![MEMORY [INGATAN]](https://asset.asean.biz.id/memory--ingatan-.webp)
Lama menunggu jawaban, jigs menoleh ke arah james ternyata james sudah tertidur.
“Er ignorierte mich (dia mengabaikan ku).” gerutu jigs.
***
Sofia yang masih melanjutkan menulis novel kevin, dia teringat dengan kevin yang seperti merasakan sakit saat di cina bersamanya. Sofia berhenti mengetik dan kini dia melihat kedua tangan nya di atas meja, terdiam mengingat kejadian itu.
“Dia sangat kesakitan.” gumam sofia curiga.
“Tapi juga menyenangkan!” lanjutnya tersenyum.
Sofia masih merasa kalau itu hanya kebetulan saja, dia memilih melanjutkan mengetik novelnya.
***
Kevin masih duduk di kursi yang ada di dalam kamarnya, mengingat ucapan kakak nya itu. Saat asik mengingat nya dia teringat dengan penyakitnya saat ini. Tangan kevin memegang dadanya dan meremasnya sambil menutup matanya.
“Tidak, aku tidak akan mengatakan apa pun pada sofia, aku tidak mau dia merasa sedih!” gumamnya.
Kevin teringat dengan keluarganya yang masih belum mengetahui akan penyakitnya ini. Apa dia sanggup melihat kesedihan orang yang ia sayangi dan cintai.
***
“kim haienaga nae gyeolhonsig-eseo han dal nam-***-euni kkog-wa jusigo sopiado delyeoganeun geosdo ij-ji maseyo (kim hyena sebulan lagi pernikahan ku, jadi jangan lupa datang, juga jangan lupa ajak sofia juga)!” ucap yoon shi-a lewat telfon.
“joh-a, uli modu olgeoya (baiklah, kami semua akan datang)!” balas kim hyena tersenyum.
“Baiklah, aku akan menunggu kalian!” ucap yoon shi-a. setelah itu mereka berdua saling mengakhiri panggilannya.
Karena ini sudah masuk empat bulan kehamilan kim hyena, perlahan dia memutar musik dan mencoba menari dengan tarian nya dulu. Tarian kim hyena masih bagus, dia merasa sedikit berat di bagian depan, dari belakang kim leonard melihatnya menari kembali, seketika kim hyena berhenti setelah melihat keberadaan kim leonard.
“Kau masih terlihat anggun meski berat di depan!” puji kim leonard membuat kim hyena tersenyum.
“Oiya, yoon shi-a baru saja menelfonku katanya pernikahannya kurang sebulan lagi!” ucap kim hyena.
__ADS_1
“Kau sudah memberi tahu sofia?” tanya kim leonard mengingatkan nya.
“Aku lupa, aku menelfonnya sekarang!” ucap kim hyena permisi.
Kim leonard keluar kamar membiarkan istrinya menelfon temannya. Kim hyena mulai menelfon sofia dan ingin mengabari soal pernikahan sahabatnya yang ada di korea. Dia juga tidak sabar bertemu bibi channa dan pergi ke makam bibi yoona, juga kedua orang tuanya juga. Kim hyena sudan menelfon tapi sofia tidak menjawabnya mungkin karena dia sedang tidur malam.
“Kenapa aku bisa lupa, di sana pasti sudah gelap! nanti malam saja aku akan menelfonnya lagi.” gumam kim hyena menunggu malam tiba.
***
Esoknya di indonesia james sudah datang di rumah sofia karena ternyata hari sudah mulai siang, sofia kesiangan bangun nya karena merasa lelah menulis novel semalaman.
Ayah sofia mengambil cuti satu hari, sedangkan kakaknya sedang libur bekerja. Di bawah james sangat menikmati obrolan nya, hingga sofia datang dan ikut mengobrol.
“Jadi bagaimana, kalian sudah memutuskan nya?” tanya ibunya.
“Sudah, bahkan aku sudah melamar sofia tadi malam!” jawab james menggunakan terjemahan.
Empat keluarga itu bingung dengan ucapan james, sofia ingat semalam james memberikan sebuah cincin dan ternyata itu cincin lamaran nya.
“Apa itu benar?” tanya ibunya kepada sofia.
“Wah .. kalian ini, penuh kejutan saja!” ucap kakak nya.
“Kalau begitu langsung menikah saja, biar ayah yang akan mengurus semuanya!” kata ayah sofia.
Mereka semua setuju dan melanjutkan obrolannya, hingga ponsel sofia berbunyi.
“Halo, ada apa kak kim hyena?” tanya sofia.
“Yoon shi-a sudah mengabari ku, katanya pernikahan nya kurang satu bulan, dia bilang padaku untuk mengajakmu juga!” jelas kim hyena. Sofia ikut bahagia mendengarnya, dia juga ingin memberikan kabar bahagia juga tentang hubungan nya dan rencana pernikahan nya.
Belum sempat bicara, kim hyena sudah memotong pembicaraan mereka, sampai-sampai dia tidak bisa mengatakan nya kepada kim hyena.
“Aku sudah resmi pacaran dengan james!” ucap sofia tiba-tiba.
__ADS_1
Kim hyena tersenyum lebar mendengarnya seakan tidak percaya dengan ucapan sofia.
“Benarkah! selamat aku doa kan supaya kalian segera menikah dan bahagia selamanya!!” balas kim hyena tidak berhenti tersenyum.
***
Di perusahaan novel, kevin sangat sibuk sekali hingga dia lupa akan penyakitnya yang tidak boleh terlalu lelah.
Sofia yang sudah cukup mengobrol dengan kim hyena, dia kembali ke pada keluarganya yang masih asik di ruang tamu.
“Kapan kalian pergi mendaftar menikah?” tanya ibunya yang tidak sabar.
“Pekan besok saja, karena melihat hari baiknya juga!” ucap ayahnya. Mereka semua menurut, sofia dan james saling tatap.
Sofia tidak percaya bahwa dirinya akan menikah dengan orang jerman sama seperti kim hyena.
Mereka berdua pergi jalan-jalan sebentar menikmati udara segar di luar, meski indonesia tidak sedingin jerman,cina ataupun korea, tapi indonesia masih lebih indah dan sejuk jika di nikmati terlalu dalam. Sofia dan james memilih pergi ke pantai terdekat di daerah sana, hingga sampai di sana mereka melepas sepatunya dan mulai berjalan di bibir pantai dengan tangan james yang merangkul sofia dari arah samping.
“Aku tidak percaya kita akan segera menikah!” ucap sofia.
“Hem ... aku juga!” balas james.
James ingin mengatakan kebenaran soal kevin kepada sofia tapi dia sudah berjanji tidak akan mengatakan nya kepada sofia. Sedangkan sofia memikirkan kevin yang akhir-akhir ini tidak menemuinya bahkan sofia tidak melihat kevin sama sekali, james dan sofia sama-sama melamun memikirkan kevin.
“Apa aku beri tahu saja kepada kevin soal hubunganku dengan james?” batin sofia.
“Baiklah, besok aku akan menemui kevin!” lanjut batin nya tersenyum.
***
Pagi berganti malam, kevin masih bekerja full time dari pagi hingga malam, tubuhnya terasa sangat lelah, di kantor dia sempat merasa sakit tapi kevin hanya istirahat sejenak lalu melanjutkan kerja nya. Kini saatnya untuk kevin pulang ke rumahnya, perlahan dia berjalan masuk dengan wajah yang sedikit pucat.
Kamar kevin melewati ruang santai atau ruang buku, kebetulan sekali di sana ada ibunya yang tengah membaca novel. Ibunya melihat kedatangan kevin dia tersenyum lebar, seketika matanya membulat terkejut melihat kevin tiba-tiba jatuh pingsan di hadapan ibunya. dengan segera ibunya menghampiri putranya sambil menepuk pelan pipi kevin.
“Kevin! ada apa, nak bangunlah!” pinta ibunya yang menepuk-nepuk pipi anaknya.
__ADS_1
“Naina ..! sayang ..! kemari lah cepat.” Teriak keras ibunya memanggil naina dan ayahnya kevin.
Mendengar panggilan dari wanita paru baya itu, dengan segera mereka berdua menghampiri suara itu. Saat sampai disana naina dan ayahnya terkejut melihat kevin pingsan dengan wajah yang pucat.