![MEMORY [INGATAN]](https://asset.asean.biz.id/memory--ingatan-.webp)
Lama mencium sofia, kini perlahan kevin melepas ciumannya dan memandang wajah sofia lekat-lekat, tapi seketika sofia menjauh dari tatapan kevin dan mulai memandang ke arag sungai.
“Maaf, itu di luar kendali!” ucap kevin membuka suara lebih dulu.
“Hemm.. !” sofia hanya membalasnya dengan dahaman saja.
Karena tidak ingin merusak suasana, akhirnya sofia memilih melupakan kejadian itu, dan kembali tersenyum melihat matahari yang sudah tenggelam, juga awan yang berwarna orange.
“Apa di sini ada kegiatan yang menyenangkan?” tanya sofia tersenyum.
“Entahlah, tapi kelihatannya jarang ada kegiatan seperti itu!” jawab kevin juga membalas senyuman sofia.
***
“Naina!” panggil ibunya.
Kakak naina menghampiri ibunya setelah mendengar panggilan dari sang ibu.
“Ada apa ibu?” tanya naina.
“Apa kevin sudah sampai? ibu lupa menanyakan itu padanya karena terlalu sibuk!” ucap ibunya.
“Sudah ibu, dan dia sangat senang karena berduaan dengan sofia!” jawab naina tersenyum.
“Aa.. kau benar! rasanya ibu ingin sekali cepat-cepat menjodohkan mereka berdua!!” kata ibunya kevin yang tidak sabaran.
“Tapi kita masih belum tahu jawaban dari mereka berdua! jadi sabarlah sebentar saja ibu!” balas naina, ibunya mengangguk mengerti.
***
Putri dan jigs pergi keluar menghabiskan waktu bersamanya di indonesia, sambil berjalan mereka membicarakan soal temannya.
“Apa temanmu james tidak menyukai sofia?” tanya putri.
“I do know (aku tidak tahu)! tapi sepertinya ada yang di sembunyikan dariku!” jawab jigs.
Kedua temannya itu masih tidak tahu kalau james dan sofia sudah menjalin hubungan satu sama lain.
“Jadi, apa kau benar-benar mencintaiku?” tanya putri.
“Tentu saja!” jawab jigs tersenyum.
“Lalu kapan kau akan mengenalkanku kepada keluargamu?” tanya putri.
“Bukankah kau juga belum memperkenalkan ku kepada keluargamu!” balas jigs.
“Kau benar... baiklah hari ini, ayo ke rumahku sekarang!!” ajak putri menarik tangan jigs.
__ADS_1
“Ee.. tapi..!” tidak sempat bicara.
***
Awan orange sudah hilang, kini berganti dengan awan gelap, yang menandakan bahwa hari sudah mulai malam, dari kejauhan kevin melihat beberapa orang bermain kembang api.
“Kau ingin bermain kembang api denganku?” tanya kevin.
“Di mana?” tanya balik sofia.
Kevin menunjuk ke arah orang-orang yang bermain kembang api, sofia setuju, dia juga sudah lama tidak bermain kembang api.
Kevin meraih tangan sofia dan berlari menuju orang-orang itu, mereka bersenang-senang sambil bermain kembang api bersama yang lain, layaknya seperti teman dekat saja, padahal mereka baru bertemu dengan orang-orang itu.
DEG, kevin yang tadi berlari kecil mengejar sofia sambil membawa kembang api, kini berhenti memegang dadanya, sofia yang melihat kevin seperti kesakitan dia menghampiri pria itu.
“Kau kenapa? kau tidak apa-apa?” tanya sofia memegang pundak kevin.
“Kenapa, kenapa rasanya sakit sekali?” batin kevin.
“Kevin!” panggil sofia menyadarkan kevin.
“Tidak ada, aku akan duduk saja!” jawab kevin membuat sofia curiga.
Kevin duduk bersama yang lain, sedangkan sofia masih menikmatinya, hingga sampai duduk pun kevin masih memegang dadanya.
“Bù, tā shì wǒ de péngyǒu (bukan, dia temanku)!” jawab kevin.
“Nǐ xǐhuān tā (kau menyukainya)?” tanya nya lagi.
Kevin terdiam sejenak sambil melihat ke arah sofia, senyuman terukir perlahan dia mengangguk kan kepalanya.
“Nǐ shuōguòle ma (apa kau sudah merasakan perasaan mu)?” tanya pria itu.
“Hái méiyǒu (belum)!” jawaban singkat dari kevin.
“Kalau begitu katakan saja, sebelum seseorang mengambilnya nanti!” kata pria itu memberi masukan.
“Jika mau, aku akan mengatkan nya! tapi, di dunia ini tidak semuanya berjalan dengan keinginan kita! pasti akan ada halangan nya!” jelas kevin.
Sudah puas bermain, perut sofia lapar karena ini saatnya makan malam, dia menghampiri kevin stelah menaruh kembang api yang ia pegang tadi.
“Ayo kita cari makan!” ajak sofia.
Kevin berdiri dan sebelum pergi dia mengucapkan terima kasih dan pamit kepada pria yang mengobrol dengannya tadi.
“Gǎnxiè nín de liáotiān, wǒ jìxù (terima kasih untuk obrolan nya, aku pergi duluan)!” ucap kevin tersenyum.
__ADS_1
Sofia tidak tahu bahasanya, tapi dia juga berpamitan dengan senyumannya kepada pria itu yang juga kekasihnya yang baru saja datang.
Kevin dan sofia berjalan di kerumunan orang, mereka mencari restoran yang cocok dengan selera makannya.
“Apa tadi kau baik-baik saja?” tanya sofia.
“Iya.. ! pegang lah tanganku, jika tidak kau bisa tersesat nanti!” pinta kevin yang menjulurkan tangannya.
Awalnya sofia tidak mau, tapi karena di jalan sangat ramai, maka dia meraih tangan kevin, dengan senyuman mereka bergandeng tangan menelusuri jalan, saat ingin menyebrang, dari sebrang jalan sofia melihat james tengah berjalan dengan menaruh kedua tangannya ke dalam saku jaket.
“James!” lirih sofia, seketika kevin menoleh ke arah sofia lihat.
Wajah kevin yang tadinya tersenyum berubah menjadi masam melihat keberadaan james, james tidak tahu akan keberadaan sofia saat ini.
“James.. !” teriak sofia di kerumunan orang-orang.
James mendengar suara sofia, dan langkahnya menjadi berhenti, mata james mencari keberadaan suara tadi, dan akhirnya matanya tertuju pada sofia yang tengah berdiri sambil melambaikan tangannya di sebrang jalan bersama kevin.
Dengan perasaan bahagianya bertemu sang kekasih, sofia melepas tangannya yang tadinya masih bergandengan dengan kevin, dan ingin menghampiri james, sementara kevin hanya diam sambil melihat ke arah tangannya yang sudah tidak bergandengan lagi dengan sofia.
“Apa aku bukan takdirnya, aku melihat mata sofia sangat senang bila berada di sisi james!” batin kevin.
(Untuk menjadi rembulan, kumbang pun harus terbakar.)
Sofia sangat bahagia sampai-sampai tidak melihat kalau lampu yang menandakan orang berjalan masih belum, dia berlari dengan senyuman lebarnya menuju ke arah james, dari beberapa meter mobil melaju dengan kecepatan maksimal.
BRRUAKK...
“Sofia!!” teriak bersamaan james dan kevin.
Sofia tertabrak hingga mengeluarkan banyak darah, tapi matanya masih terbuka melihat james menghampirinya dan tangannya hampir saja bisa menyentuh pria itu, tapi dengan cepat kevin menggendong sofia dan segera membawanya ke rumah sakit.
Putri menelfon sofia tepat saat kecelakaan itu sudah terjadi, ponsel sofia terjatuh dan terlindas oleh mobil lain.
“Kenapa ponselnya tidak aktif?” gumam kesal putri.
“Ada apa dengan sofia?” lanjutnya lagi merasa tidak enak hati.
Melihat sofia yang sudah pergi di bawa oleh kevin menuju rumah sakit, james mengikutinya dari belakang dengan menaiki taxi, hatinya sangat terluka melihat wanita yang ia cintai tertabrak mobil tepat di hadapannya.
“Ich bitte dich, ihn zu retten, ich bitte dich (aku mohon selamatkan dia, aku mohon)!” batin james mendoakan keselamatan sofia.
Sedangkan kevin yang membawa sofia, dia tidak tega melihat sofia kesakitan menahannya, rumah sakit juga sedikit jauh dari tempat tadi.
“Xiānshēng, qǐng kuài diǎn ( pak, tolong lebih cepat lagi)!” pinta kevin.
“Bertahanlah sebentar lagi sofia!!” gumamnya melihat ke arah sofia.
__ADS_1