Memuaskan Nafsu Kakak Ipar

Memuaskan Nafsu Kakak Ipar
Pulang Ke Rumah Lian


__ADS_3

"Mas..Aku sudah siap..Aku sudah bersedia memberikan hak mu malam ini.." Ucap Claudya sambil memegang wajah tampan Lian...


***


Lian menghampiri Claudya...Memang ini bukan yang pertama untuk nya,tapi meskipun begitu,ia sangat canggung dan gugup sekali..Lian yang sudah berhadap hadapan dengan Claudya,menatap gadis cantik yang kini sudah menjadi istri nya itu dengan tatapan penuh arti..


Ia mencium sekilas bibir merah alami istri nya,kemudian membopongnya menuju ranjang yang ada di kamar itu..


"Claudya..Apa kamu yakin malam ini..??" Tanya Lian memastikan..


"Aku yakin mas..Setelah kita menikah,akan aku abdikan seluruh jiwa dan raga ku pada mu..Sudah menjadi tugas ku untuk melayani dan memberikan hak mu sejak kamu mengucapkan ijab kabul dengan penghulu.." Jawab Claudya sambil terus menatap mata elang Lian..


"Kalau begitu baik lah..Terima kasih karena kamu telah berbakti kepada ku..Aku mencintai mu Claudya sayang.." Balas Lian kemudian ia mengecup sekilas bibir sang istri..


Malam pertama pun mereka lakukan dengan penuh suka cita..


Lian memberikan pemanasan yang membuat Claudya merasa kepanasan dan peluh menetes dari sekujur tubuh polos nya..


Begitupun Lian..Belum apa apa,ia sudah sangat gugup,padahal ia sering melakukannya dulu dengan Lala,mantan kekasih yang pergi meninggalkan nya demi orang lain..


"Claudya,ini akan sedikit sakit..Apa kamu yakin akan melanjutkannya..?" Tanya Lian sekali lagi..


"Iya..Aku yakin mas..Lanjutkan saja..Tapi pelan pelan ya mas.." Jawab Claudya menatap mata elang milik suami nya itu..


Lian pun mengecup kening Claudya..Ia mulai mencoba memasukannya dengan pelan dan perlahan ..


Awal nya Claudya merasa kesakitan,Lian menghentikan sejenak permainan nya..Setelah di rasa Claudya sudah agak mendingan,Lian pun mencoba untuk mengulangi nya dan akhirnya berhasil..


"Sakit mas.." Rengek Claudya dengan tangan nya masih menggenggam erat sprei yang menjadi alas ranjang yang mereka gunakan tersebut..


"Maafin aku ya sayang.." Ucap Lian yang iba melihat Claudya kesakitan..


Claudya hanya mengangguk pelan,tak lama kemudian mereka pun mulai ke tahap selanjut nya..


Sentuhan demi sentuhan Lian berikan kepada Claudya..


Banyak sekali tanda bekas kepemilikan yang menghiasi seluruh bagian tubuh mulus Claudya..


Malam itu adalah malam bersejarah yang tak akan pernah di lupakan oleh Claudya maupun Lian..


Untuk sesaat Lian melupakan dendam nya kepada keluarga Dominic..


Yang ia tau saat ini adalah menikmati dan menghabiskan malam panjang bersama dengan Claudya..

__ADS_1


Semakin lama permainan Lian dan Claudya semakin panas dan nikmat..


Lian begitu handal dan hebat..Ia mampu membuat Claudya mengejang karena mencapai puncaknya berkali kali ..


Rasa sakit yang Claudya rasakan tadi,kini telah berubah menjadi rasa nikmat yang tiada tara..


Lian yang sudah tidak bisa menahan lebih lama lagi akhirnya menyerah..Ia memuntahkan semua benih yang disimpannya selama ini ke tempat seharusnya benih itu akan berkembang menjadi manusia..


"Makasih Claudya..Istri ku ." Ucap Lian mengecup sekilas bibir sang istri lalu berbaring di samping nya..


Claudya hanya mengangguk pelan..


Ia sangat lelah menghadapi Lian yang sangat tangguh.


Claudya tak menyangka,kalau Lian yang berpenampilan culun itu begitu lihai dan buas dalam urusan ranjang..


Karena lelah setelah bertarung hampir dua jam,Claudya akhirnya tertidur pulas tanpa sehelai benang pun..


Gadis cantik yang sudah menjadi seorang istri dari Galliano Abraham itu tertidur lelap dalam pelukan suami nya..


'Kamu begitu baik dan tulus Claudya..Kenapa harus kamu yang menjadi anak dari laki laki yang sudah membunuh dan menghancurkan keluarga Ayahku..Kau tak pantas mendapatkan ini.Tapi aku harus melakukannya..Sekali lagi maafkan aku Claudya..Istri ku..' Batin Lian sembari mengusap usap rambut halus sang istri..


Tak lama kemudian Lian pun menyusul sang istri ke alam mimpi...


Lian mencium bibir ranum milik sang istri..


Claudya hanya diam,dan menikmati bibirnya di nikmati oleh suami culunnya itu .


Merasa mendapat lampu hijau dari Claudya,Lian menginginkan lebih dari sekedar ciuman..


Ia kembali berpetualang di tubuh Claudya..


Menjelajahi inci demi inci tubuh indah milik sang istri..


Kedua insan itu kembali mengarungi samudra cinta yang memabukkan itu..


Peluh kembali menjadi teman setia yang mampu membangkitkan gairah bercinta nya.


Bantal yang tadi nya berada di atas ranjang itu,kini telah berserakan di lantai..Begitupun dengan selimut yang tadi nya mereka gunakan untuk membalut tubuh dari dinginnya AC di ruangan itu ..Semua nya telah berhamburan kesana kemari akibat permainan panas yang di lakukan kedua nya untuk menyambut aktifitas yang sudah menunggu..


Satu jam lebih mereka bergulat,akhirnya keduanya menyerah,dan mengeluarkan semburan panas di dalam rahim sang istri..


Pasangan itu akhirnya mandi berdua..Membersihkan sisa sisa pertarungan yang baru saja terjadi..

__ADS_1


Sebelum keluar dari kamar mandi,mereka kembali melakukan penyatuan di bawah hangat nya air yang keluar dari shower dan berjatuhan bagai air hujan,membasahi apa yang ada di bawah nya..


Begitu romantis dan intim..


Lian seolah lupa dengan tujuannya menikahi Claudya..


Ia dibuat candu oleh tubuh seksi Claudya..


Sedangkan di mata Claudya,saat ini Lian berubah seratus persen..Penampilan culunnya hilang seketika,digantikan dengan penampilan yang sangat menawan dan tampan lagi perkasa..


Setelah keduanya puas,Pasangan itu membersihkan tubuh nya masing masing,lalu keluar dari kamar mandi dan berganti pakaian...


Lian sudah siap dengan pakaian kantornya,dan penampilan culunnya..


"Claudya..Apa kamu sudah selesai..?" Tanya Lian kepada Claudya yang sedang mengeringkan rambut nya dengan mesin pengering..


"Sudah kok..Ini baru selesai.." Jawab Claudya..


"Yaudah kalau gitu kita kebawah yuk..Kita sarapan bareng sebelum aku pergi ke kantor.." Ajak Lian kepada Claudya...


"Ok..Ayuk.." Jawab Claudya yang berdiri dari tempat duduk nya,lalu berjalan meninggalkan kamar menuju ruang makan...


"Selamat pagi tuan..Nyonya.. " Sapa Bi Ismi kepala asisten di rumah itu...


"Pagi Bi.." Jawab Claudya tersenyum ramah,sedangkan Lian hanya mengangguk kecil..


"Sarapannya sudah bibi siapkan..Selamat makan Tuan..Nyonya.." Ucap Bi Ismi melihat kearah Lian dan Claudya bergantian ..


"Terima kasih Bi.." Jawab Claudya..


"Claudya..Hari ini kamu istirahat saja di kamar..Aku akan ke kantor dan akan pulang secepat nya.." Ucap Lian lalu menyuap roti gandum ke dalam mulut nya..


"Baik..Tapi kamu janji ya mas,jangan pulang lama lama.." Claudya mengeluarkan kelingking nya dan membuat janji dengan Lian..


Begitupun Lian,mengeluarkan jari kelingking nya dan menautkannya ke jari kelingking Claudya...


"Aku janji..Ya sudah..Aku berangkat dulu ya..Kalau ada apa apa jangan lupa kabari aku.." Pamit Lian sembari mencium kening istri nya..


Claudya mengikuti Lian sampai teras rumah mewah itu..


Ia meraih tangan Lian dan mencium nya...


Sedangkan Lian mengusap kepala istri nya dan mencium sekilas bibir manis Claudya...

__ADS_1


__ADS_2