
"Lihat? Bagaimana kamu akan menyangkal semuanya? Disini jelas-jelas kamu bisa melihat, betapa buasnya perlakuan Brian kepada adikku di atas ranjang. Asal kamu tau, Brian memiliki kelainan seksual. Jika kamu menikah dengannya, aku jamin kamu tak akan mampu untuk bertahan lama," jelas Rocky kemudian menyimpan ponselnya kembali.
***
Ingatan itulah yang saat ini kembali menari-nari di pikiran Andin. Semenjak kejadian itu, Rocky sempat mengurung Andin selama satu Minggu lebih di Villa tersebut untuk menenangkan dirinya, karena Rocky sendiri juga mencintai Andin jauh sebelum Brian mengenal gadis cantik itu.
Setelah Andin merasa jika dia akan baik-baik saja. Rocky kemudian mengizinkan Andin untuk pergi menemui Brian.
Namun setelah melihat semua bukti yang di suguhkan Rocky,sikap Andin ke Brian tidak hangat seperti sebelum-sebelumnya, hingga tiba di saat satu hari menjelang pernikahannya dengan Brian.
"Hueekkk," Andin yang tiba-tiba saja merasakan mual saat ia tengah menikmati makan siang bersama Brian.
"Kenapa? Kamu masuk angin?" tanya Brian dengan lembut.
"Hueeekkk," Andin tak menjawab dan langsung berlari menuju wastafel di rumah Brian.
Boy dan Brian pun tercengang dengan kelakuan Andin.
Mereka hanya bisa dia menatap ke arah Andin yang berusaha mengeluarkan isi perutnya itu.
"Kak, apa jangan-jangan kak Andin hamil?" tanya Boy tiba-tiba membuat Brian membelalakkan matanya.
"Ha.. Hamil? Tidak.. Tidak mungkin. Kakak belum pernah melakukan itu kepadanya," jawab Brian menyangkal.
"Menurutku, coba kakak bawa kak Andin ke dokter. Kakak ingat, waktu itu kak Andin pernah hilang satu Minggu," ucap Boy mengingatkan kakaknya kejadian itu.
"Ya benar. Kamu benar Boy. Kakak akan membawanya ke rumah sakit sekarang," ujar Brian segera bangkit dan menyusul Andin ke wastafel.
"Andin kamu kenapa? Kita ke rumah sakit saja ok. Aku mencemaskan keadaan mu," ucap Brian yang mulai curiga kepada calon istrinya itu.
"Tidak.. Tidak usah Brian. Aku baik-baik saja. Aku hanya masuk angin saja," jawab Andin setelah merasa lega.
"Tidak. Kamu harus ke rumah sakit. Ayo ikut aku," paksa Brian menarik tangan Boy.
__ADS_1
"Nggak usah Brian. Jangan tarik aku seperti itu. Tanganku sakit," keluh Andin saat Brian menarik kasar tangannya.
Karena sudah termakan ucapan Boy, Brian sama sekali tidak memperdulikan ucapan Andin.
Sikap lemah lembut Brian yang selama ini menjadi topengnya, kini hilang entah kemana.
Beberapa saat kemudian, Brian dan juga Andin tiba di sebuah klinik yang pengunjungnya tidak terlalu banyak.
Setelah di jelaskan Brian, perawat di sana segera melakukan pemeriksaan kepada Andin, dan benar saja, mereka menyatakan Andin positif hamil empat Minggu.
"Kamu.. Kamu hamil anak siapa Andin?" tanya Brian dengan nada membentak saat mereka telah berada di dalam mobil.
Andin yang sedari tadi hanya menangis tidak berniat untuk menjawab pertanyaan Brian.
Karena terus di diamkan oleh Andin, Brian semakin terpancing emosi dan mencekik leher Andin agar ia mengakui siapa yang telah menghamilinya.
"Cepat katakan! Siapa yang telah menghamili mu Andin. Jika kamu masih saja diam, aku tak akan segan-segan untuk membunuhmu saat ini juga," ancam Brian dengan mata yang sudah memerah.
"Lepaskan aku Brian. Aku dihamili kak Rocky karena ulah bejatmu itu," jawab Andin dengan suara tercekik.
"Apa? Rocky? Tidak.. Dia tidak mungkin melalukan itu padamu. Dia itu sahabatku. Bagaimana dia bisa mengkhianati ku seperti itu?" ucap Brian memegang bahu Andin.
"Haha.. Kenapa tidak? Kamu jangan sok polos Brian. Kamu itu juga bejat. Aku sudah tau semuanya," teriak Andin yang sudah kehilangan kesabarannya.
"Tau apa? Apa yang kamu tau?" tanya Brian masih menyembunyikan kebusukannya.
"Masih saja kamu menutupi kesalahanmu itu. Kamu tau, gara-gara kamu meniduri dan menghamili adiknya kak Rocky, aku yang harus membayarnya. Dan sekarang kamu puas kan, aku sudah hamil anaknya kak Rocky. Ini semua gara-gara kamu Brian. Kamu itu bajingan," teriak Andin melepaskan emosinya.
Mendengar perkataan Andin, seketika Brian tak mampu mengatakan apa-apa lagi. Ia hanya bisa diam tersandar pada kursi kemudinya. Bagaimana bisa Rocky mengetahui kelakuan bejadnya, padahal ia sudah mengancam Lisa, adiknya Rocky untuk tidak mengatakan hal apapun jika dia masih ingin selamat.
"Andin, itu semua tidaklah benar," pungkas Brian dengan suara lemah.
"Itu benar. Aku melihat semua bukti-buktinya," jawab Andin beruraian air mata.
__ADS_1
"Kalau begitu, gugurkan anak itu. Kita akan tetap melanjutkan pernikahan ini, dan mengenai adiknya Rocky, aku meminta maaf Andin. Aku khilaf," ucap Brian membuat Andin geleng-geleng kepala.
"Apa? Gugurkan? Alu tidak mau. Ini darah daging ku. Dan aku tidak mau lagi menikah denganmu," jawab Andin membuat Brian begitu marah.
"Kamu bilang apa? Haha.. Jangan harap kamu bisa lepas dariku. Kamu tau, jika aku telah memiliki sesuatu, maka aku tak akan melepaskannya," ucap Brian memperlihatkan sikap aslinya.
"Jadi begini ternyata sikap aslimu," ujar Andin tak percaya.
Semenjak kejadian itu, Andin selalu menghindar dari Brian dan memutuskan untuk hidup bersama Rocky, karena ia telah hamil anak laki-laki tersebut.
Andin kemudian memutuskan kabur tepat di hari pernikahannya dengan Brian di bantu oleh Rocky, hingga beberapa bulan ia kabur dan menikah dengan Rocky, Brian dan Boy berhasil menangkap Rocky dan menahannya sampai sekarang.
Sedangkan anak yang di kandung oleh Andin, gugur saat perempuan itu tengah menyelamatkan dirinya, hingga ia harus di rawat sebelum bisa berhasil kabur ke desa terpencil ini.
.
.
"Apa aku mulai saja ya kehidupan baru di desa ini," gumam Andin kemudian tak lama setelah itu, ia larut ke alam mimpi.
.
.
Di perusahaan, Boy yang baru saja kelar dengan urusan kerjanya, tiba-tiba pintu ruangannya di buka oleh seorang wanita cantik. Ia berjalan dengan anggun menuju kursi kebesaran Boy, lalu memeluk laki-laki yang sudah memiliki istri tersebut.
"Mau apa kamu kesini?" tanya Boy tak suka.
"Kenapa? Bukannya aku sebelumnya juga sering kesini dan kau selalu menyambut kedatanganku dengan hangat," jawab wanita yang bernama Michel tersebut.
"Itu dulu. Sekarang aku sudah menikah," jawab Boy dingin.
"Haha.. Boy.. Boy.. Status baru kamu itu hanya berlaku jika kamu di rumah, tapi sekarang kamu di kantor dan itu artinya kamu kembali pada status awal mu," ucap Michel mencoba mempengaruhi Boy.
__ADS_1
"Itu tidak benar. Baik di rumah maupun di luar, aku akan tetap menjadi suami orang, dan tolong jangan pernah datang ke kantorku ini lagi," ucap Boy melepaskan pelukan Michel.
"Haha.. Ayolah sayang. Istrimu tak akan tau jika kamu bermain di belakangnya," ujar Michel terus berusaha mempengaruhi Boy.