malam hari. Saat lampu merah, Kim Hyena berhenti, dia menoleh ke kiri dan melihat jalanan berwarna hitam, seperti bekas kebakaran atau ledakan. Juga ada tanda dilarang melintas, Kim Hyena semakin penasaran dengan itu.


“Apa ada kecelakaan?” tanya dirinya, lampu berubah menjadi hijau, Kim Hyena tidak memperdulikan jalan itu dan langsung kembali melajukan mobilnya.


***


saat Kim Hyena pulang dia langsung bertanya pada Bibi Channa dan juga Bibi Lili.


“Bibi apa ada surat dari Kim Leonard?” tanya kim Hyena.


“Tidak ada.” Jawab kedua bibi itu. Kim Hyena sedih dengan jawaban tersebut, lalu dia pamit masuk ke dalam kamar anak ke dua Bibi Channa, karena anak Bibi Channa baru saja pulang dari luar kota.


“Baiklah, aku akan masuk dulu!” ucap Kim Hyena, berjalan masuk ke kamar. Sedangkan anak keduanya tidur bersama anak pertama, Kim Hyena tidur bersama Bibi Lili.


***


(Hari terus berganti tanpa henti, sama sepertiku yang menunggumu tanpa henti.)


Meski beberapa minggu sudah lewat, Kim Hyena tidak pernah lupa untuk mengirim surat kepada Kim Leonard dan menunggu di tempat biasanya, tapi Kim Leonard tidak pernah membalas surat dari Kim Hyena. Kim Hyena mulai gelisah karena besok adalah hari konser terbesarnya, Kim Hyena duduk di ruang tamu bersama Bibi Lili.


“Nona muda tidak apa-apa?” tanya Bibi Lili.


“Bibi jangan panggil aku nona, panggil saja namaku!!” jawab Kim Hyena, Bibi Lili tersenyum. Kim Hyena melihat Bibi Channa yang masuk membawa tumpukan koran kedalam rumahnya.

__ADS_1


“Bibi, kenapa kau membawa koran sebanyak itu, memangnya koran itu untuk siapa?” tanya Kim Hyena.


“Ah.. Ini koran minggu lalu, ini sudah kebiasaan Bibi selalu telat mengambilnya, sekali mengambil Bibi selalu menyimpannya, karena biasanya suami Bibi suka membaca koran, meski koran itu sudah beberapa tahun lalu.” Jelas Bibi Channa tertawa. Setelah itu Bibi Channa duduk bersama Kim Hyena dan Bibi Lili.


“Apa tadi ada surat Bibi?” tanya nya lagi.


“Tidak ada Kim Hyena, apa Kim Leonard tidak menghubungimu lewat ponsel?” tanya Bibi Channa.


“Tidak Bibi, ponselnya tidak aktif. Aku takut terjadi sesuatu, besok konserku juga di mulai tapi sampai sekarang Kim Leonard tidak ada kabar sama sekali.” Kim Hyena mulai khawatir.


“Kau jangan khawatir, mungkin dia sedang membuat kejutan untukmu, ingat yang di lakukan nya padamu, saat dia memberimu kejutan!!” kim Hyena mengerti, tapi masih ada yang mengganjal hatinya. Hati Kim Hyena mulai rapuh kembali, dia firasat bahwa semuanya tidak akan berjalan dengan lancar, dia hanya bisa melamun dan membayangkan bagaimana di kemudian harinya nanti, apa akan lebih menyedihkan.


***


Konser sebentar lagi di mulai, Kim Hyena keluar panggung untuk mengecek kedatangan Kim Leonard. Banyak sekali orang-orang yang berjalan sambil memberinya hormat, juga penasaran kenapa Kim Hyena berada diluar. Tapi sudah lama Kim Hyena berdiri menunggu dan mencari, tetap saja tidak ada tanda-tanda kedatangan dari Kim Leonard. Bibi Channa dan Bibi Lili mengetahui Kim Hyena ada diluar, segera memanggilnya.


“Aku sedang menunggu kedatangan Kim Leonard Bibi.” Jawabnya.


“Tapi, sebentar lagi konsermu dimulai,ayo masuk, Bibi yakin dia akan datang bukankah dia sudah berjanji padamu!!” ucap Bibi Channa. Kim Hyena percaya pada ucapan Bibi Channa dia masuk kedalam, langkahnya menjadi pelan, seolah dia sudah tidak ingin berbuat apa-apa lagi, dia tidak ingin melakukan semua ini. Saat konser mulai, kini Kim Hyena berdiri di atas panggung, tapi matanya sedang mencari seseorang, wajah Kim Hyena mulai sedih.


“Kim hyena! Kim Hyena! Kim Hyena !” sorak para penggemar Kim Hyena, yang saat ini sudah berada di atas panggung. Mata Kim Hyena masih sibuk mencari keberadaan seseorang, tapi masih tetap saja tidak ada tanda-tanda sama sekali, Kim Hyena mendengar para penggemarnya meneriaki namanya, sangat ramai, ramai sekali.


“Sudah ku duga!” gumamnya mulai sedih.

__ADS_1


“Dia meninggalkanku sendiri lagi... Kenapa kau tidak datang? Kenapa semua orang yang ku sayangi tidak datang dan melihatku menari bahagia.. Bibi Yoona, Yoon Shi-a, dan juga Kim Leonard?” gumam Kim Hyena, air mata mulai menetes membasahi pipinya. Saat musik di putar bukannya menari, Kim Hyena malah terduduk sambil menangis seolah-olah dia tidak mau melanjutkan gelar tarinya dan tidak memperdulikan orang-orang yang ada di sekitarnya, setia menunggunya menari sedari tadi. Kim Hyena menangis tersedu-sedu, banyak penggemar yang melihat kejadian yang menyedihkan itu.


“Kenapa dengannya?” ricuh para penggemar.


“Mungkin dia menagis karena merasa bersalah pada temannya, bibinya juga meninggalkannya, dan sekarang kekasihnya juga meninggalkannya entah kemana.” Gosip para penggemar mulai menyebar.


“Iya aku tahu, beritanya sudah menyebar..


kasihan sekali, dia penari yang menyedihkan! itu salahnya sendiri sih!” masih ricuh. Tidak suka dengan sikap Kim Hyena para penggemar yang tadinya tidak sabar menunggu tarian dari sang idol, kini pergi meninggalkan Kim Hyena yang masih menangis. Penggemar itu merasa kecewa dengan sikap dan perilaku Kim Hyena, yang ternyata bertolakan dengan yang ada di depan kamera.


“Ada apa ini? Kenapa dia malah menangis?” tanya menejer Kim Hyena.


“Kita sudah di peringatkan bukan, mungkin saja Kim Hyena mengalami depresi saat ini! kalau seperti ini, kita bisa rugi besar!” jawab orang penting lainnya. Bibi Channa dan Bibi Lili yang tidak tega melihat Kim Hyena menangis di atas panggung langsung berlari menghampirinya. Bibi Channa memeluk Kim Hyena yang masih menangis.


“Bibi mereka semua meninggalkanku Bibi ... kenapa? Waktu itu bibi Yoona meninggalkanku, setelah itu sahabatku, dan sekarang Kim Leonard .. kenapa .. hiks .. ?” ucap Kim Hyena.


“Kenapa dia tidak datang Bibi..bukankah dia sudah berjanji .. hiks .. ?” ucapnya lagi. Bibi Channa tidak bisa menjawab pertanyaan Kim Hyena, dia hanya bisa menangis melihatnya.


“Tolong berhentilah Kim Hyena, Bibi mohon! jangan seperti ini! Dia akan datang, kau tidak sendiri!” ucap Bibi Channa yang ikut menangis.


“Iya nona muda, jangan seperti ini! berhentilah menangis!” ucap Bibi Lili juga menangis melihat majikannya begitu menyedihkan.


“Mereka meninggalkanku Bibi! Tuhan sangat membenciku Bibi! Dia tidak membolehkanku untuk merasakan bahagia hiks..!!” ucap Kim Hyena sedih juga merasa sedikit kecewa dengan hidupnya.

__ADS_1


(Kenapa air mata yang selalu menemani kita, di saat kita merasa sedih? kenapa tidak kekuatan dan tekat saja yang menemani kita?)


Kim Hyena masih setia dengan tangisannya, begitu juga Bibi Channa yang masih memeluk kim hyena, dan ditemani Bibi Lili yang setia menunggu mereka berdua terutama Kim Hyena.


__ADS_2