Memuaskan Nafsu Kakak Ipar

Memuaskan Nafsu Kakak Ipar
Pertemuan Pertama Lian Dan Dominic


__ADS_3

"Pa tadi Claudya dilamar sama seseorang" Ucap Claudya dengan sedikit gugup..


Saat mendengar perkataan putri nya itu,sontak Dominic menjadi kaget dan berdiri membawa Claudya ke sofa yang ada diruang kerja nya...


***


"Claudya sayang,apa kau serius..?"


Ucap Dominic sambil menatap putri nya itu..


"Iya pa..Claudya serius.." Jawab Claudya singkat..


"Siapa yang melamar mu..? Dan apa jawaban mu sayang.." Tanya Dominic lagi..


Ia tak menyangka kalau putri nya akan dilamar,sedangkan ia masih berfikir bagaimana cara untuk menikahkan Claudya dan juga Lian..


"Nama nya Galliano Abraham pa..Lian panggilan nya..Kami memang baru saja kenal satu sama lain..Tapi Claudya yakin dia orang yang baik.." Ucap Claudya mengatakan apa ada nya..


Deg..


Dominic begitu kaget dengan apa yang didengarnya barusan..


'Kebetulan sekali..Ternyata si culun itu sudah mencintai putri ku..Kena kau Lian' Batin Dominic...


"Terus kamu jawab apa Clau..." Tanya Dominic penasaran..


"Claudya belum menjawab nya pa..Claudya bilang kalau papa mau setuju,otomatis Claudya akan menerima lamaran Lian.." Jawab Claudya apa ada nya..


"Apa kau mencintai nya sayang" Tanya Dominic kepada putri kesayangan nya itu..


Claudya hanya mengangguk malu dengan pertanyaan papa nya itu..


"Kalau dia benar benar serius dengan mu,kau boleh membawa nya kesini dan bicara langsung dengan papa.." Perintah Dominic pura pura dingin..


"Papa serius..??" Tanya Claudya semangat..


"Iya sayang..Papa sangat mencintai mu,jadi apapun yang akan membuat mu bahagia,papa akan coba menuruti nya.." Ucap Dominic..


"Makasih papa sayang..Kalau gitu Claudya akan menyuruh Lian untuk kesini sekarang juga.." Jawab Claudya senang lalu memeluk papa nya..


"Baik..Papa tunggu" Jawab Dominic..

__ADS_1


Claudya pun pamit ke kamar nya dan langsung menghubungi Lian...


Tak lama telpon itupun di angkat..


[Halo Claudya.] Jawab Lian dari seberang telepon..


[Kamu boleh ke sini..Aku sudah bicara dengan papa] Ucap Claudya senang..


[Baik..Aku akan segera ke sana] Ucap Lian lalu memutuskan panggilan...


Satu jam kemudian,Lian pun sampai di rumah mewah milik Dominic..


Pintu gerbang pun terbuka dan ia segera melajukan mobilnya menuju carport rumah tersebut...


Tampak dari luar Claudya sudah menunggu dengan pakaian yang begitu cocok di badan nya..


"Lian,Ayo masuk,papa ku sudah menunggu mu" Ajak Claudya dan Lian hanya mengangguk dan mengikuti langkah Claudya menuju ruang tamu..


Tampak di sana Dominic sudah duduk menunggu kedatangan Lian..


Lian yang melihat Dominic,seketika hati nya sakit dan tangan nya mengepal karena teringat bagaimana bentuk jasad ayah nya yang mengenaskan karena dibunuh oleh Dominic..


Namun ia teringat pesan terakhir sang ayah lalu meredam amarah nya kembali..


"Selamat malam.." Jawab Dominic yang juga mengulurkan tangan nya kepada Lian..


"Ayo silahkan duduk" Perintah Dominic kepada Lian,dan langsung diikuti oleh Lian..


Sesaat mereka diam dan larut dalam fikiran masing masing...


"Pa..Kenalkan ini Lian yang tadi Claudya ceritakan pada papa" Ucap Claudya memecah keheningan...


"Ok..Lian,jelaskan apa tujuan mu kesini" Jawab Dominic singkat...


Lalu Lian mulai menjelaskan maksud kedatangan nya kepada Dominic yang dari tadi menatap nya penuh arti tersebut..


"Begini om..Mungkin sebelum nya Claudya sudah menjelaskan nya kepada om..Namun alangkah baik nya kalau saya langsung yang menyampaikan nya..." Ucap Lian sungguh sungguh...


" Saya kesini mau melamar Claudya untuk menjadi istri saya..Meskipun saya baru mengenal anak om,tapi saya sudah sangat mencintai Claudya sejak pertama kami bertemu..Jadi sudikah om sekiranya menerima lamaran saya..??" Tambah Lian meyakinkan kan Dominic..


"Oo begitu..Tapi dimana orang tua mu..Kenapa kau datang sendirian..?" Tanya Dominic meskipun dia tau kedua orang tua Lian sudah meninggal dunia..

__ADS_1


Lian yang mendengarkan pertanyaan Dominic tersebut seketika hati nya perih dan dendam nya semakin bertambah...


'Kurang ajar kau Dominic..Bisa nya kau berpura pura begini..Aku ikuti permainan mu bajingan..' Batin Lian kesal..


" Ibu saya sudah meninggal 7tujuh yang lalu om..Sedangkan ayah saya baru meninggal karena penyakit jantung ..Saya tidak punya sanak saudara lagi ..Ucap Lian berbohong tentang ayah nya yang dibunuh..


"Ohh..Kalau gitu maafkan saya Lian..Saya turut berduka cita atas kepergian kedua orang tua kamu.." Ucap Dominic kepada Lian..


"Kalau boleh saya tau,dimana kamu bekerja sekarang..?" Tanya Dominic pura pura tidak tau..


"Saya bekerja dikantor peninggalan kedua orang tua saya om..Setelah ayah saya meninggal,saya menggantikan posisi nya dan meneruskan perusahaan beliau.." Jawab Lian mengikuti permainan Dominic..


"Ok..Saya terima lamaran kamu..Saya yakin kamu bisa menjaga putri saya.." Jawab Dominic senang karena Lian mengantarkan nyawa dan kehancuran nya sendiri kepada Dominic..


Mendengar jawaban dari papa nya..Claudya sangat senang dan langsung memeluk papa nya..


"Terima Kasih papa..Claudya sayang papa.." Ucap Claudya senang..


"Terima kasih om..Saya janji akan menjaga Claudya dengan sungguh sungguh..Saya tak akan menyia nyiakan kesempatan yang sudah om berikan kepada saya" Jawab Lian berekting di depan Dominic..


"Sama sama...Jadi kapan kalian akan menikah..Dan bagaimana dengan kuliah Claudya..? Tanya Dominic kepada Lian dan juga Claudya..


"Claudya akan tetap melanjutkan kuliah nya om..Saya tidak akan melarang itu..Dan saya juga tidak akan mengekang Claudya asalkan dia tidak salah arah" Jawab Lian mantap..


"Dan masalah pernikahan kami,Claudya serahkan semuanya kepada Lian pa.." Susul Claudya menjawab pertanyaan papa nya..


Dominic pun melihat kearah Lian dan dengan tegas Lian menjawab " Kami akan menikah di awal bulan depan om.."


"Baik..Saya setuju..Saya sangat bahagia dengan pernikahan kalian.." Jawab Dominic senang...


'Sekarang kau boleh senang Dominic,tapi tunggu lah pada hari nya nanti..Kau akan menyesal karena telah memberikan putri mu kepada ku..' Batin Lian menatap Dominic...


"Kalau gitu silahkan diminum air nya Lian" Perintah Dominic yang langsung diikuti oleh Lian..


Mereka pun lanjut berbicara bisnis dan yang lain nya..


Lian yang dari tadi gerah dengan Dominic akhirnya memilih untuk berpamitan untuk pulang...


"Maaf om,sepertinya sudah malam..Tidak baik kalau saya lama lama disini..Saya mau pamit pulang kerumah dulu om.." Ucap Lian sopan kepada Dominic..


"Baik..Kalau begitu istirahat lah..Dan hati hati di jalan.." Balas Dominic..

__ADS_1


Lian pun pamit dan meninggalkan rumah itu..Tak lupa ia mencium tangan calon mertua nya itu..


Setiba nya di rumah,Lian langsung mandi dan memilih santai di balkon kamar nya untuk menghabiskan sebatang rokok sambil mengingat kejadian dirumah Claudya tadi..


__ADS_2