
"Aku sudah mencintai laki-laki lain Boy. Laki-laki yang benar-benar tulus padaku. Jadi selamat menikmati hari-harimu di penjara. Kamu memang pantas mendapatkannya," ucap Cella lalu berjalan ke arah Niko dan bergelayut manja di lengannya.
***
"Tidak.. Kamu tidak bisa meninggalkan ku begitu saja Cella. Cella ingat kenangan kita dulu. Kita saling mencintai satu sama lainnya, kenapa kamu begitu mudah berpaling? Cella aku mohon kembalilah, jika tidak untukku, setidaknya kembalilah untuk anak kita," protes Boy meronta-ronta.
"Anak kita? Haha.. Boy.. Boy.. Dia bukan anak kita. Dia itu anakku," jawab Cella tersenyum mencemooh.
Boy dan Brian pun langsung di bawa paksa oleh polisi menaiki mobil polisi. Boy terpaksa merelakan Cella jatuh ke tangan Niko untuk selamanya. Andai saja Boy tidak menyia-nyia kan Cella dulunya, pasti saat ini mereka telah hidup bahagia.
Karena Brian dan juga Boy di bawa ke kantor polisi, alhasil pernikahan antara Brian dan Angel pun batal. Angel take menyangka jika Brian dulunya adalah seorang pembunuh.
Dengan kecewa, Angel pun pergi meninggalkan gedung tersebut.
Sebenarnya Cella merasa iba dengan gadis tersebut, tapi apa boleh buat, Boy dan juga Brian memang pantas mendapatkan hukuman seperti itu.
"Bukankah hari ini kamu menikah dengan Brian? Kenapa kamu malah balik lagi?" tanya Michel yang di perintahkan oleh Brian untuk menjaga Bintang.
"Kami.. Kami batal menikah mba," jawab Angel akhirnya menumpahkan air matanya.
"Apa? Batal menikah? Kenapa? Apa pacarnya Brian datang dan merusak acara pernikahan kalian?" tanya Michel menduga-duga.
"Bukan itu mba masalahnya," balas Angel dengan tersedu-sedu.
"Lalu apa? Kenapa kalian bisa sampai batal menikahnya?" tanya Michel penasaran.
"Mas.. Mas Brian di tangkap polisi mba," jawab Angel membuat Michel benar-benar terkejut.
"A..Apa? Brian di tangkap polisi? Tapi kenapa?" tanya Michel antara percaya atau tidak.
"Tadi polisi bilang, kasusnya pembunuhan lima tahun lalu mba. Apa mba tau masalah pembunuhan tersebut?" tanya Angel tersedu-sedu.
"Pembunuhan lima tahun lalu? Aku gak tau. Memang siapa orang yang Brian bunuh itu?" jawab Michel kembali bertanya.
"Aku juga tidak tau mba. Tapi asal mba tau, tak hanya mas Brian saja yang di tangkap, tapi Boy juga," ucap Angel. Kali ini Michel benar-benar terkejut dan juga merasa shock saat Angel mengatakan jika Boy juga terlibat di dalamnya.
"Apa? Kamu jangan bercanda ya Angel
Boy gak mungkin di tangkap oleh polisi," jawab Michel menatap Angel tajam.
"Aku gak bohong mba. Boy juga di tangkap sama polisi. Kalau mba gak percaya, silahkan saja mba cek langsung ke kantor polisi nya kalau gak percaya," ucap Angel apa adanya.
Seketika itu juga, Michel langsung pergi untuk menemui Boy di kantor polisi.
Setibanya di kantor, Michel langsung ngamuk-ngamuk dan meminta polisi-polisi tersebut untuk membebaskan Boy.
Meskipun polisi-polisi tersebut sudah mencoba untuk menjelaskannya kepada Michel, namun wanita satu anak itu masih tetap meminta dan memaksa polisi untuk membebaskan Boy.
Karena terus mengamuk, polisi pun akhirnya terpaksa memberikan tindakan tegas.
Mereka terpaksa mengurung Michel di tahanan hingga Michel merasa tenang, dan setelah itu akan di lepaskan lagi.
"Pak lepaskan saya. Saya kesini untuk meminta kalian semua melepaskan Boy. Dia sama sekali tidak bersalah. Lepaskan saya pak," teriak Michelasih tak bisa menerima jika Boy juga ikut di tahan.
"Kami tidak akan melepaskan anda, jika anda masih mengamuk-ngamuk seperti ini, kami akan tetap mengurung anda disini," ucap salah satu polisi tersebut.
"Tapi saya mohon pak, lepaskan Boy, dia tidak bersalah sama sekali," ujar Michel tetap terus membela cinta sejatinya itu.
"Anda silahkan ikuti saja prosesnya. Jika memang kekasih anda tidak bersalah, maka ia akan di bebaskan," balas polisi tersebut kepada Michel.
Michel pun tak dapat berbuat apa-apa lagi.
"Baiklah, saya tidak akan membuat masalah lagi, tapi saya mau meminta di pertemukan dengan Boy sekarang juga," ucap Michel tersebut
"Baiklah, kami akan mempertemukan kamu dengan saudara Boy, tapi ingat, jangan pernah mencari masalah lagi di rumahnya.," ucap Polisi tersebut.
"Baiklah, saya janji. Sekarang cepat lepaskan saya," balas Michel rolls eyes.
.
__ADS_1
"Aku lega Boy dan juga Brian sudah mendapatkan hukumannya," ucap Niko di saat mereka di jalan akan pulang ke rumahnya.
"Iya kak. Aku juga lega. Aku gak menyangka jika Boy sekejam itu dulunya," jawab Selin yang duduk di sebelah Niko.
.
.
"Saya terima nikah dan kawinnya Pricella Anastasya binti Surya dengan mas kawin satu set perhiasan di bayar tunai," ucap Niko dengan satu tarikan nafas.
Sekarang, Niko dan juga Selin telah resmi menjadi sepasang suami istri.
"Selamat ya Selin, Niko. Sekarang kalian telah resmi menjadi sepasang suami istri. Mama senang sekali," ucap Ibu Mita kepada anak dan menantu nya itu.
"Terima kasih Bu," jawab Selin memeluk ibu mertuanya itu.
"Jangan panggil Ibu. Mulai hari ini, kamu harus panggil mama," ucap Ibu Mita kepada Selin.
Sedangkan di penjara, Brian dan Boy tengah frustasi. Mereka benar-benar tak sanggup lagi untuk lebih lama di dalam sel tahanan ini. Apalagi Boy, ia semakin tak terurus dan menggila kala Michel mengatakan jika selama ini Cella dan juga Niko belum menikah.
Michel juga mengatakan jika Cella dan juga Niko baru saja menikah kemarin.
"Kenapa aku tidak menyelidiki pernikahan mereka selama ini? Sialan si Niko. Aku pasti akan membalas semua ini," gumam Boy yang saat ini tengah duduk di ruang kunjungan tahanan bersama dengan Michel.
Selama di penjara, hanya Michel lah yang hampir setiap hari menemui dan membawakan makanan untuk Boy. Sedangkan Angel juga selalu mengunjungi Brian sembari membawakan makanan untuk Brian.
"Oh ya Boy, mungkin ini kunjungan terakhir ku kesini. Kamu jaga diri di sini baik-baik," ucap Michel tiba-tiba membuat Boy tercengang.
"Kenapa? Memang kamu mau kemana?" jawab Boy balik bertanya.
"Aku dan Bintang akan pindah ke luar negeri. Kami akan memulai kehidupan baru di sana," jawab Michel tersenyum tenang.
"Kenapa harus pergi? Lalu bagaimana dengan perusahaan ku yang aku titipkan pada mu? Jika kamu pergi, maka perusahaan ku dan juga perusahaan kak Brian akan terbengkalai," jawab Boy sedikit cemas.
"Kamu tenang saja. Aku sudah mencarikan seseorang yang terpercaya untuk mengurus perusaahan mu. Dan ini nomor ponselku. Kamu atau pun kak Brian bisa menghubungiku ke nomor ini. Aku pergi. Jaga diri baik-baik," ucap Michel lalu pergi meninggalkan Boy yang masih mendekam di penjara.
Beberapa tahun telah berlalu, Selin dan Niko telah hidup bahagia. Mereka bahkan telah memiliki seorang putra yang sangat tampan sekali. Sedangkan Boy dan Brian tengah menunggu masa-masa dimana ia akan kembali menghirup udara segar.
"Selamat ya saudara Brian, dan juga saudara Boy, kalian telah bebas hari ini," ucap polisi yang mengurus kepulangan Brian dan Boy.
"Terima kasih pak. Banyak sekali pengalaman berharga yang kami dapatkan selama disini," ucap Brian dan Boy menjabat tangan polisi tersebut.
.
Akhirnya ya kak, kita bebas juga. Aku akan membuat perhitungan kepada si Niko. Aku yakin anakku dan Cella pasti sudah besar saat ini," ucap Boy dengan penuh semangat.
"Kakak akan membantumu untuk mendapatkan Cella kembali Boy. Selain itu, kakak juga akan menghubungi Michel kembali. Kakak rindu sekali dengan Bintang. Selain itu, kakak juga akan melanjutkan pernikahan kakak dengan Angel," ucap Brian dengan segala rencananya.
Tak lama kemudian, Brian dan juga Boy telah tiba rumah mereka. Saat mereka hendak membuka pagar, tiba-tiba seorang satpam menghentikan langkahnya.
"Kenapa pak? Saya Brian dan Boy pemilik rumah ini," ucap Brian kepada satpam tersebut.
"Maaf pak. Saya tidak kenal bapak. Yang saya tau rumah ini milik Ibuu Sarah
Jadi bapak berdua jangan mengaku-ngaku," ucap satpam tersebut membuat Brian dan Boy tercengang.
"Ibu Sarah? Siapa dia. Bapak jangan bercanda ya. Sekarang tolong buka pagarnya, kami mau beristirahat," ucap Boy kesal.
"Maaf pak tidak bisa," jawab satpam tersebut hendak kembali ke pos nya.
"Ada apa ini?" tanya seorang wanita paruh baya yang sangat cantik sekali.
"Ini Bu, dua laki-laki ini mengaku-ngaku sebagai pemilik rumah ini," jelas satpam tersebut kepada wanita yang bernama Sarah tersebut.
"Ini memang rumah saya. Saya baru saja membeli rumah ini dua bulan yang lalu," ucap Ibu-ibu tersebut kepada Brian dan juga Boy.
Seketika, Brian dan juga Boy terkejut bukan main, pasalnya mereka tidak pernah menjual rumah tersebut kepada siapapun.
"Kami tidak pernah menjual rumah ini. Kepada siapa anda membelinya?" jawab Brian kembali bertanya.
__ADS_1
"Saya membelinya kepada wanita yang bernama Michel. Dia bilang suaminya tengah berada di penjara karena kasus pembunuhan," jawab Sarah membuat Brian dan juga Boy kembali shock.
"Apa? Michel? Kurang ngajar sekali dia. Rumah ini milik kami Bu, jadi Ibu membeli kepada orang yang salah," ucap Boy benar-benar marah.
"Itu bukan urusan saya. Saya sudah membayar lunas rumah ini. Tak hanya itu, saya juga membeli sebuah perusahaan kepadanya. Sebelumnya perusahaan itu bernama Dinata Group. Karena saya sebagai pemilik barunya, jadi saya ganti nama perusahan tersebut," ucap Sarah membuat Brian dan Boy terdiam sesaat.
"Aa.. Apa? Tidak.. Ini tidak mungkin. Perusahaan itu milik keluarga kami. Ibu tidak bisa membelinya begitu saja. Apa Ibu tidak menyusuri semua surat-suratnya. Saya yakin surat tersebut palsu," ucap Brian meradang.
"Saya sudah cek surat-suratnya dengan orang yang ahli,dan semuanya asli. Kalau kamu tidak percaya, sebentar, saya ambilkan copy nya dulu," jawab Sarah lalu masuk ke rumahnya.
Beberapa menit kemudian, Sarah kembali dengan surat-surat yang ia maksud. Ia kemudian memberikannya kepada Brian.
"Surat-surat ini memang asli, sialan Michel, pantas saja dia bergegas meninggalkan tanah air ini dengan cara tergesa-gesa," ucap Boy mengepalkan tangannya.
"Sekarang kita harus kemana kak?" tanya Boy sangat-sangat frustasi.
"Tenang, kakak masih memiliki perusahaan. Nanti kita akan pikirkan cara bagaimana caranya untuk mengambil alih milik kita," jawab Brian kemudian menghubungi orang kepercayaannya menggunakan ponselnya yang tersebut.
Namun beberapa saat kemudian, ekspresi Brian berubah. Ponsel yang sedang berada di tangannya jatuh hingga hancur berkeping keping.
"Kenapa kak?" tanya Boy penasaran.
"Sialan Michel, dia juga mengambil harta kakak," ucap Brian frustasi.
"Apa? Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang kak." tanya Boy kepada Brian.
"Entahlah, kakak sendiri juga tidak tau Boy. Entah kemana kita akan pergi selanjutnya," jawab Brian benar-benar kecewa.
Beberapa hari selanjutnya, Saat di lampu merah,.Selin melihat Brian dan juga Boy tengah menjual suaranya di lampu merah.
"Kak. Coba lihat, bukankah itu mereka? Brian dan juga Boy," ucap nya kepada Niko yang juga berdiri di lampu merah yang sama.
"Iya kamu benar. Apa yang mereka lakukan? Apa mereka sekarang menjadi pengemis?" tanya Niko tak habis pikir.
"Sepertinya begitu kak. Kasihan sekali. Apa kakak punya uang kecil?" ucap Selin yang tengah memangku putra mereka.
"Ada, ini kasih saja lima puluh ribuan. Kasihan mereka," jawab Niko memberikan selembar uang pecahan lima puluh ribu.
Saat Brian dan juga Boy mendekati mobil mereka, Selin membuka pintu mobilnya dan memberikan uang tersebut kepada Boy. Awalnya Boy tidak sadar, namun setelah mengambil uang tersebut, Boy seketika terperanjat saat berhadapan dengan wanita cantik tersebut.
"Ce.. Cella," ucap Boy termenung.
"Boy. Kenapa kamu bisa seperti ini? Bukankah kamu di penjara?" tanya Cella penasaran.
"Aku dan kak Brian sudah bebas. Namun saat kami pulang, ternyata Michel telah menjual semua harta-harta kami," jawab Boy miris.
"Kasihan sekali," ucap Cella. Namun saat Cella hendak bicara lagi, sayang lampunya telah berubah menjadi hijau.
"Maaf Boy, aku harus pergi," ucap Cella lalu pergi meninggalkan Boy di lampu merah.
"Dia semakin cantik Boy," ucap Brian kepada adiknya itu.
"Iya kak. Tidak mungkin bagiku untuk memilikinya lagi," jawab Boy lalu pergi.
Keesokan harinya, Brian sengaja pergi ke taman tempat ia dan Angel bertemu untuk pertama kalinya. Mereka telah membuat janji sebelumnya.
Namun saat tiba di taman, ia melihat Angel dengan seorang laki-laki berjas dan perut yang mulai membesar.
"Angel? Kamu?" tanya Brian menatap perut Angel.
"Iya mas. Aku hamil. Dan kenalkan, ini suamiku Dimas," jawab Angel seketika membuat Brian terkejut.
"Apa? Kamu.. Kamu telah menikah? Lalu bagaimana denganku? Bukankah kita juga akan menikah setelah aku bebas dari penjara?" tanya Brian dengan suara bergetar.
"Maafkan aku mas. Aku memang pernah mengatakan hal tersebut padamu, namun beberapa bulan kemudiannya, aku menemukan cinta ku, yaitu Dimas. Sejak itulah, aku tak pernah mengunjungi mu lagi di penjara," jawab Angel membuat Brian jatuh lemah ke tanah, sedangkan Angel dan suaminya pergi meninggalkan Brian begitu saja.
...----------TAMAT----------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1