Memutuskan Menikah Muda

Memutuskan Menikah Muda
Episode 10


__ADS_3

Rafly yang saat ini sedang sibuk mencari keberadaan Arga, tidak mengetahui kalau sedari tadi Alya menghubunginya di Whatsaap.


Dimana si Arga aku cari-cari dari tadi tapi gak kelihatan juga batang hidungnya, ucap Rafly dalam hatinya dengan perasaan yang sedikit kesal.


Beberapa menit kemudian, Rafly tetap tidak kunjung menemukan keberadaan Arga. Rafly pun memutuskan untuk pulang ke rumahnya saja karena pada saat itu dia juga sudah sangat kecapean, sesampainya di rumah dia kemudian membuka ponselnya dan dilihatnya lah chat-chat dari Alya tadi.


"Iyah boleh kok sayangku, mwaah😗" ujar Rafly membalas chat dari kekasihnya itu. "Tapi pulangnya jangan malam-malam banget yah sayang, sebelum jam 9 harus ada di rumahlah yah!" sambung Rafly.


Setelah membalas chat dari Alya, Rafly pun bergegas untuk segera mandi dan mencuci pakaiannya.


Disisi lain Alya yang telah selesai mandi kemudian membuka ponselnya, dan dilihatnya lah jawaban dari pacarnya itu.


"Makasih yah sayang, aku janji sebelum jam 9 malam aku udah ada di rumah lagi kok sayangku!" ujar Alya sambil senyum-senyum membalas chat dari pacarnya itu.


Alya pun bergegas berangkat ke tempat perkumpulannya, tapi seperti biasa Alya selalu memberitahukannya kepada nenek dan kakeknya terlebih dahulu sebelum dia keluar.


Setelah selesai memberitahukan Kakek dan Neneknya, Alya pun bergegas menuju tempat perkumpulannya. Sesampainya disana dia langsung di sapa oleh teman-temannya, dan dia langsung menyambungkan wifi yang ada di kedai tersebut ke ponselnya.


"Alya, gue mau nanya dikit nih sama lo yah, soalnya gue sedikit kepo sih mengenai hubungan lo sama Arga sekarang tuh kayak gimana?" tanya Dewi dengan raut wajah yang penasaran. "Soalnya tadi pas gue lihat Arga pegang tangan lo, Lo itu seakan-akan gak suka di sentuh-sentuh sama dia!" sambung Dewi.


"Gue sama Arga sekarang tuh udah putus Dew, soalnya gue benar-benar udah gak tahan sama sikap dan sifatnya dia ke aku Dew!" jawab Alya dengan perasaan yang sedikit kesal, karena harus mengingat lagi mantannya tersebut.

__ADS_1


"Oh, gitu toh Al" ujar Dewi yang sepertinya telah lumayan puas dengan jawaban Alya atas pertanyaan-pertanyaannya tadi. "Eh, terus lo sama bang Raf sekarang gimana Al?, soalnya kalau gue perhatiin sih yah dari beberapa hari yang lalu, lo itu romantis banget bareng bang Raf" sambung Dewi dengan raut wajah yang sangat penasaran.


"Kalau gue sama bang Raf sih udah jadian guys, kita jadiannya setelah beberapa hari aku putus sama si Arga!" jawab Rafly dengan sedikit perasaan malu. "Soalnya menurut aku sih bang Raf itu orangnya baik banget dan lembut juga sama perempuan, itu lah salah satu alesannya aku bisa sangat nyaman berada di dekatnya" sambung Alya sambil senyum-senyum malu.


Setelah mendengar jawaban dari Alya itu, sontak seluruh teman-teman Alya pun kaget mendengarnya, karena Alya belum menceritakan semua ini ke mereka. "Untungnya saja ada Dewi yang bertanya, kalau gak pasti lo masih gak akan bilang juga ke kita yah kan Alya?!" tanya Laras dengan perasaan yang sedikit kecewa terhadap Alya. karena selama ini di pertemanan mereka ber enam, belum ada yang namanya rahasia-rahasiaan di antara mereka ber enam.


Disisi lain Rafly yang telah selesai mandi, kemudian duduk di kursi sembari membuka ponselnya, dan membalas chat dari Alya tadi.


"Iyah sayangku aku percaya sama kamu, tolong kepercayaan aku ini di jaga baik-baik yah sayang, jangan sampai nanti ada yang di kecewain diantara kita sayangku!" ujar Rafly yang membalas chat dari kekasihnya itu.


"Iyah sayangku, aku akan berusaha untuk jaga kepercayaan kamu ini sayang" balas Alya sambil menambahkan emoji senyum di text pesannya itu.


"Makasih yah, sayangku yah" balas Rafly sambil memberikan emoji senyum juga. "Eh sayangku, disitu banyak cowo gak sayang?" sambung Rafly yang kemudian bertanya kepada Alya.


"Jangan dekat-dekat sama mereka yah sayangku, jangan ada yang di respon yah syaang!" balas Rafly sambil memberikan emoji sedih.


"Iyah sayangku, kamu tenang aja yah sayang aku gak akan kok ngerespon atau dekat-dekat dengan mereka sayang" balas Alya sambil memberikan emoji senyuman.


"Iyah sayang, aku percaya sama kamu" balas Rafly sambil memberikan emoji senyuman.


Setelah chattan dengan Rafly, Alya pun kemudian melanjutkan obrolannya bersama teman-temannya. Setelah lama berbincang-bincang waktu pun menunjukkan pukul 20:25 Wib, Alya kemudian memutuskan untuk segera pulang ke rumahnya karena dia ingin menepati janjinya kepada Rafly kekasihnya itu, kalau dia akan pulang sebelum pkul 21:00 Wib.

__ADS_1


Sesampainya di rumah, Alya kemudian mendapatkan telfon dari ibunya. Ibu Alya lalu memberitahukan kepada Alya, kalau dia ingin menikah lagi dan Alya pun menyetujui keinginan ibunya itu. "yang penting ibu bahagia, aku pun akan merasa bahagia juga" ucap Alya dalam hatinya.


Setelah lama berbincang-bincang, ibu Alya kemudian mematikan telfon tersebut. Lalu Alya mendapatkan telfon dari pacarnya lagi, Rafly menelfon Alya karena ingin memberitahukan kepada Alya tentang rencana ibu Rafly yang ingin memasukkan Rafly ke dalam pendidikan militer di kota M setelah lulus SMA nanti.


Mendengar ucapan dari kekasihnya itu, Alya langsung seakan lemas dan tidak bertenaga, karena dia telah kekurangan perhatian dari orang tuanya dan sekarang akan kekurangan perhatian dari satu-satunya orang yang sangat perhatian kepada dirinya sekarang, dia akan kekurangan perhatian dari Rafly setelah Rafly nanti menempuh pendidikan menjadi seorang Tentara, Karena selama pendidikan tentara yang kurang lebih 6 bulan itu seluruh calon prajurit TNI tidak diperbolehkan membawa ponsel.


"Sayang jangan khawatir yah, karena walaupun kita nanti selama 6 bulan kita gak bertemu, gak chattan, gak telfonan, gak vc an tapi percayalah sayangku perasaanku ke kamu itu tidak pernah berubah sayangku!" ujar Rafly yang berusaha untuk meyakinkan dan menenangkan hati Alya.


"Iyah sayangku, aku percaya kok sama kamu cuman aku takut aja sayang karena nanti pasti aku bakalan kesepian banget selama gak ada kamu, karena kamu tau sendiri kam sayang yang perhatian ke aku sekarang itu cuman kamu!" ujar Alya sambil menangis.


"E..eh..sayang jangan nangis dong, ini kan semua buat masa depan kita juga nantinya sayangku, biar saat kita nikah nanti kita bisa hidup bahagia dan berkecukupan sayangku!" ujar Rafly yang masih sangat berusaha untuk meyakinkan dan menenangkan fikiran Alya. "emang kamu mau apa kalau aku nantinya pengangguran sayangku?" sambung Rafly yang mencoba untuk menakuti Alya agar dia bisa sedikit tenang.


"I..iy..iyah sayang, aku gak akan sedih lagi kok. Aku akan berusaha untuk menahan rasa kangenku ke kamu selama 6 bulan nanti sayangku" ucap Alya sambil tersendak-sendak karena masih menangis. "ka..kamu disana jaga kesehatan kamu yah sayang, fokus ke pendidikannya yah sayangku dan selalu jaga hati kamu buat aku, disini aku pun akan menjaga hati aku buat kamu sayang!" sambung Alya dengan keadaan masih menangis.


"Iyah sayangku pastinya itu, aku janji ke kamu!" ujar Rafly untuk meyakinkan Alya.


"Iyah sayangku, aku percaya sama kamu jangan kecewain kepercayaan aku yah sayang!" ucap Alya yang masih dalam perasaan yang sangat sedih.


"Iyah sayangku iyah, aku janji begitu aku telah lulus pendidikan dan menjadi seorang prajurit TNI dan kamu juga udah lulus SMA sayang aku akan menikahi kamu!" ujar Rafly untuk meyakinkan Alya dan membuat dia tenang. "Kmau mau kan sayang menikah denganku?" sambung Rafly.


"Iyah sayangku, aku mau banget yang" jawab Alya sambil tersenyum bahagia, kesedihannya karena mengetahui bahwa Rafly akan pergi selama 6 bulan itu seketika berubah menjadi perasaan yang sangat bahagia setelah mendengar bahwa pacarnya tersebut akan menikahinya.

__ADS_1


"Alhamdulillah, makasih yah sayang karena kamu udah mau menjadi istriku nanti" ujar Rafly kepada Alya sambil tersenyum lebar dan bernafas lega karena Alya bersedia menikah dengannya.


BERSAMBUNG.......


__ADS_2