MEMORY [INGATAN]

MEMORY [INGATAN]
SALJU YANG PENUH KENANGAN.


__ADS_3

James di angkat oleh tiga penjaga itu dan segera di bawa ke rumah sakit, bersamaan dengan sofia yang juga di bawa pergi.


“James.. !” lirih Sofia membuka matanya sedikit-sedikit, melihat James tengah dibawa pergi.


Mereka berdua dibawa ke rumah sakit yang sama, disana Sofia sudah diberi obat, hanya menunggunya bangun dan menyuruhnya makan. Sedangkan James masih menutup matanya, tubuhnya masih lemas dengan berenang lima jam tanpa henti. Seharian mereka berdua tertidur di rumah sakit, hingga paginya Sofia sudah membuka matanya, Putri yang melihat Sofia membuka matanya, dia menangis tersedu sambil memeluk temannya itu, begitu juga dengan Kim Hyena yang merasa senang melihat Sofia sudah siuman.


“Makanlah, supaya energi mu kembali lagi!” linta Kim Hyena yang sudah membawakan makanannya. Sofia memakannya dengan sangat lahap, selesai makan Sofia meminum obat, lalu dia teringat dengan James yang sudah berusaha menolongnya saat itu.


“Dimana James? Dan bagaimana dengannya?” tanya Sofia. Kim Hyena dan Putri mengajaknya di ruangan James, Sofia melihat dari luar pintu, dia melihat James masih tidak sadarkan diri, rasanya Sofia sangat merasa salah.


“Dia berenang selama lima jam, maka dari itu tubuhnya lemas dan masih belum sadarkan diri!” ucap Kim Hyena.


“Tapi, apa yang terjadi?” tanya Putri.


“Saat itu kami sedang asik menaiki kapal karet, kami menikmati suasana indah disana sampai tidak sadar bahwa kapal membawa kami menjauh dari yang lain, dan juga kapal kami tertusuk batang kayu, akhirnya kami memutuskan untuk istirahat di sebuah pulau, dan berharap ada orang yang akan membantu kami.“ Jelas Sofia.


“Lalu apa yang terjadi?” tanya Kim Hyena.


“Seterusnya aku tidak tahu, karena tidak sadarkan diri.” Jawab Sofia.


“James membantumu, dia menarik mu menggunakan beberapa kayu.” Ucap Putri.


Sofia pamit kepada mereka berdua dan masuk kedalam ruangan dimana James tertidur. Sofia memandangi nya cukup lama, lalu duduk di kursi sampingnya dan meraih tangan kanan James.


“Terima kasih, tapi kenapa kau melakukannya jika tahu kalau itu akan membahayakan nyawamu!” ucap Sofia tidak tahu kenapa air mata menetes membasahi pipinya.


“Bangunlah aku mohon! Aku mohon bangunlah!” ucap Sofia yang terus menerus memohon. Tidak lama tangan James bergerak perlahan matanya terbuka, lalu dia melihat ke arah Sofia yang kini berdiri tersenyum kearahnya.


“Kau sudah sadar?” tanya Sofia.


James mengangguk pelan kepalanya. “Karena kau memanggilku!” sementara Sofia berteriak memanggil dokter dan memberitahunya kalau James sudah sadar. Selama James dirawat Sofia selalu merawat dan menjaganya, tidak hanya karena tanda terima kasih saja, tapi dia juga merasakan hal lain yang masih tertutup.


***


Lima hari sudah lewat dan James sudah sembuh total dari perawatannya, seperti biasa Sofia menulis lagi, setiap gerak geriknya dia selalu menulisnya. Benar yang dikatakan James, hari ini Jerman sedang musim salju sama saat Sofia kali pertama datang ke Jerman. Saat sedang menulis, Kevin mengganggunya dan menelfon Sofia.

__ADS_1


[“Sebentar lagi kau akan pulang?”] tanya Kevin memastikan.


[“Iya! Jangan menggangguku karena saat ini aku sedang menulis novel mu!”] ucap Sofia.


[“Apa kau baik-baik saja disana! dari kemarin perasaanku tidak enak terhadapmu!”] kata Kevin.


[“Tumben sekali kau memikirkan ku?”] tanya Sofia tersenyum.


[“Tidak juga, kalau begitu jaga kesehatanmu!”] ucap Kevin, lagi-lagi Sofia mematikan telfonnya langsung dan kembali menulis lagi.


(Hal yang paling menyebalkan di kehidupan, yaitu memilih.)


Putri yang kini keluar bersama Jigs, mereka memilih tempat sederhana yaitu cafe yang berada di pinggir jalan.


“Kau jadi pulang?” tanya Jigs sedih.


“Iya!” jawab Putri juga sedih.


“Jadi, bagaimana kita bisa bertemu?” tanya Jigs.


“Tidak apa, aku akan menjalani semua ini! Meski kau cerewet, tapi kau wanita yang sederhana!” kata Jigs tersenyum.


“Ah.. benarkah!” balas Putri malu-malu, Jigs mencium tangan Putri. Dua sejoli itu saling bermesraan melepas rindu mereka.


Sementara di rumah Kim Leonard, Sofia baru saja mendapat telfon dari James.


“Ada apa?” tanya Sofia.


“Ayo kita bertemu di Sungai Spree!” ajak James.


“Em.. sebentar.. ! Baiklah!” balas Sofia setuju.


Setelah mendapat ajakan itu, Sofia segera pergi menuju Sungai Spree, sesampainya di sana, Sofia melihat James yang sudah datang lebih dulu, perlahan Sofia berjalan menghampiri James yang tengah duduk memandangi Sungai Spree yang saat ini beku menjadi es.


“Dor.. !” kejutan dari Sofia, James terkejut, tersenyum dan menoleh ke arah Sofia. Sofia tertawa lalu duduk di sebelah James, dan kembali memandanginya.

__ADS_1


“Apa kau jadi kembali?” tanya James.


“Iya!” jawab Sofia sambil mengangguk.


James melepas kalung yang ia kenakan dari ibunya, kalung berbentuk kepala singa.


“Ambilah!” ujar James tersenyum memberikan kalung miliknya kepada Sofia.


“Apa?” ucap Sofia masih bingung.


Tidak banyak tanya, James memasangkan kalungnya ke leher Sofia, sedangkan pipi Sofia memerah karena saat ini James sedang terlihat seperti memeluknya, saat selesai memasangkannya, Sofia memegang kalung yang sudah berada di lehernya itu.


“Tapi ini pemberian dari ibumu?” tanya Sofia.


“Ada alasan lain yang tidak akan aku ucapkan!” jawab James.


“Apa itu? Katakan padaku?” tanya Sofia penasaran.


“Suatu hari nanti kau akan tahu!” jawab James tersenyum sementara Sofia cemberut. Kecupan kilat mendarat di bibir Sofia, dengan terkejut Sofia hanya bisa diam seperti tidak berdaya, lalu ia memegang bibirnya.


“Hanya kecupan perpisahan!” ucap James tersenyum. Sofia tersadar lalu dia ingat akan satu kebohongan yang ia tutupi dari James.


“Aku ingin mengatakan sesuatu!” ucap Sofia.


“Apa?” tanya James.


“Sebenarnya aku seorang penulis novel! Dan novel yang ada di rumahmu itu, adalah novel buatanku!” jawab Sofia. James tersenyum dan tidak merasa bahwa dirinya di bohongi.


“Benarkah! Kenapa kau tidak mengatakannya?” tanya James.


“Aku hanya tidak ingin terlalu menjadi terkenal, hanya itu saja! Maka dari itu aku menutupi identitasku!” jelas Sofia tersenyum.


Sofia melihat kearah kalung yang saat ini ia gunakan dari James. “Terima kasih! Selama aku berada di Jerman, kau selalu membuatku bahagia, dengan menunjukan tempat yang begitu indah disini!” ucap Sofia.


“Sama-sama!” balas James tersenyum. Karena besok Sofia berangkat ke bandara dan kembali di negaranya, maka dari itu Sofia menghabiskan waktu bersama James untuk terakhir kalinya. Mulai dari bermain lempar salju, bermain kejar-kejaran layaknya drama Korea, memberi makan burung, dan masih banyak lagi yang mereka lakukan. Sedangkan putri menghabiskan waktu bersama Jigs sebelum mereka berpisah dan entah kapan akan bertemu kembali.

__ADS_1


(Kenangan yang tidak bisa dilupakan, layaknya angin yang tanpa henti.)


__ADS_2