Memutuskan Menikah Muda

Memutuskan Menikah Muda
Episode 11


__ADS_3

Setelah lama ngobrol berdua dan waktu telah menunjukkan pukul 22:45 Wib telfon pun mereka akhiri, kemudian Rafly dan Alya bergegas ke kamar untuk segera tidur agar besok ke skolah tidak terlambat.


Kring...kring....kring...


Bunyi alarm dari kamar Rafly yang berarti telah menunjukkan pukul 6:00 Wib, Rafly kemudian terbangun dan segera memperbaiki tempat tidurnya lalu kemudian bergegas untuk bersiap-siap ke sekolah.


Sebelum ke sekolah Rafly terlebih dahulu menjemput Alya kekasihnya itu di rumahnya, kemudian mereka berangkat ke sekolah bersama-sama.


Sesampainya di sekolah Rafly dan Alya pun menuju ke kelas masing-masing untuk segera mengikuti jam pelajaran pertama, singkat cerita bel pertanda waktu istirahat pun telah berbunyi, Rafly kemudian bergegas menuju ke kelas Alya untuk mengajak Alya ke kantin makan bareng.


"Sayang, udah jam istirahat nih kita ke kantin yuk" ujar Rafly kepada Alya. "Kamu kenapa sayang kok kelihatannya gak bersemangat gitu sih?" sambung Rafly, yang kemudian menanyakan apa yang membuat pacarnya itu kurang bersemangat.


"Aku itu lagi mikirin ibuku sayang, dia tahun ini gak pulang lebaran bareng Aku dan Nenek!" jawab Alya dengan suara yang pelan dan wajah yang sedih. "Apa lagi ibuku katanya dia mau bersuami lagi sayang, aku takut nanti dia menjadi tambah cuek lagi ke aku" sambung Alya.


"Sabar yah sayangku yah, mungkin Ibu kamu itu gak pulang karena lagi masa-masa pandemi Covid-19 kali yang jadi Ibu kamu takut untuk bepergian jauh.


"Iyah sih yang bener juga kata kamu, tapi setidaknya kan Ibu memberikan kabar ke aku dan Nenek, ini nyatanya sama sekali gak ada kabar sayang. Aku mendapatkan kabar dari Ibu itu baru semalem sayang, saat Ibu menelfon aku dan memberitahuku kalau dia akan menikah lagi sayang, ujar Alya dengan suara yang pelan dan raut wajah yang sedih.


"Sabar yah sayangku, kan masih ada aku yang sayang dan perhatian banget ke kamu" ujar Rafly yang berusaha menenangkan kegelisahan pacarnya itu.


"Iyah sayang, makasih yah sayangku kamu selalu ada buat aku saat senang maupun susah, sekali lagi makasih banyak yah sayangku" ucap Alya sembari memeluk Rafly.


"Iyah sayangku sama-sama, kita kan emang udah seharusnya yang seperti ini!" ujar Rafly sambil mengelus kepala Alya.


Alya pun akhirnya menjadi tenang dan mereka berdua pun menuju kantin untuk segera makan siang, setelah makan siang Rafly dan Alya pun kembali masuk ke dalam kelas mereka masing-masing untuk mengikuti proses pembelajaran lagi.


Waktu telah menunjukkan pukul 15:20 Wib, bel pertanda semua pembelajaran pada hari itu telah selesai pun berbunyi, Rafly kemudian bergegas menuju kelas Alya untuk mengajaknya pulang bareng lagi.


"Sayang, aku anter kamu pulang yah" ujar Rafly mengajak Alya untuk pulang bersamanya.

__ADS_1


"Iyah sayangku, ayok" jawab Alya yang menerima ajakan pacarnya tersebut.


Kemudian mereka berdua pulang bersama, Setelah mengantarkan Alya ke rumahnya Rafly pun bergegas pulang ke rumahnya. tapi ditengah-tengah perjalanan pulang menuju rumahnya Rafly di cegat oleh tiga orang anak muda, dan ternyata salah satu anak muda yang mencegatnya itu adalah Arga mantan Alya yang dia pukuli kemarin di belakang sekolah.


"Berhenti..berhenti..berhenti kau!" ujar Arga kepada Rafly dengan nada suara yang sangat keras.


Mau apa lagi nih si Arga, belum kapoknya juga dia habis ku pukulin kemarin, ucap Rafly dalam hatinya.


"Mau ngapain lagi lo biadab, hah?" tanya Rafly dengan nada yang keras pula.


"Haahahaaha, gue mau membuat perhitungan ke lo seenaknya aja lo udah mukulin gue waktu itu" jawab Arga dengan perasaan yang penuh dengan amarah.


"Oh, jadi sekarang lo mau bales dendam gitu ke gue" ujar Rafly. "Lo mau keroyokan pakai bawa temen lo segala, ahahaha dasar cupu!" sambung Rafly dengan nada suara yang sangat keras.


"Gak usah banyak omong lu, ayok kita pukul dia!" ujar Arga kepada teman-temannya.


Rafly pun akhirnya di keroyok oleh Arga dan teman-temannya, tetapi dengan bekal ilmu bela diri yang di milikinya Rafly berhasil memberikan perlawanan kepada Arga dan teman-temannya, di tengah-tengah perkelahian mereka terdengar suara mobil polisi yang sedang patroli. Arga dan teman-temannya pun berhenti memukuli Rafly karena mereka takut dilihat oleh polisi.


karena sebenarnya pada saat itu di dalam tas Rafly terdapat badik yang selalu di bawah setiap saat olehnya untuk berjaga-jaga dari hal seperti tadi.


Rafly kemudian melanjutkan perjalanannya menuju ke rumahnya, sesampainya di rumah Rafly kemudian mengobati wajahnya yang memar akibat pukulan dari Arga dan teman-temannya tadi.


"Astaga, kamu kenapa nak?, kok wajah kamu memar begitu!" tanya Tante Rafly kepada Rafly dengan penuh kekhwatiran.


"Gak apa-apa kok tante biasalah ini anak muda, hehehehe" jawab Rafly kepada tantenya sambil tersenyum.


"Kamu habis berantem lagi yah nak?" tanya Tante Rafly lagi kepada Rafly. "dari pada kamu berantem terus mendingan kamu banyak-banyakin latihan fisik nak, ingat tahun depan kamu mau masuk Tentara loh nak!" Sambung tante Rafly.


"Iyah tante, ini juga aku nanti sore mau pergi berenang dulu" jawab Rafly kepada tantenya.

__ADS_1


"Oky nak, bagus itu semangat yah" ujar Tante Rafly yang mencoba untuk menyemangati Rafly.


"Siap, Tante!" ujar Rafly sambil tersenyum.


Setelah mengobati memar di wajahnya, Rafly pun bergegas mengganti pakaian sekolahnya kemudian bersiap-siap untuk pergi berenang.


"Tante aku pergi berenang dulu yah, Assalamualaikum" ujar Rafly yang berpamitan kepada Tantenya.


"Wa'alaikumussalam nak, hati-hati yah!" balas Tante Rafly.


Rafly kemudian pergi menuju kolam tempat dia ingin berenang, setelah sampai di kolamnya Rafly harus membayar biaya masuk yaitu Rp.20.000 setelah membayar biaya masuk Rafly pun membuka baju dan celananya sehingga dia hanya menyisakan boxer di badannya yang akan dia gunakan selama berenang.


Disisi lain Alya kesepian di rumahnya, karena Kakek dan Neneknya belum juga pulang dari sawah.


Aku telfon bang Rafly sayang aja deh, bosen juga nih gak ngapa-ngapain di rumah, ucap Alya dalam hatinya.


Alya pun mencoba untuk menghubungi Rafly, tapi Rafly tidak menjawab telfon dari Alya itu karena Rafly sementara berenang.


Aduh...bang Raf kemana sih, kok telfonku dari tadi gak di jawab-jawabnya, ucap Alya dalam hatinya.


Karena Rafly tak kunjung juga menjawab telfon darinya, Alya pun memutuskan untuk menghubungi temannya Dewi dan menanyakan apakah mereka lagi kumpul atau tidak.


"Assalamualaikum Dew, kalian lagi kumpul gak nih Dew?" tanya Alya kepada Dewi melalui panggilan Whatsaap.


"Gak Al, kita Kumpulnya nanti malem aja Al" jawab Dewi.


"Oh iyah, okylah Dew kalau gitu" ujar Alya dengan suara yang pelan. "kalau gitu udah dulu yah Dew, Aku soalnya mau mandi dulu nih!" sambung Alya.


Karena gak tau lagi mau ngapain, Alya kemudian memutuskan untuk segera mandi dan pergi jalan-jalan sore.

__ADS_1


BERSAMBUNG........


__ADS_2