
"Tapi aku telah nyaman dan jatuh cinta padamu. Aku janji, hanya kamu wanita satu-satunya yang ada dalam hidupku dan juga Bintang. Jika kamu belum mencintaiku, maka aku akan menunggu cinta itu datang untukku dengan sendirinya. Yang terpenting bagiku, aku tidak bisa merelakan mu lepas ke tangan orang lain selain aku," ucap Brian dengan sungguh-sungguh.
"Apa mas bersungguh-sungguh?" tanya Angel menatap mata Brian. Ia seolah mencari sesuatu yang dapat ia pegang andaikan dirinya menerima lamaran laki-laki itu.
"Aku serius Angel. Aku serius," jawab Brian bersungguh-sungguh.
"Baiklah, aku terima lamaran mu mas, tapi kamu harus tau, jika saat ini aku belum mencintai mu. Aku harap kamu mengerti," ucap Angel menerima lamaran Brian.
"Terima kasih Angel, terima kasih. Aku mengerti. Aku akan berusaha agar kamu bisa mencintaiku," ucap Brian senang. Ia menciumi tangan Angel berkali-berkali karena saking senangnya.
"Mas udah. Malu dilihatin sama Bintang," ujar Angel menarik tangannya dari genggaman Brian.
"Maafkan aku. Aku hanya terlalu senang. Oh ya Angel, aku akan urus pernikahan kita secepatnya. Aku sudah tidak sabar untuk menjadikan kamu sebagai istriku," ucap Brian melajukan kembali mobilnya.
Sementara itu, di rumah, karena Brian dan juga Angel keluar, Michel pun hanya tinggal berdua dengan Boy.
"Aku tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Aku harus bisa merebut kembali hatinya Boy," gumam Michel bicara pada dirinya sendiri.
Michel pun berjalan menuju kamar Boy. Kebetulan, saat itu, Boy sedang berada di kamarnya dan baru saja selesai mandi.
Michel tiba-tiba saja masuk dan memeluknya dari belakang, sehingga Boy dibuat kaget dan tak dapat menghindari Michel yang memeluknya.
"Kamu ngapain ha? Lepas," ucap Boy berusaha melepaskan pelukan Michel dari pinggangnya.
"Stttttt, biarkan seperti ini sebentar saja. Di rumah ini hanya ada kita berdua. Brian dan asistennya itu sedang keluar membawa Bintang bermain," ucap Michel merengek manja.
"Sudah lepaskan. Ada atau tidak adanya orang di rumah ini, kamu tidak punyak hak lagi untuk memelukku. Lepaskan aku atau aku akan mengusir mu dari rumah ini," bentak Boy membuat Michel semakin memperat pelukannya.
"Gak mau. Aku gak mau melepaskan mu sebelum kamu kembali padaku lagi Boy. Aku benar-benar cinta sama kamu," ucap Michel merengek pada Boy.
__ADS_1
Karena sudah kehabisan kesabaran, Boy kemudian melepaskan paksa pelukan Michel dari tubuhnya dan seketika itu juga Michel terhempas mundur ke lantai.
Dengan cepat, Boy memasang semua pakaiannya dan bersiap-siap akan pergi.
"Awwww sakit," teriak Michel mengeluh sakit pada bagian bokongnya.
"Boy kamu mau kemana? Tolong aku Boy, kaki ku sakit," ucap Michel mencoba berdiri namun tak bisa.
Boy sama sekali tak memperdulikan kesakitan yang di rasakan oleh mantan istrinya itu.
Ia langsung pergi begitu saja meninggalkan Michel yang masih duduk di lantai rumah tersebut.
"Kamu mau kemana Boy?" tanya Brian yang baru saja pulang ke rumahnya.
"Aku mau keluar. Kepala ku pusing gara-gara peliharaan kakak itu," jawab Boy lalu masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan rumah tersebut.
"Boy kenapa mas?" tanya Angel sembari menggendong Bintang.
Sementara itu, Niko dan juga Selin tengah berada di kantor polisi. Mereka mulai memasukkan laporan mengenai pembunuhan yang terjadi kepada papa nya Niko lima tahun yang lalu.
"Apa ada yang bisa kami bantu pak?" tanya polisi tersebut.
"Begini pak, saya mau mengungkit kasus pembunuhan yang terjadi pada papa saya lima tahun yang lalu. Saya yakin sekali jika papa saya bukan bunuh diri, melainkan di bunuh pak. Saya sudah mempunyai bukti yang cukup kuat untuk bapak menangkap kedua pelaku tersebut," jawab Niko sembari memberikan sebuah flash disk berisi rekaman suara Brian dan juga Boy.
Polisi tersebut kemudian mengambil flash disk tersebut lalu memutarnya pada laptop yang ada di depannya.
"Baik pak. Laporan bapak ini akan kami tidak lanjuti secepatnya. Kami akan membuat surat penangkapan untuk saudara Brian dan juga Boy atas kasus pembunuhan yang terjadi lima tahun lalu," balas polisi tersebut menyimpan bukti yang di berikan Niko kepadanya.
"Hmmmm begini pak. Kalau saya boleh meminta, proses penangkapannya bisa tidak tepat di hari pernikahan saya dengan calon istri saya ini. Bukannya apa, saya hanya ingin membalaskan nya dengan cara saya sendiri pak. Bapak bayangkan saja, lima tahun saya dan mama memendam rasa sakit ini. Jadi tidak salah rasanya jika saya ingin pembalasan yang sedikit dramatis untuk mereka berdua," ucap Niko memohon kepada polisi tersebut.
__ADS_1
"Hmmmmmm, baiklah. Kalau saya boleh tau, kapan kalian akan menikah?" tanya polisi tersebut sempat berpikir beberapa saat sebelumnya.
"Rencananya bulan depan pak," jawab Niko sembari memegang tangan Selin.
"Baiklah. Saya akan mengabulkan permintaan bapak. Bapak tinggal kabari saja waktu dan tempatnya, kami akan segera meluncur hari itu juga," jawab polisi tersebut.
"Baik pak, terima kasih. Kalau gitu saya permisi dulu. Sekali lagi terima kasih pak," ucap Niko lalu pergi bersama Selin.
Setibanya di mobil.....
"Selin," panggil Niko sembari memegang tangan calon istrinya itu.
"Ya, kenapa?" jawab Selin menjawab panggilan Niko.
"Kamu gak keberatan kan jika pada akhirnya polisi menangkap Boy lalu memenjarakannya?" tanya Niko masih sedikit khawatir.
Bukan tanpa alasan Niko menanyakan hal tersebut kepada Selin, Niko tau, jika sampai saat ini, Selin masih mencintai dan menyayangi Boy. Ditambah lagi Boy adalah ayah kandung dari Cahaya.
"Tidak masalah kak. Yang bersalah harus tetap dihukum sebagai mana mestinya. Lagian, aku dan Boy sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Kakak tau sendiri kan, kami sudah bercerai beberapa waktu yang lalu," jawab Selin membuat Niko lega.
"Terima kasih sayang. Lalu apa kamu tidak keberatan jika di hari penangkapan mereka, aku membuka jati dirimu yang sebenarnya? Bukannya apa, aku hanya ingin melihat mereka merasakan sakit lebih dari apa yang aku dan mama rasakan," tanya Niko sedikit membuat Selin terkejut.
"Apa ini tidak akan menjadi masalah untukku dan Cahaya kak?" tanya Selin sedikit khawatir.
"Tidak sama sekali. Setelah kita menikah, aku akan menjamin keamanan mu dan juga Cahaya. Aku tak akan menyia-nyiakan kalian berdua," jawab Niko memegang tangan Selin kembali.
"Baiklah kak. Aku setuju. Semoga saja, kakak dan juga Ibu Mita bisa tenang setelah ini," jawab Selin berbaik memegang tangan Niko erat.
"Terima kasih sayang. Aku memang tidak salah memilihmu sebagai calon istriku," ucap Niko merasa beruntung telah memiliki Selin.
__ADS_1
Sementara itu, Brian mulai menemui titik terang mengenai asal usul Selin. Brian semakin yakin, jika Selin itu adalah Cella, mantan adik iparnya.
Ia kemudian menelpon Boy untuk memberi tahukan kabar terbaru tersebut.